Takdir Cinta Pengacara Tampan

Takdir Cinta Pengacara Tampan
Episode 60


__ADS_3

"Kita mau kemana, mau ke apartemen atau langsung ke rumah lu?" tanya Robi di sela-sela mengemudi nya, saat ini mereka sudah berada di jalan.


"Ke apartemen dulu aja, sepertinya Zoya kelelahan. Lihat, dia sampai tertidur," jawab Nares, dan yah, Zoya sudah tidur dengan bersandar di bahu Nares.


"Oke." Robi pun melajukan mobilnya, ke arah apartemen Nares.


Tak lama, mereka pun sampai di basement apartemen.


Nares keluar dari mobil, seraya menggendong Zoya ala bridal style. Sementara Robi, ia memilih mengeluarkan koper milik Zoya yang ada di bagasi mobil.


Di sana mereka bertiga masuk kedalam lift, dan setelah sampai di lantai tempat unit apartemen Nares berada, mereka pun masuk kedalam unit.


Nares pun membawa Zoya masuk kedalam kamar, di sana ia membaringkan tubuh Zoya ke atas ranjang, lalu ia menyelimuti Zoya sampai dadanya.


Setelah itu, Nares pun keluar dan menemui Robi yang duduk di sofa yang ada di ruang tamu.


"Tunggu, sebentar," ucapnya pada Robi, saat ia sudah berada di ruang tamu.


Nares pun membawa koper milik Zoya kedalam kamar yang ia tempati dengan istri kecilnya itu.


"Maaf, aku harus pulang," bisik Nares pada Zoya yang tengah tidur, lalu ia pun mengecup kening Zoya.


Setelah itu ia pun keluar dari kamar. Ia dan Robi pun masuk kedalam mobil dan mulai melajukkan mobilnya menuju kediaman kedua orang tua Nares.


Nares pun sudah sampai di rumah kedua orangtuanya, setelah bersalaman dengan mamah dan papah nya, ia pun naik ke atas untuk ke kamarnya.


Karena ia sudah tidak tahan untuk bertemu dengan putri kecilnya itu, yang kini sudah berusia empat bulan.


Tadi, ia sempat di beritahukan oleh mamahnya, kalau ayah dan ibu mertuanya sempat datang kemari, namun mereka sudah harus kembali ke Bogor.


°°°


Nares dan Zahra, beserta putri mereka, kini ketiganya sudah sampai di rumah mereka, yang di antar oleh Robi.


Setelah Robi pergi, ketiganya pun masuk kedalam rumah.


Setelah merapikan semua barang-barang nya, dan memasukkan pakaian kedalam lemari, dan pakaian kotor kedalam keranjang pakaian, Nares dan Zahra pun tidur, setelah membersihkan diri.


Mereka tidur saling berpelukan, sebagai obat rasa rindu yang mendamba mereka.


°°°

__ADS_1


Di tengah malam hari, Zoya terbangun dari tidurnya, lantaran perutnya yang berbunyi, meminta untuk di isi.


Pada saat ia sampai di Jakarta, ia belum makan malam, lantaran waktu itu ia tertidur.


Ya, mereka sampai di Jakarta pada pukul tujuh malam, lantaran mereka mengambil tiket kepulangan mereka pada sore hari.


Kembali ke Zoya.


Zoya pun bangun dari tidurnya, dan melangkahkan kakinya ke arah dapur. Ia berharap ada sisa makanan selama ia tinggal.


Namun pada saat di dapur, ia hanya menemukan satu bungkus mie instan saja.


Mau tak mau ia pun mulai memasak mie tersebut, namun ia ragu pada saat ingin menyalakan kompor.


Akankah ia bisa menyalakan kompor itu, karena ia takut akan terjadi sesuatu pada saat ia ingin belajar memasak.


Tak ada pilihan, lantaran cacing di perutnya terus berdemo ingin di beri makan, mau tak mau ia pun mulai menyalakan kompor.


