Takdir Cinta Pengacara Tampan

Takdir Cinta Pengacara Tampan
Episode 65


__ADS_3

"Halo assalamu'alaikum," ucapnya setelah sambungan telepon terhubung.


"Wa'alaikum salam," jawab Zahra dari sebrang.


"Ara, maaf mas mengganggu tidur mu."


"Tidak mas. Oh ya, bagaimana keadaan Zoya? Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Alhamdulillah keadaannya baik-baik saja." Nares pun menghela nafasnya sebentar sebelum melanjutkan perkataannya, "dia dipukul oleh Soraya dari belakang."


"Astagfirullah, lalu ada yang ingin kamu sampaikan?"


"Iya, mas ingin bilang kalau mas ... Sepertinya akan menginap disini, kamu gak pa-pa, kan."


"Gak pa-pa mas. Lagian, bukannya besok memang waktu kamu sama Zoya. Jadi, kamu gak perlu khawatir."


"Ma syaa Allah, mas sangat beruntung punya istri pengertian seperti kamu sayang. Terima kasih, karena memahami mas."


"Sama-sama mas. Yaudah, kalau gitu aku tidur duluan ya mas, assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam.


Tut. Panggilan itu pun terputus.


Di dalam kamar, Zoya terbangun dari pingsannya.


"Euggghh," lenguh nya.


"Akhh." Zoya pun bangkit dan duduk seraya memegang tengkuk leher bagian belakangnya, kemudian ia bersandar di kepala ranjang.


"Kau sudah bangun," ucap Nares, ia pun duduk di dekat Zoya.


"Kak, ada apa dengan ku. Seingat ku, ada yang memukul ku dari belakang."


"Ya, memang benar ada yang memukul mu dari belakang, apa ada yang sakit?" tanyanya.


"Tidak ada, hanya leher belakang ku saja yang masih agak sakit."


"Yasudah, kalau begitu kamu tidur lagi saja."


"Iya, tapi nanti. Aku mau membersihkan wajahku dulu, karena aku tidak nyaman," ucapnya, seraya bangkit dari duduknya, dan mulai melangkahkan kakinya ke kamar mandi, tak lupa ia membawa baju tidurnya.


Sementara Nares ia lebih memilih tiduran di atas sofa.


Tak lama, Zoya pun keluar dari kamar mandi, ia melihat suaminya yang ternyata ketiduran di sofa.


Ingin membangunkannya namun ia tak tega, sepertinya suaminya itu terlihat kelelahan.


Zoya pun naik ke atas ranjangnya, dan ia pun mulai tidur kembali.


Pagi hari menyapa, di dalam kamar mandi Zoya berteriak meminta tolong pada Nares, Nares yang waktu itu tengah berada di dapur pun langsung masuk kedalam kamarnya, lantaran ia mendengar suara Zoya yang meminta tolong.


Takut terjadi sesuatu terhadap istrinya itu, Nares pun segera menghampiri Zoya yang kini masih berada di dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Zoy, kamu kenapa?" tanya Nares, ia pun mengetuk pintu kamar mandi.


Cklek. Pintu kamar mandi pun terbuka, dan menampilkan kepala Zoya yang menyembul dibalik pintu, hanya wajahnya saja yang ia biarkan Nares melihat.


"Aku tidak pa-pa kok. Hanya saja ... "


"Hanya saja apa?"


"Em ... Aku, aku boleh minta tolong sama kakak?" tanyanya hati-hati.


"Mau minta tolong apa?"


"Boleh belikan aku ... Pembalut tidak," ucapnya dengan mencicitkan suaranya di akhir.


Dan hal itu berhasil membuat Nares melotot, Nares pun menarik nafasnya.


"Boleh, kamu pakai merek apa. Dan pakai sayap atau apa?" tanya Nares.


"Merek apa saja, yang sayap ya kak," jawabnya.


"Yasudah kalau begitu kakak beli dulu, kamu tunggu dulu saja disini."


"Iya kak."


Nares pun pergi untuk membeli pembalut untuk Zoya, sementara Zoya ia lebih memilih menunggu di dalam kamar mandi.


