Takdir Cinta Pengacara Tampan

Takdir Cinta Pengacara Tampan
Episode 81


__ADS_3

"Lalu kapan kalian pulang?"


"In syaa Allah, besok lusa."


"Jangan lupa makan, dan juga jaga kesehatan, mas."


"Iya. Kamu juga, jaga makan dan jangan memikirkan apapun, yang membuat kamu jatuh sakit."


"Iya mas."


"Oh ya, dimana Zahwa?"


"Zahwa sedang bersama dengan bi Inem."


"Boleh panggilkan, mas ingin melihat wajahnya."


"Tentu saja, sebentar ya mas." Zahra pun mencari keberadaan Zahwa, setelah itu Zahra pun langsung memangku anaknya dan memperlihatkan ponselnya ke wajah Zahwa, sehingga Nares bisa melihat wajah putrinya itu.


Mereka bertiga pun menghabiskan waktu berbicara.


Karena terlalu asik mengobrol dengan istri dan anaknya itu, Nares pun tak menyadari bahwa jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam.


Setelah mengakhiri telpon dengan istri dan keluarganya, Nares pun masuk kembali kedalam rumah Zoya, dan ia langsung masuk kedalam kamar Zoya.


Di sana Nares melihat Zoya yang sudah terlelap dalam tidurnya, ia pun masuk kedalam kamar mandi, untuk mencuci wajahnya dan juga menyikat gigi nya.


Selesai membersihkan wajah dan menyikat giginya, Nares pun langsung naik ke atas tempat tidur.


Karena di kamar Zoya tidak ada sofa panjang, dan hanya ada sofa kecil yang hanya muat untuk di duduki satu orang.


Nares pun tidur di samping Zoya, kemudian ia pun mulai memejamkan matanya.


°°°


Pagi harinya, kini Nares dan Zoya tengah bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit, menemui dokter kandungan.


Karena rencananya kali ini, mereka ingin memeriksa kandungan Zoya. Kerena sebelumnya, Zoya belum memeriksa ke dokter, ia hanya tau bahwa ia tengah hamil dari alat tespack.


Tak lama mereka pun sampai di rumah sakit, mereka hanya tinggal menunggu di ruang tunggu tanpa harus mendaftarkan namanya.


Karena sebelumnya, pada saat Zoya pingsan Nares sudah mendaftarkan nama Zoya untuk memeriksa kandungan.


Dan kali ini mereka mendapatkan nomor antrian nomor tiga.


Tak lama nama Zoya pun di panggil.

__ADS_1


"Nyonya Zoya Alexander," ucap salah satu perawat.


"Ya."


Nares dan Zoya pun masuk kedalam ruangan dokter kandungan.


"Selamat pagi nyonya Zoya dan ... " ucap dokter itu setelah Nares dan Zoya berada didalam ruangan.


"Nares, pagi," jawab Nares sekaligus membalas sapaan dari dokter.


"Ah ya, tuan Nares. Mari silahkan duduk." Dokter yang ber-namteg Gisel itu pun mempersilahkan Nares dan Zoya untuk duduk.


"Terima kasih, dok," ucap keduanya.


Nares dan Zoya pun duduk di kursi yang berada di dihadapan dokter, dan yang hanya terhalang meja saja.


"Mari nyonya, silahkan berbaring di sana," pinta sang dokter untuk Zoya, agar berbaring di atas hospital bad yang ada di ruangan itu.


Zoya pun berbaring di atas hospital bad, dan dokter pun mulai memeriksa Zoya dengan alat yang sudah di siapkan oleh salah satu perawat yang ada di sana.


"Maaf ya, saya buka baju anda sedikit." Dokter itu pun mulai menyibakkan baju yang Zoya pakai sampai perut putih Zoya terlihat.


Di sana dia mulai menuangkan berupa gel ke perut Zoya yang masih rata, dan dokter pun mulai memeriksa perut Zoya dengan sebuah alat.


Sementara Nares, ia hanya memperhatikan apa yang dokter itu lakukan, sampai ketika ucapan dokter mengejutkan mereka berdua.


