Takdir Cinta Pengacara Tampan

Takdir Cinta Pengacara Tampan
Episode 29


__ADS_3

"Oh ya. Satu lagi, jika hari weekend, aku tidak bisa datang kemari, kamu tidak keberatan, kan?" tanya Nares.


"Tidak sama sekali," jawab Zoya sambil tersenyum.


"Baiklah."


"Apa kakak ingin langsung pulang?" tanya Zoya lagi.


"Tidak. Sepertinya aku akan menumpang sholat Maghrib disini, baru setelah itu aku pulang," jawabnya.


"Apa aku boleh sholat bareng kakak?" tanya Zoya takut-takut.


"Tentu saja boleh," jawab Nares dengan senyuman yang terbit di wajahnya


Dan hal itu membuat Zoya senang, apalagi ia baru melihat Nares tersenyum kepadanya.


"Terima kasih," ucap Zoya, dan Nares pun hanya mengangguk.


Mereka pun sholat Maghrib bersama, setelah menjadi sepasang suami istri, dengan Nares sebagai imam.


Setelah selesai sholat, Zoya pun mencium punggung tangan suaminya. Awalnya Nares terkejut, namun ia tetap memberikan tangannya untuk dicium oleh Zoya, Nares pun membalas dengan membacakan do'a setelah sholat, seraya memegang kepala di bagian ubun-ubun nya.


Setelah itu ia pun mencium kening Zoya, mendapatkan perhatian itu membuat Zoya senang, ia pun memejamkan matanya ketika Nares mencium keningnya.


"Aku pulang dulu. Jangan lupa makan malam, assalamu'alaikum," ucap Nares, kini mereka sudah ada didepan pintu apartemen.


"Iya ka. wa'alaikum salam," jawab Zoya, seraya menyalim Nares.


Nares pun hanya mengelus rambut Zoya sebagai tanda balasan, tak lama ia pun keluar dari apartemen.


°°°


Di rumah Nares dan Zahra.


Seperti biasa Zahra selalu menunggu kepulangan Nares di depan teras.


Tak lama mobil yang dikendarai oleh Nares pun masuk kedalam pekarangan rumah, setelah memasukkan mobilnya di garasi, Nares pun turun dari mobil.

__ADS_1


Ia melihat istrinya itu tengah berdiri di teras rumah seraya tersenyum menyambut dirinya.


Nares pun menghampiri Zahra denga senyuman pula.


"Assalamu'alaikum," ucap Nares ketika sudah berada dihadapan sang istri.


"Wa'alaikum salam," jawab Zahra, seraya menyalim punggung tangan suaminya, dan dibalas oleh Nares dengan ciuman di keningnya.


"Sini mas, biar aku bawakan tasnya." Zahra pun mengambil tas kerja ditangan suaminya.


Mereka pun masuk kedalam rumah, dan menuju ke kamar pribadi mereka.


"Kamu mandilah, aku sudah siapkan air hangat untukmu," ujar Zahra seraya membantu suaminya itu membuka bajunya.


"Iya sayang." Nares pun masuk kedalam kamar mandi, hanya menggunakan celana boxer saja.


Sementara Zahra, setelah menaruh pakaian kotor Nares kedalam keranjang baju kotor, dan menyiapkan baju ganti untuk suaminya, yang ia taruh di atas ranjangnya.


Ia pun bergegas turun untuk menyiapkan makan malam, beruntung anaknya itu masih tidur.


Tak lama Nares pun keluar dari kamar mandi, kemudian ia memakai baju yang telah Zahra siapkan, setelah memakai pakaiannya ia pun langsung turun menyusul sang istri yang sudah ada di meja makan.


Mereka pun makan bersama berdua.


°°°


Sementara Nares dan Zahra makan berdua bersama, lain halnya dengan Zoya yang kini hanya makan malam seorang diri.


Sepi. Itulah yang ia rasakan oleh Zoya setiap malam, mungkin ia akan merasa bahagia ketika berada di kampus saja, karena di sana ia bisa bermain bersama teman-temannya.


