
Di televisi itu diberitakan, telah terjadi kecelakaan pesawat dari Mesir menuju Indonesia.
"BRAKING NEWS. Telah terjadi kecelakaan pesawat dari bandara internasional Kairo, menuju bandara internasional Soekarno-Hatta. Kecelakaan ini diakibatkan oleh kerusakan di bagian pesawat, sehingga pesawat mengalami ketidak seimbangan, sehingga pesawat itu terjatuh ke dasar laut.
Inilah daftar para penumpang pesawat xxxx airline, boing 0007 (anggap aja seperti itu ya guys hehehe). Setelah kabar kecelakaan ini, pemerintah sudah mengerahkan tim SAR untuk mencari para penumpang yang menaiki awak kapal tersebut. Sekian berita ini saya sampaikan, terima kasih," jelas pembawa berita itu.
Jedarr.
Berita tersebut pun membuat semua orang yang menyaksikan berita tersebut terpaku seperti patung, semua orang merasa terkejut dengan berita yang tayang di televisi.
Apalagi seseorang yang mematung di ambang pintu, ia baru saja akan menemui semua orang yang berada di ruang keluarga.
Justru ia dikejutkan dengan berita, dan berita tersebut mengenai istrinya yang tengah berada di pesawat yang jatuh tersebut.
Orang itu, yang lain dan tak bukan adalah Nares, saat ia hendak menemui keluarga nya, ia malah mendengarkan berita buruk mengenai istrinya itu.
Bagaimana tidak, pesawat yang kini sedang diberitakan tersebut adalah pesawat yang ditumpangi oleh Zahra.
Apalagi waktu pagi tadi Nares sesudah menelpon Zahra, dan Zahra pun mengatakan bahwa ia sudah berada di dalam pesawat dan tak lama pesawat pun sebentar lagi akan landing.
"Tidak. Itu tidak mungkin, Ara ku tidak mungkin meninggalkan ku secepat itu!!" ucap Nares.
Semua orang yang berada di ruangan itu, seketika menoleh ka arah sumber suara, di sana mereka melihat, ternyata Nares berdiri di ambang pintu.
"Kakak," lirih Zoya.
Sementara mamah Anggun, ia langsung menyerahkan cucunya yang tengah berada di dekapannya kepada sang suami, setelah itu ia pun langsung menghampiri putra bungsunya itu.
"Sayang kamu yang sabar ya," ucapnya seraya memeluk Nares.
"Mah itu tidak mungkin kan, Ara ku tidak mungkin meninggalkan ku kan, mah," tangis Nares pun pecah, ia tidak perduli dengan semua orang yang melihat ia menangis.
Melihat suaminya menangis, Zoya pun berdiri dan melangkah ke arah mamah mertuanya yang tengah memeluk suaminya itu.
Pada saat ia mendekat, ingin sekali Zoya memeluk dan menenangkan suaminya itu, namun ia yakin, ia tidak akan bisa menenangkan suaminya itu.
Jadi sebab itu, Zoya menyerahkan sepenuhnya pada sang mamah mertua, sementara pak Putra ia hanya berdiri memperlihatkan putranya yang terpuruk, dengan Zahwa yang berada di gendongannya.
__ADS_1
°°°
Flashback on.
Disisi lain, sebelum berita kecelakaan pesawat itu beredar.
Zahra yang kini tengah berada di dalam pesawat yang sudah lending itu, melihat ke arah luar jendela pesawat.
Di sana ia melihat cuaca yang cerah, dan entah mengapa perasaannya menjadi tenang, namun juga menjadi gelisah, seakan-akan, ia tidak akan pernah menemui orang-orang yang ia cintai.
Zahra pun memegang tasbih pemberian suaminya, dan ia pun mulai berzikir, dengan menutup kedua matanya.
Di sana ia melihat bayangan orang-orang yang ia cintai, apalagi sang putri tercinta yang masih memerlukan ASI eksklusif darinya.
Zahra pun membuka kedua matanya, dan ia pun berucap. "Semoga kalian semua bahagia, maafkan ibu, nak. Karena tidak bisa menjagamu selamanya, maafkan aku mas," monolognya, seakan-akan ia mempunyai firasat, bahwa ia tidak akan pernah bertemu lagi dengan orang-orang yang ia cintai.
