Takdir Cinta Pengacara Tampan

Takdir Cinta Pengacara Tampan
Episode 53


__ADS_3

Zoya pun beranjak dari tempatnya, ia pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mandi wajib, sebelum melaksanakan ibadahnya.


Beruntung Nares sempat mengirimkan pesan kepada teman sekaligus asisten nya, yaitu Robi.


Nares mengirim pesan pada Robi, untuk membawakan baju gantinya dan juga Zoya, sekaligus mukena untuk Zoya.


Robi yang waktu itu hendak tidur, menggerutu kesal. Bagaimana tidak, Nares menyuruhnya untuk membawakan pakaian temannya itu dan juga istri dari temannya itu, ke hotel dan harus harus ada pada saat jam setengah empat.


Alhasil ia pun menyalakan alaram, pada pukul tiga pagi. Karena ia harus pergi ke apartemen temannya itu, dan beruntungnya ia tau password apartemen Nares.


Sebelum pergi ke hotel tempat Nares menginap, Robi pun terlebih dahulu pergi ke apartemen Nares, untuk mengambil baju temannya itu dan Zoya.


Setelah mengambil pakaian Nares dan Zoya, ia pun segera bergegas pergi ke hotel dimana Nares dan Zoya menginap.


Untung saja Nares hanya meminta untuk mengambilkan baju dan bukan d***n.


°°°


Di hotel.


Nares yang saat ini tengah merebahkan tubuhnya di tempat tidur, menunggu Zoya selsai mandi dan juga ia tengah menunggu temannya itu.


Tadi Robi mengirimkan pesan padanya, bahwa ia sudah sampai di hotel tersebut, dan menanyakan di nomor dan di lantai berapa kamar yang Nares tempati.


Tok, tok, tok. Tak lama pintu kamar pun diketuk, Nares pun beranjak dari tempatnya dan ia melangkahkan kakinya menuju pintu.


Cklek. Ia pun membuka pintu dan di depannya sudah ada teman sekaligus asisten nya itu.


"Bisa gak sih lu, kalau mau nyuruh orang tuh tau waktu. Ini masih pagi juga udah disuruh-suruh aja," omelnya, dan Nares pun hanya diam dengan wajah datarnya.


"Ck, tuh muka gak ada berubah-rubah nya," ucap Robi.


"Oh ya, ngomong-ngomong lu ngapain di hotel?" tanyanya kepo.


"Habsi bikin dedek bayi ya?" tanyanya lagi, sambil menaik turunkan alisnya.


"Sok tau," ucap Nares.


"Lah dibilang sok tahu. Noh buktinya kagak pake baju cuman celana boxer doang," ujar Robi.


"Gua emang tidur selalu kaya gini, gak pake baju," ucapnya karena tidak mungkin Nares bilang kalau yang dikatakan Robi tadi benar, semalam ia habis bikin dedek bayi. Namun yang dikatakan olehnya pun benar juga, Nares jika tidur kadang tidak pakai baju hanya celana pendek saja.

__ADS_1


"Udah mana buruan sini," ucapnya lagi, seraya meminta barang yang ia pinta.


"Cih." Robi pun berdecih dan memberikan dua paper bag yang berisi pakaian Nares dan Zoya.


"Ya udah sonoh," ucap Nares, setelah menerima paper bag yang berisi pakaian dirinya dan juga istrinya.


"Cih." Robi pun berdecih, dan mulai membalikkan badannya, namun belum sempat ia melangkahkan kakinya, ia kembali menghadap ke Nares.


"Ada apa?" tanya Nares, melihat temannya itu berbalik badan.


"Gua cuman mau ngomong, jangan lupa nanti jam sepuluh pagi akan ada pertemuan dengan klien di cafe xxx," ucapnya, dan setelah mengatakan hal itu, Robi pun pergi dari sana dan meninggalkan Nares yang hendak protes itu.


Melihat teman sekaligus asistennya itu pergi, Nares pun kembali kedalam, setelah menutup pintu.


Di sana ternyata Zoya sudah selesai mandi, ia tengah duduk di atas ranjang, masih menggunakan jubah mandi dengan rambut yang basah, karena habis keramas.