Dengan hati-hati Zoya pun mulai memasak mie instan sesuai petunjuk yang tertera di bungkusan mie instan tersebut.


Setelah matang, Zoya pun dengan hati-hati menuangkan mie tersebut kedalam mangkuk yang sudah terdapat bumbu.


"Yes," ujar Zoya karena berhasil memasak mie instan.


Setelah itu ia pun membawa mangkuk yang berisi mie itu ke meja makan, dan ia pun mulai memakannya.


Pada saat Zoya selesai makan, ia memeriksa ponselnya, yang ternyata terdapat sebuah pesan dari suaminya itu.


🖤


Maaf, aku langsung pulang ke rumah. Dan tidak menunggumu bangun terlebih dahulu, jika sudah bangun, jangan lupa pesanlah makanan untukmu.


Itulah isi pesan dari suaminya, dan Zoya memang mengganti naman kontak Nares yang tadinya "my Hero 😍" diganti dengan simbol love saja "🖤."


Zoya pun langsung menutup ponselnya, tanpa niat membalasnya. Setelah itu, ia pun masuk kedalam kamar, dan melanjutkan tidurnya.


°°°


Pagi hari menyapa, kini Zoya tengah bersiap-siap untuk pergi bersama dengan teman-temannya, siapa lagi kalau bukan, Ratna dan Dila.


Yaps, Zoya memutuskan untuk pergi bermain seharian dengan kedua temannya itu, dan ia pun sudah meminta ijin kepada suaminya itu lewat pesan.

__ADS_1


Kali ini, Zoya tengah menunggu temannya itu untuk menjemput dirinya. Ia memakai pakaian, baju lengan pendek, dan juga rok dengan panjangnya sedikit di atas lutut.


Tak lama ia mendapatkan pesan, bahwa temannya itu sudah berada di basement apartemen.


Zoya pun mengambil tas selempang nya, dan mulai pergi dari apartemennya.


Setelah berada di basement, ia pun langsung masuk kedalam mobil dan duduk di kursi belakang.


Setelah itu mereka pun pergi, tempat pertama yang akan mereka kunjungi ialah mall, mereka akan menonton film bergenre horor yang saat ini sedang trend.


"Wah gila filmnya serem banget ya," ujar Dila, ketika mereka selesai menonton film horor, di bioskop.


"Banget," ucap Zoya dan Ratna, kompak.


"Btw, selanjutnya kita mau kemana ini?" tanya Ratna.


"Gimana kalau kita ke pantai?!" Usul Dila.


"Boleh juga." Zoya pun setuju dengan usulan temannya itu.


"Oke fix, habis ini kita ke pantai ya. Tapi sebelum itu, lebih baik kita pergi makan siang dulu, gimana?!"


"Boleh, kebetulan gua juga udah lapar banget nih," ucap Zoya.


Mereka pun pergi ke cafe, sebelum pergi ke pantai, karena memang waktu sudah menunjukkan jam makan siang.


Setelah berada di cafe, ketiganya memesan makanan sesuai selera masing-masing.


°°°


Di tempat yang sama pula, Nares kini tengah menuju tempat duduk asisten dan kliennya berada.


Pada saat ingin menuju ketempat duduk dimana asisten sekaligus kliennya berada, ia melihat istrinya itu tengah berbincang dengan kedua temannya.


Ingin menghampiri, namun ia tak banyak waktu, karena setelah ini, ia pun akan pergi menemui pamannya, untuk membahas mengenai proyek yang akan dilakukan oleh perusahaan keluarganya itu.


Walaupun saat ini sang paman yang menghandel semua pekerjaan yang ada di perusahaan nya, namun keputusan nya tetap ada ditangannya.


Bagaimanapun ia masih tetep CEO di perusahaannya, hanya saja ia tidak harus menyelesaikan semua pekerjaan nya, ia hanya akan dibutuhkan tanda tangannya, dan juga keputusan nya dalam mengambil kebijakan untuk perusahaannya itu.


***

__ADS_1


Thanks 🙏


__ADS_2