Takdir Cinta Pengacara Tampan

Takdir Cinta Pengacara Tampan
Episode 12


__ADS_3

Setelah sholat, Nares pun kembali merebahkan dirinya di tempat tidur, untuk melanjutkan mimpinya.


Melihat sang suami yang tidak biasanya selesai sholat malah tidur kembali, membuat Zahra mendekati suaminya itu.


Ia pun duduk di samping suaminya itu, kemudian ia menggoyangkan bahu suaminya.


"Mas kamu tidak pergi kerja?" tanya Zahra.


"Nanti aja sayang, aku masih ngantuk. Mungkin agak siangan aku pergi ke kantornya," jawab Nares, tanpa membuka matanya.


Tak ingin mengganggu suaminya tidur, Zahra pun memutuskan untuk memeriksa putri kecilnya itu, apakah sudah bangun atau belum? Dan ternyata putrinya itu sudah bangun dari tidurnya.


"Anak ibu sudah bangun ternyata," ucap Zahra, ketika melihat putrinya itu sudah bangun sambil tersenyum ke arahnya.


Ia pun mengangkat putrinya itu, dan mulai memandikannya.


°°°


Waktu pun menunjukkan pukul jam sembilan, setelah merasa cukup beristirahat, kini waktunya Nares pergi bekerja.

__ADS_1


Karena nanti jam satu siang ia harus ke pengadilan untuk membantu klien nya yang terkena masalah pencemaran nama baik, yang mengakibatkan, bisnis yang digeluti kliennya itu mengalami kerugian yang cukup besar.


Namun sebelum itu ia harus pergi ke apartemennya, untuk mengambil ponsel miliknya yang tertinggal, ditambah ia harus melihat keadaan istri kecilnya itu.


Dan disini lah ia berada, tengah menikmati sarapan yang sudah tidak berlaku lagi disebut sarapan pagi, bersama dengan istrinya.


Sementara anaknya di asuh sementara oleh BI Darmi, selaku art dirumahnya.


"Mas, apa boleh aku bertanya?" tanya Zahra, setelah mereka selesai makan.


"Mau tanya apa," jawab Nares.


"Sebenarnya kamu semalam pulang jam berapa?" tanya Zahra hati-hati, takut menyinggung perasaan suaminya itu.


"Apa? Sebenarnya apa yang sedang kamu urus, sehingga pulang sampai jam dua dini hari baru pulang?"


"Sebenarnya... Sebenarnya aku sempat tidur di apartemen, karena lelah, jadi aku berpikir untuk istirahat terlebih dahulu di apartemen ku, namun tidak aku sangka ternyata aku malah ketiduran, dan baru bangun pada jam dua dini hari," jawab Nares dengan berbohong.


Meskipun jawaban yang diberikan oleh suaminya itu sedikit tidak masuk akal, Zahra pun mencoba untuk percaya kepadanya.

__ADS_1


"Maafkan mas Ara, karena mas sudah berbohong padamu..." lirih Nares dalam hati.


"Lalu dimana ponselmu mas, sejak kamu pulang aku tidak melihat ponselmu?"


"Ponsel ya, ponsel ku tertinggal di apartemen," jawab Nares, kali ini ia tidak berbohong, memang benar ponselnya tertinggal di apartemennya.


"Yasudah kalau begitu, mas berangkat dulu ya."


Zahra pun mengantar sang suami sampai di teras rumah, kemudian ia mencium punggung tangan Nares, dan di balas sebuah kecupan oleh sang suami di keningnya.


Setelah mobil yang dikendarai Nares telah hilang dari pekarangan rumahnya, Zahra pun kembali masuk untuk menemui putrinya itu.


°°°


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Nares pun sampai di apartemennya.


Setelah memarkirkan mobilnya, ia pun bergegas untuk masuk kedalam unit apartemennya.


Setelah menekan password, ia pun masuk ke dalam. Di dalam ia melihat istri kecilnya itu tengah tertidur di sofa yang ada diruang tv, dengan tv yang masih menyala.

__ADS_1


Nares pun mendekat, kemudian ia melihat siaran yang ditayangkan di tv, yang ternyata sedang menayangkan drama Korea yang bergenre romantis.


Kemudian ia pun beralih ke arah istri kecilnya itu tengah tertidur, yang hanya memakai celana hotpants berwarna hitam, dan juga memakai tangtop yang berwarna senada dengan celananya.


__ADS_2