"Apa?! Maksud dokter saya hamil anak kembar? Dan itupun tiga?" tanya Zoya tak percaya.


Sementara Nares ia hanya mematung karena rasa terkejutnya.


"Iya nyonya, sekali lagi selamat," ucap dokter itu setelah selesai membersihkan sisa gel di perut Zoya.


"Terima kasih, dok." Zoya pun turun dari hospital bad nya, kemudian ia menepuk bahu sang suami, karena sedari tadi suaminya itu diam seperti patung.


"Kak!"


"Ah ya," ujar Nares, kesadarannya pun mulai kembali setelah di teluk oleh istrinya itu.


"Kakak kenapa diam?" tanya Zoya, karena ia takut jika suaminya itu tidak suka dengan kehamilannya.


Bukannya menjawab, Nares justru memeluk Zoya, dan menghujami wajah Zoya dengan kecupan.


"Terima kasih. Aku tidak menyangka, karena aku akan mempunyai bayi kembar," ucap Nares, masih dalam keadaan memeluk istrinya itu.


Sampai ketika dokter pun berdehem, sehingga ciuman yang dihujani oleh Nares ke wajah Zoya dan pelukan Nares pun terlepas.

__ADS_1


"Ekhm maaf mengganggu kalian, tapi saya harus menjelaskan kepada nyonya Zoya tentang apa yang boleh ia lakukan, dan apa yang tidak boleh nyonya Zoya lakukan ketika hamil," ujar sang dokter.


"Ah ya, dok. Maafkan saya, saya terlalu senang dan bahagia," ucap Nares.


Nares pun menuntun Zoya sampai ke meja sang dokter, lalu mereka berdua pun duduk dengan dokter yang berada di hadapan mereka.


"Sekali lagi saya ucapkan selamat atas kehamilan tripel nya," ucap dokter sebelum menjelaskan pada Zoya dan Nares.


"Terima kasih, dok," ujar Nares dan Zoya.


"Begini karena usia nyonya masih muda, ditambah lagi anda mengandung anak kembar. Saya sarankan untuk hati-hati, dan jangan banyak mengangkat benda berat, lalu jangan pernah memikirkan hal yang seharusnya tidak dipikirkan sehingga anda mengalami stres ... Dan untuk anda tuan, sebagai seorang suami harus menjaga ekstra istri anda," jelasnya.


"Baik dok," ucap keduanya.


"Oh ya dok. Ngomong-ngomong berapa usia kandungan istri saya, dok?" tanya Nares.


"Untuk usia kandungan istri anda sudah jalan beberapa Minggu, untuk itu saya jelaskan pada kalian untuk hati-hati, karena di semester pertama ini rawan keguguran."


"Baik dok terima kasih."


"Sama-sama. Saya sudah resep-kan obat dan vitamin untuk istri anda minum, dan ini dia foto USG calon anak kalian." Dokter itu pun memberikan amplop berukuran sedang yang berisi foto USG, serta satu kertas yang berisi resep obat untuk Zoya.


"Terima kasih." Nares pun menerima amplop dan surat itu dari dokter.


"Baik kalau begitu kami permisi, sekali lagi terima kasih," ucap Nares.


"Sama-sama."


Nares dan Zoya pun keluar dari ruangan dokter Gisel.


Dan keduanya pun menuju ke tempat penebusan obat, di sana juga mereka harus mengantri untuk mengambil obat.


Setelah menunggu waktu cukup lama, akhirnya nama Zoya pun di panggil. Nares pun menerima obat, setelah menerima obat dan vitamin, keduanya pun pergi meninggalkan rumah sakit itu.


"Apa ada yang kamu inginkan?" tanya Nares, kini mereka sudah naik mobil, dan tengah di perjalanan.


"Mm ... Aku ingin pergi ke Disneyland," jawab Zoya.


"Disneyland," ucap Nares memastikan.


"He'em."


"Baiklah. Jo kau dengar," ucap Nares pada Jo.


***

__ADS_1


Disini aku menggunakan b. Indonesia untuk dialog dengan orang luar, karena ribet harus translate dulu. Jadi, mohon dimaklumi 😂


__ADS_2