Takdir Cinta Pengacara Tampan

Takdir Cinta Pengacara Tampan
Episode 25


__ADS_3

Mereka pun masuk kedalam mobil, dan Nares menyalakan mesin mobil, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Memangnya kamu mau apa ke mall?" tanya Nares, disela-sela menyetirnya.


"Ya pingin main aja," jawabnya.


"Iya. Tapi maksudku apa ada yang ingin dibeli?"


"Oh, ada."


"Apa?"


"Itu, aku disuruh beli peralatan untuk mendisain. Sebenarnya bukan hanya aku saja, tapi seluruh kelas buat beli, dan juga sebenarnya aku bisa membeli bersama teman kuliah aku besok, setelah jam pelajaran berakhir. Dan juga, berhubung kakak mengajak aku jalan-jalan ya sekalian aja," jawabnya, dan Nares pun hanya mengangguk.


Tak lama mobil yang mereka tumpangi sampai di basement mall, mereka berdua pun turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam mall.


Tanpa mereka sadari, ternyata ada sepasang mata yang mengikuti mereka secara diam-diam, mulai dari apartemen hingga ke mall.


Orang itu pun kemudian mengikuti mereka yang masuk kedalam mall, dia selalu memotret apa Nares dan Zoya ketika masuk kedalam toko satu dan toko lainnya, termasuk ketiak masuk kedalam restoran khas Jepang untuk makan malam.


Di restoran khas Jepang, Nares dan Zoya yang kini tengah makan malam, keduanya makan tanpa ada yang bicara, setelah membeli apa yang Zoya butuhkan.


"Oh ya kak, aku tidak lihat bi Siti tadi sore. Aku takutnya bi Siti ke apartemen lalu masak untuk aku makan malam deh," ucapnya setelah mereka selesai makan.


"Kamu tenang aja, tadi memang bi Siti datang ke apartemen sejak sore tadi, tapi kamu tenang aja, aku udah bilang sama bi Siti buat tidak masak dulu."


"Oh, syukurlah."


Setelah makan, mereka pun pulang ke apartemen, di perjalanan hening menyelimuti keduanya, sampai mobil yang dikendarai oleh Nares pun sudah sampai di basement apartemen.


Ketika masuk kedalam lift untuk menuju lantai unit apartemennya, Zoya dibuat terkejut, pasalnya Nares pun ikut masuk kedalam lift.


Zoya kira Nares sudah pergi, namun ia salah, ternyata Nares malah mengikutinya dari belakang.


"Loh kakak ngapain ikut masuk?" tanya Zoya ketika pintu lift tertutup.


"Ya mau ke apartemen ku lah," jawab Nares dengan enteng.


"Apa? Kakak tidak pulang?"


"Tidak."


Pintu lift pun terbuka, Nares dan Zoya keluar bersama, hingga mereka masuk kedalam apartemen.

__ADS_1


Di dalam apartemen, Zoya masih dibuat bingung atas perilaku Nares, biasanya Nares tak ingin berlama-lama di apartemen, ia selalu pulang cepat untuk pulang ke rumahnya, menemui istri pertamanya dan juga anaknya.


Namun kali ini ia tak pulang, malahan ia malah masuk kedalam apartemen, namun Zoya tak mau ambil pusing.


Kemudian Zoya pun membuka kardigan yang melekat ditubuhnya, ia pun meletakan dengan sembarangan di sofa ruang tv, bersamaan dengan paper bag yang berisi peralatan disain nya.


Nares pun berdecak melihat istri kecilnya itu, yang sembarangan menaruh benda, kemudian ia pun duduk di sebelah Zoya yang kini tengah menghidupkan televisi untuk menonton drama kesukaannya.


"Kakak tidak pulang?" tanya Zoya ketika melihat Nares yang duduk di sampingnya.


"Kamu mengusirku? Dari apartemen ku sendiri?!" Nares pun malah balik bertanya.