Dan benar saja firasat yang ia rasakan, tiba-tiba ada sebuah pengumuman, bahwa pesawat yang ia tumpangi mengalami kecelakaan.
Zahra pun terus berzikir dan berdo'a, ia sudah pasrah apa yang akan ia alami hari ini.
Flashback off.
°°°
Sudah tiga hari sejak berita mengenai kecelakaan pesawat yang ditumpangi oleh Zahra.
Dan kali ini, ada kabar baik sekaligus buruk bagi keluarga Syahputra itu.
Kabar buruknya ialah, Zahra yang dinyatakan tewas bersama semua penumpang, kru pesawat, beserta pilot, dan co-pilot.
Dan kabar baiknya ialah, jasad Zahra sudah ditemukan dalam keadaan baik tanpa cacat sedikitpun.
Meski hijab yang ia pakai sudah terlepas dari kepalanya.
Dan pada saat ini, Nares, pak Putra, beserta pak Jamal, selaku ayah kandung dari Zahra pergi untuk mengambil jasat Zahra.
Supaya jasat Zahra biasa di mandikan, di sholat kan, dan juga dimakamkan dengan layak.
__ADS_1
Sementara mamah Anggun, ibu tiri Zahra, dan adik Zahra dari sang ibu tirinya, serta Zoya, dan Zahwa, kini menunggu di rumah.
"Apa kau puas?! Gara-gara kehadiran mu, putriku meninggal!!" ucap ibu tiri Zahra pada Zoya, yang kini ia tengah berada di halaman belakang.
"M- maksud tante apa?" tanya Zoya dengan gugup.
"Maksud ku adalah, jika saja kamu pergi dari kehidupan putriku dan juga suaminya. Maka semuanya tidak akan menjadi seperti ini," jawabnya dengan nada kesal.
"Tante aku tau aku salah karena sudah berani masuk kedalam tengah-tengah keluarga mbak Zahra dan juga kak Nares, tapi untuk mengenai kecelakaan ini, itu tidak ada sangkut pautnya dengan ku, aku tidak tahu, ini semua sudah takdir."
"Alah alasan saja, pokonya semua ini gara-gara kamu!!"
"Ada apa ini? Maaf mbak, maaf karena aku telah lancang mendengar pembicaraan mbak dan juga menantuku. Tapi ucapan mbak itu tidak benar, ini semua bukan salah Zoya, tapi takdir. Mbak pikir kita semua tidak sedih atas kecelakaan yang menimpa Zahra, kita semua sedih mbak," ucap mamah Anggun pada sang besan.
Jujur saja, sejak awal Nares menikah dengan Zahra, mamah Anggun sudah tidak menyukai atas sikap dari ibu tiri dari menantunya itu.
Menurutnya, ibu tiri menantunya itu hanyalah orang yang bermuka dua, apalagi jika mengenai soal uang, dia yang paling utama jika menyangkut prihal apapun yang berkaitan dengan uang.
Jadi, sejak awal ia mendengar perkataan yang dilontarkan oleh besannya itu, membuat dirinya merasa geram.
Bisa-bisanya dalam keadaan sedang berduka, besannya itu malah menyalahkan Zoya.
Apa dia pikir, ia mau jika putra bungsunya memiliki dua orang istri? Tentu jawabannya tidak.
Namun apa yang harus ia perbuat jika takdir sudah berkata seperti itu.
Tak lama seorang pelayan pun mengabari nya, bahwasanya Nares, pak Putra, dan juga pak Jamal sudah tiba di rumah, begitupun dengan jasad Zahra, yang ternyata sudah dimandikan.
Dan kini jasadnya hanya tinggal di sholat kan dan juga di makamkan.
"Maaf nyonya, saya hanya ingin memberitahu. Bahwa tuan besar, dan tuan muda sudah sampai," ucap pelayan itu.
°°°
🏃🏃🏃🏃🏃
Huaaahhhh, Ara maaf. Guys maafkan 🙏
__ADS_1