Tapi jika ia kembali ke apartemen, maka ia akan merasakan kembali kesepian. Sebenarnya ia ingin menyuruh teman-temannya itu untuk menginap di apartemennya.


Namun ia sadar diri, ini bukanlah apartemen miliknya, melainkan milik Nares, sang suami.


Setelah makan, Zoya pun kembali ke kamarnya. Di sana ia tengah merebahkan tubuhnya di atas ranjang, sambil menonton drama Korea kesukaannya, di laptop yang dibelikan oleh Nares.


Itulah kebiasaan Zoya tiap malam, menonton Drakor, sambil mengemil, setelah mengerjakan tugas kuliahnya.

__ADS_1


Pagi pun tiba, Zoya bangun dari tidurnya, dan ia segera membersihkan dirinya.


Setelah mandi ia pun hanya memakai tangtop dan celana pendek, itulah salah satu kebiasaan Zoya ketika berada di rumah, hanya memakai tangtop dan juga celana pendek.


Kebetulan hari ini ia tak ada kelas, mungkin untuk mengurangi bosannya ia akan mengajak teman-temannya itu untuk pergi jalan-jalan.


Namun sayang pada saat ia mengirim pesan pada temannya itu, tidak ada yang bisa.


Apalagi ia hanya memiliki dua orang teman saja, ditambah hari ini kedua temannya itu tidak bisa memenuhi ajakannya untuk pergi ke mall ataupun jalan-jalan.


Kerena mereka sama-sama pergi jalan-jalan bersama kekasih mereka masing-masing.


Zoya pun menghela nafasnya, kemudian ia pergi ke dapur untuk sarapan.


Setelah sampai di dapur, ia melihat tidak ada makanan di kulkas maupun di rak yang biasanya ia gunakan untuk menyimpan snacks untuk ngemilnya.


Lagi-lagi ia harus menghela nafas, kemudian ia masuk kembali kedalam kamarnya, ia memutuskan untuk pergi ke swalayan untuk membeli bahan makanan.


Sebenarnya bi Siti lah yang bertugas untuk membeli bahan makanan, bi Siti bukan hanya ditugaskan untuk membersihkan apartemen, masak, ia juga ditugaskan untuk membeli kebutuhan Zoya dan ditugaskan untuk membawa pakaian Zoya yang kotor ke tempat loundry, oleh Nares.


Namun karena hari ini bi Siti ijin untuk tidak datang ke apartemen, dikarenakan anaknya bi Siti tengah sakit.


Jadi mau tak mau Zoya pun pergi belanja sendiri, untuk dua hari ke depan, karena dalam dua hari itu bi Siti sudah kembali bekerja di apartemen nya.


Setelah siap ia pun keluar dari apartemen, untung saja ia sudah mengambil uang dari ATM yang Nares berikan kepadanya, kemarin. Jadi ia tak perlu mengambilnya lagi.


Zoya pun keluar dari apartemen dan masuk kedalam taksi online yang sudah ia pesan tadi, Zoya keluar hanya dengan memakai Hoodie berwarna abu-abu, sementara ia masih menggunakan celana pendek yang ia pakai tadi.


Dan untung nya Hoodie yang Zoya pakai kebesaran sehingga menutupi paha mulus Zoya.


Tak lama taksi yang ditumpangi Zoya sudah sampai di depan swalayan, Zoya pun turun setelah membayar ongkos taksi.


Kemudian ia masuk kedalam swalayan itu, dan ia mendorong troli untuk menyimpan belanjaan yang ia beli.


Zoya pun mendorong troli nya menuju, stand daging dan juga beberapa seafood, ia memilih beberapa daging, daging ayam, dan juga beberapa seafood. Seperti, udang, dan cumi.


Setelah itu ia pun mendorong troli nya ke tempat sayuran, di sana ia memilih beberapa sayuran seperti wortel, jagung, dan beberapa sayuran hijau.

__ADS_1


Setelah dirasa cukup, Zoya pun kembali mendorong troli nya, menuju stand makanan ringan.


Di sana ia juga memilih beberapa makanan ringan, pada saat ia memilih makanan ringan, ia...


__ADS_2