"Ya, kan biasanya kaya gitu. Langsung pulang, lagian kakak juga aneh, bukannya kakak sudah mengabaikan ku selama empat Minggu ini? Oh iya aku lupa, kalau kakak kan gak pernah sadar kalau ternyata masih punya satu orang istri lagi," sindir Zoya, dan Nares pun hanya diam dengan wajah datarnya.


"Kakak daripada terus diam dengan wajah yang kaya balok dan kaya kulkas empat pintu, mendingan ambilkan aku cemilan dan minuman, buat teman nonton ku," ucap Zoya lagi dengan entengnya.


Seketika Nares pun melihat Zoya dengan mata elangnya, seakan-akan ingin menerkam mangsanya.


Dan Zoya pun hanya menyengir kuda. Mau tak mau, Nares pun beranjak dari duduknya, lalu berjalan ke arah dapur untuk mengambil pesanan istri kecilnya itu.


Ternyata didalam kulkas maupun rak makanan, banyak sekali beraneka ragam snacks dan juga beberapa minuman dingin.


Nares pun mengambil beberapa snacks dan juga dua botol teh pucuk, untuk istrinya dan juga dirinya.


Nares pun duduk disampingnya, dan menaruh cemilan tadi beserta minuman nya ke atas meja yang ada didepan mereka.


"Silahkan dinikmati tuan putri," sindir Nares, setelah meletakkan cemilan beserta minuman nya ke atas meja.


"Terima kasih," ujar Zoya dengan tersenyum manis, dan hal itu membuat Nares berdecih.


Mereka pun menonton drama yang ditampilkan di televisi, sambil memakan cemilan.


°°°


Ditempat lain, tepatnya di sebuah rumah berlantai dua. Seorang pria yang tengah duduk di kursi ruang kerjanya, seraya melihat laporan dari orang yang ia suruh untuk mengikuti Nares dan Zoya.


Pria itu pun melihat foto-foto yang telah dikirim oleh orang suruhannya ke ponsel miliknya.


Di sana terdapat beberapa foto yang memperlihatkan kedekatan Nares dan Zoya, ketika Nares membawa Zoya ke apartemen miliknya, dan juga ketika mereka pergi ke mall, sampai mereka pulang kembali.


Setelah melihat beberapa foto yang dikirim oleh orang suruhannya, pria itu pun langsung menghubungi orang suruhannya.


"Halo," ucapnya, setelah sambungan itu terhubung.

__ADS_1


" ... "


"Apa dia masih berada di apartemennya? Atau sudah pergi dari apartemennya?" tanya pria itu, yang disebut 'dia' ia tunjukkan kepada Nares.


" ... "


"Baik, awasi dia sampai pagi. Dan ya, apakah kamu sudah mendapatkan semua data pribadi tentang gadis itu?"


" ... "


"Bagus, besok kamu kasih ke saya di kantor, paham."


" ... "


"Oke kalau begitu, saya tunggu kamu di kantor saya."


" ... "


"Ya."


Sambungan itu pun terputus, dan tak lama seorang masuk kedalam ruang kerjanya.


"Mas, kamu belum selesai?" tanya orang tersebut, dia adalah istri dari pria tersebut.


"Sudah ko sayang. Ayo sebaiknya kita segera tidur, oh ya, apa anak-anak sudah tidur?" tanyanya seraya merangkul bahu istrinya, dan mengajaknya untuk pergi ke kamar mereka.


"Sudah ko mas, anak-anak sudah tidur," jawabanya, dan pria itu pun hanya mengangguk.


Mereka pun melangkahkan kakinya ke kamar pribadi mereka yang berada dilantai dua.


Hayo siapa pria itu?


°°°


Kembali ke Nares dan Zoya.


Nares dan Zoya pun menikmati drama yang mereka tonton, sampai pada saat adegan kissing, merak sama-sama melihat satu sama lain.


Sampai mata keduanya beradu, cukup lama mereka saling melihat, entah siapa yang mulai terlebih dahulu.


Tiba-tiba bibir Nares dan Zoya bersentuhan satu sama lain.


**Selamat membaca 💕

__ADS_1


Jangan lupa, like, komen, vote dan gift 🙏💚**


__ADS_2