
Nares pun keluar dari apartemennya, dan meninggalkan Zoya seorang diri.
Di dalam apartemen Zoya pun langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Setelah mandi dan memakai bajunya, tak lama bel pun berbunyi pertanda ada seorang, ia pun langsung membuka pintu, dan dilihatnya seorang pengantar makanan.
"Permisi saya ingin mengantarkan pesanan atas nama Zoya, apa benar ini dengan mba Zoya?" tanya orang pengantar makanan itu.
"Ya benar saya sendiri," jawab Zoya.
"Baik, ini pesanan untuk anda dari tuan Nares."
"Ah ya, terima kasih."
"Sama-sama, kalau begitu saya permisi," ucapnya, dan Zoya pun hanya mengangguk.
Setelah pengantar makanan itu pergi, Zoya pun kembali menutup pintunya dan segera pergi ke dapur untuk memakan makanan yang di pesan oleh Nares.
Karena perutnya sudah berbunyi dari tadi, ditambah semalam ia tidak makan sama sekali.
__ADS_1
Setelah selesai makan, ia pun kembali menonton drama kesukaannya, dikarenakan waktu semalam ia tinggal tidur.
Ditambah lagi ia tak mempunyai pekerjaan yang bisa ia lakukan, ingin membersihkan apartemen ia tak bisa, lantaran ia tak biasa mengurus pekerjaan rumah tangga, seperti menyapu, mengepel, mencuci, dan lainnya.
Karena pada saat kedua orangtuanya masih hidup sang Daddy melarangnya untuk membantu para pekerja yang bekerja dirumahnya itu.
Apalagi ia tinggal di luar negri, semua kebutuhannya sudah dipenuhi oleh sang Dady termasuk mengenai asisten rumah tangga.
°°°
Dilain tempat, setelah selesai dengan pekerjaannya, Nares dan asisten Robi melajukan kendaraannya ke sebuah mall.
Karena Nares ingin membeli sesuatu untuk seseorang.
"Kita pergi ke mall dulu, ada yang ingin aku beli," jawabnya.
"Baik."
Robi pun melakukan kendaraannya menuju mall, sedangkan Nares duduk anteng disebelahnya.
__ADS_1
Tak lama mereka pun sampai di sebuah mall yang berada di kota itu, mall itu pun cukup besar dan ramai.
Mereka pun masuk kedalam mall, dan Nares pun masuk ke dalam toko yang menjual perhiasan, sementara Robi hanya mengikutinya dari belakang.
"Lebih baik lu kemana ke, daripada ngikutin gua Mulu," ujar Nares pada sang asisten.
"Hehehe, lagian gua bingung mau kemana, yaudah gua ngikut lu aja," ucap Robi, seraya menggaruk keningnya yang tidak gatal.
Ya, jika memang tidak dalam kantor dan juga tidak dalam bekerja, mereka akan bersikap layaknya teman. Kerena memang dulu Robi adalah temannya Nares saat kuliah dalam jurusan yang sama.
Dan Nares pun hanya memutar matanya dengan malas, setelah membeli perhiasan untuk kado anniversary pernikahannya dengan Zahra, sekaligus mengganti cincin yang ia pakai untuk menikah lagi.
Nares dan Robi pun keluar toko itu, dan melanjutkan langkahnya ke toko yang menjual berbagai ponsel.
Di sana Nares pun mulai melihat-lihat mana ponsel yang bagus untuk istri kecilnya itu.
Ya, Nares pergi ke mall itu untuk membelikan kedua istrinya itu hadiah, dengan Zahra yang dibelikan satu set perhiasan untuk sebagai hadiah anniversary pernikahan mereka.
Sementara Zoya di belikan sebuah handphone, karena semenjak bertemu dengan Zoya, Nares tidak pernah melihat Zoya memegang sebuah ponsel, biasanya anak muda zaman sekarang tidak pernah lepas dari salah satu gadget itu.
__ADS_1
Setelah memilih, Nares pun memutuskan untuk membeli ponsel merek keluaran terbaru, ia pun meminta untuk mengaktifkan ponsel itu dan sudah dipasangkan SIM card.
Sehingga memudahkannya untuk menghubungi istri kecilnya itu, setelah membeli ponsel, mereka pun memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu, karena mereka pun belum makan siang, padahal jam sudah menunjukkan pukul 14:00 wib.