Di mini market, kini Nares tengah melihat beberapa mereka pembalut wanita, jujur saja ia bingung harus membeli pembalut merek apa, ia tidak tahu sama sekali.


Nares pun memutuskan untuk membeli pembalut mereka yang sering di pakai oleh istri pertamanya, Zahra.


Hanya para pegawai mini market saja lah, ia pun menurunkan sedikit topinya agar tidak ada orang yang melihat wajahnya.


"Ada lagi?" tanya pegawai mini market yang menjaga kasir itu, dan kebetulan yang menjaganya adalah seorang perempuan.


"Tidak ada," jawabnya seperti biasa dengan nada dingin.


"Totalnya 25rb."


Nares pun memberikan uang nominal 50, setelah mendapatkan kembalian, Nares pun pergi dari mini market itu, dan kembali ke apartemennya.


"Kakak kenapa lama? Aku sampai kedinginan tau," ucapnya, setelah melihat suaminya baru saja pulang dari mini market.


Ya, Zoya yang tadi menunggu di dalam kamar mandi memutuskan untuk keluar, dan memutuskan untuk menunggu di kamarnya, dengan memakai jubah mandi.


Ia tidak kuat jika harus menunggu di dalam kamar mandi, karena ia sudah meras kedinginan.


"Maaf, tadi mini market di bawah masih tutup. Jadi aku membelinya di luar," ujarnya seraya memberikan kantong plastik yang berisi pembalut wanita.


"Kakak maafkan aku. Pasti aku merepotkan mu," ucapnya seraya menundukkan kepalanya.


"Tak apa, sebaiknya cepat pakai bajumu. Kamu pasti dingin hanya pakai jubah mandi saja."


"Iya." Zoya pun pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Sementara Nares ia lebih memilih menunggu di dapur, di sana ternyata sudah ada bi Siti yang akan mengambil baju kotor Zoya, untuk di bawa ke tempat loundry.


"Bibi permisi ke loundry dulu, den," ucap sang bi Siti.


"Iya bi."


Tak lama Zoya pun datang, ia pun duduk di kursi sebrang yang berhadapan dengan Nares, dan hanya di halangi oleh sebuah meja saja.


Setelah itu mereka pun mulai sarapan.


°°°


Kini Zoya pun sudah berada di kampus, saat ia ingin masuk kedalam kelasnya, tiba-tiba Erik menghentikannya.


"Zoya," panggil Erik.


"Kak Erik. Iya ada apa?" tanyanya setelah Erik sudah berada di hadapannya.


"Tidak pa-pa," ucapnya dengan suara terengah-engah, karena ia habis lari.


"Aku cuman mau bilang, bagaimana keadaanmu?" tanyanya setelah berhasil meredakan nafasnya.


"Alhamdulillah aku baik, kak," jawab Zoya.


"Alhamdulillah, syukurlah."


"Oh ya. Kalau tidak ada yang ingin di bicarakan, aku permisi masuk dulu kak," ucapnya.


"Ah ya."


Zoya pun masuk kedalam kelasnya, begitu juga dengan Erik yang pergi ke fakultas nya.


"Zoya!!!" teriak Dila dengan heboh, setelah melihat temannya itu masuk kedalam kelas.


"Ck. Biasa aja, berisik tau," ujar Zoya.


"Ye, gua kira lu gak bakal masuk gara-gara semalam," ucap Dila.


"Btw, sorry ya. Kita gak tolongin lu waktu semalam," ucap Ratan.


"Ah ya benar, sorry ya." Dila pun ikut menimpal.


"Gak pa-pa, lagian gua juga gak kenapa-kenapa kok, kalian tenang aja," ujarnya.


Tak lama dosen pun masuk dan kelas pun di mulai.


°°°


Disisi lain, Nares setelah bertemu dengan kliennya itu pun langsung pergi ke perusahaan Syahputra company.


Karena pamannya mengatakan ada hal yang penting harus di bicarakan.


Tak lama ia pun sampai di perusahaan dan langsung pergi ke ruangannya.

__ADS_1


***


Jangan lupa like, komen, vote 🙏💚


__ADS_2