Takdir Cinta Pengacara Tampan

Takdir Cinta Pengacara Tampan
Episode 8


__ADS_3

"Ayo" ajak Nares kepada Zoya, yang kini sudah resmi menjadi istri sirinya itu.


Zoya pun mengikuti Nares dari belakang, mereka pergi ketempat semula. Yang dimana mobil Nares ditinggalkan karena harus ikut dengan beberapa bapak-bapak yang beronda ke kediaman pak RT.


Mereka berjalan kaki dan untung saja tempatnya tidak jauh dari rumah pak RT tadi, tak butuh waktu lama, mereka pun sampai di tadi. Nares langsung membuka pintu mobilnya dan langsung masuk kedalam.


Sedangkan Zoya masih berdiam diri, karena ia bingung haruskah ia pergi dengan Nares? Lalu bagaimana jika suami dirinya itu tak mau mengajaknya?


"Kenapa kamu masih diam di sana? Cepat masuk, apa kamu tidak kedinginan?" Tanya Nares, dengan nada dingin seraya menyembulkan kepalanya di jendela mobil.


Pertanyaan dari Nares berhasil membuat Zoya sadar dari lamunannya.


Tak ingin membuat Nares semakin kesal dengan dirinya, dan berujung marah, Zoya pun langsung masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Pada saat di dalam mobil Zoya dibuat terkesima oleh ketampanan pria yang kini telah resmi menjadi suaminya itu, meski hanya siri.


Dalam perjalanan hening mendominasi keduanya. Tak ada satupun obrolan dari keduanya, mereka sibuk masing-masing.


Nares yang fokus menyetir, sementara Zoya sibuk dengan pemikirannya, entah apa yang sedang ia pikirkan.


Setelah cukup lama tak ada suara dari keduanya, Zoya pun memberanikan diri untuk berbicara dengan suaminya itu.


"Mm, ka," ucap Zoya pada Nares, seraya melihat ke arah Nares dari samping.


"Boleh ke kontrakan aku dulu?" Tanya Zoya dengan hati-hati, takut ia kan membuat Nares kesal dan marah.


Apa yang dikatakan oleh Zoya, membuat Nares mengerutkan keningnya lantaran bingung, bukankah tadi Zoya bilang ia tidak tahu harus kemana? Lalu sekarang, ia meminta dirinya untuk mengantarkan ke kontrakannya?

__ADS_1


Jika saja Zoya bilang dari awal bahwasanya ia memiliki tempat tinggal, maka kejadian ini tidak akan pernah terjadi, dan ia tidak akan menodai kesucian pernikahan nya dengan Zahra istrinya.


Mendengar hal itu membuat Nares kesal sekaligus dongkol, namun ia tak bisa berbuat apa-apa, lagi pula hal ini sudah terjadi terhadap dirinya, dan hal ini mungkin takdir cinta nya yang harus memiliki dua seorang istri, meski ia tidak mau.


"Bukankah sebelumnya kamu bilang tidak tahu harus kemana?" Tanya Nares.


"Iya, memang tidak. Awalnya aku punya tempat untuk tinggal yaitu mengontrak, tapi aku diusir oleh pemilik kontrakan, lantaran aku tidak membayar uang sewa selama dua bulan," jawab Zoya dengan menundukkan kepalanya.


"Huh, baiklah katakan alamatnya. Aku akan mengantarkan kamu ke sana," ujar Nares.


"Tidak jauh dari sini," ucap Zoya, dan ia pun memberitahukan alamat kontrakan nya yang dulu, dan Nares pun segera melajukan mobilnya ke alamat yang dikatakan oleh istri sirinya itu.


Tak butuh waktu lama, mereka pun sampai di depan kontrakan Zoya, yang hanya terhalang oleh gang kecil, jadi oleh karena itu ia tak bisa menemani Zoya sampai ke kontrakan nya, kerena mobil Nares tidak bisa masuk kedalam, terlebih lagi rasanya ia malah untuk keluar dari mobilnya, apalagi ia merasa lelah, jadi sebab itu ia memutuskan untuk menunggu di dalam mobil saja.

__ADS_1


"Emm, jika kakak ingin pulang, pulang lah. Nanti takutnya istri kakak khawatir sama kakak," ucap Zoya, sebelum turun dari mobil milik Nares.


__ADS_2