"Siapa kak?" tanya Zoya.


"Oh tadi Robi, nih pakai mukenanya. Aku mau mandi dulu," jawab Nares, ia pun berlalu dan masuk kedalam kamar mandi.


Sementara Zoya ia membuka paper bag yang dibawa oleh Robi tadi, Zoya membukanya yang ternyata didalamnya terdapat mukena dan juga sajadah.


Dan di satunya lagi, terdapat pakaian bersih dirinya dan juga suaminya itu.


°°°


Waktu pun menunjukkan pukul enam pagi.


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Nares, yang baru keluar dari kamar mandi karena ia memakai pakaiannya didalam kamar mandi.


Nares melihat istri kecilnya yang sudah rapi dengan penampilannya, itu tengah menuangkan air di seprai tempat tidur.


"Aku sedang menghilangkan bekas darah yang ada di seprai ini kak," jawab Zoya, yang masih berusaha menghilangkan bekas darah k****n nya.


Mendengar jawaban dari istrinya itu, membuat Nares menepuk keningnya, ia tak habis pikir untuk apa istrinya itu melakukan hal itu, padahal sudah ada house kepping yang akan membersihkannya.


"Untuk apa kau lakukan itu, nanti juga ada yang membersihkan kamar ini," ucap Nares.


"Justru itu, aku tidak mau mereka sampai melihat ini," ujarnya.


"Hufs, yasudah." Nares pun duduk di sofa yang ada di sana.

__ADS_1


Tak lama terdengar ketukan pintu, Nares pun beranjak dari duduknya dan membuka pintu kamarnya.


Yang mengetuk pintu kamar mereka ialah pelayan hotel yang mengantarkan mereka sarapan.


"Selamat pagi, maaf mengganggu. Saya ingin mengantarkan sarapan," ucap pelayan hotel itu.


"Ya, terima kasih," ucap Nares, ia pun mendorong troli berisi makanan itu kedalam, dan menutup kembali pintunya.


"Siapa kak?" tanya Zoya.


"Pelayan yang mengantar sarapan untuk kita," jawabnya.


"Lebih baik kita sarapan dulu, sebelum pulang ke apartemen." Nares pun mengajak istrinya itu untuk sarapan, dan Zoya pun menurut, mereka duduk di sofa.


"Zoya aku akan mengantarkan kamu, hanya sampai loby apartemen tak apa?" tanya Nares, disela-sela mereka sarapan.


"Tak apa kak," jawab Zoya, ia tau mungkin suaminya itu akan pergi bekerja, terbukti dengan pakaian yang Nares pakai.


Setelan kemeja yang digulung lengannya, dan juga celana bahan, itulah style suaminya setiap pergi bekerja.


"Dan yah. Aku mungkin tidak akan pulang ke apartemen, aku akan pulang ke rumah ku dan Zahra," ucapnya.


"Iya kak." Zoya pun mengangguk, ia tak boleh serakah, sudah cukup suaminya bersama dengannya dalam waktu lama, kini tinggallah Zahra yang akan mendapatkan waktu dari Nares.


Setelah sarapan, keduanya pergi dari hotel itu.


Seperti biasa, di dalam mobil tidak ada yang berbicara, hanya keheningan yang melanda. Sampai mobil yang dikendarai oleh Nares pun sampai di depan loby apartemen.


"Maaf aku tidak bisa mengantarkan kamu sampai kedalam," ucap Nares.


"Tak apa. Yasudah, kalau begitu aku masuk ya." Zoya pun menyalim punggung tangan Nares, setelah itu Zoya pun keluar dari mobil Nares.


Sementara Nares, setelah melihat istrinya sudah masuk kedalam loby apartemen, ia pun kembali melajukan mobilnya.


°°°


Sementara dikediaman Syahputra, kini Zahra sudah mengemasi barangnya dan juga barang anaknya.


Tadi suaminya telah mengirim pesan, bahwasanya suaminya itu menyuruh dirinya untuk mengemasi barang dirinya dan juga anaknya.


Karena ia akan kembali pulang ke rumahnya.

__ADS_1


***


Terimakasih 🙏


__ADS_2