Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Mengunjungi Makam Mami


__ADS_3

Sudah hampir seminggu waktu berlalu begitu saja ketika peristiwa yang dia alami di rumah Pesona Dewi..dan sampai saat itu juga Marco masih tidak tau dimana gadis itu berada, Fred anak buahnya bahkan sudah menyisir sekitar rumah penampungan itu untuk mencari informasih namun semuanya nihil...mereka tidak menemukan informasi apapun yang bisa membantu...


Marco menyandarkan tubuhnya di ruang kerja miliknya dan mencoba mengingat wajah gadis itu namun hanya sekilas...waktu itu dia hanya melihat gadis hanya sekilas...gadis itu pergi dengan cepat..


Sial...bahkan punggungnya masih terasa sakit sekali, tentu saja hal ini membuat Marco semakin terbakar amarah...gadis itu akan membayar mahal karna telah berani menikam punggungnya...dia akan membayar dengan sangat mahal...desis Marco mengerang..


Ingatan tentang tubuh gadis itu membuatnya terbakar...dia menginginkan gadis itu menjadi miliknya...dan Marco akan menemukannya bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun...


Ketika Marco sedang merenung, pintu ruangannya di ketuk dan sesaat kemudian Fredd asisten terbaiknya masuk lalu menundukan kepala di hadapannya,


''Tuan Marco...aku mendapatkan sebuah petunjuk penting...''ucap Fred tersenyum..


Marco mengangguk bahagia..


''Katakan...dengan cepat Fred..''


''Aku mendapatkan foto asli gadis itu, jadi namanya adalah Serena Ocean dan apakah tuan bisa tebak apa hubungannya dengan Mami Flower..."??


''Dia adalah anak kesayangan Flower dalam arti, Flower akan menjualnya dengan harga yang mahal...''


Fred menggeleng...


''Tuan salah karna sebenarnya Serena adalah putri kandung Flower...karna itu Serena selalu melindungi putrinya..bahkan dari kesaksian para bekas pelac*r disana...putri seorang Flower adalah gadis yang masih perawan..''


''Apa.....mereka ibu dan anak..''


''Itu benar tuan..itulah mengapa Serena mendatangi kamar karna dia ingin menyelamatkan Mami Flower walau akibatnya ia kehilangan ibunya..''


''Lalu dimana dia sekarang..''


''Aku telah melacak rumah sakit dan tidak menemukan data sedikitpun tentang Serena tapi menurut beberapa warga mereka pernah melihat Serena di kota ini..jadi tuan Marco...tuan masih punya peluang untuk menemukan gadis itu dan aku berjanji aku tak akan lelah mencarinya...''


Marco mengangguk dengan senyuman kejam..jemarinya terkepal dengan kuat...gadis perawan itu akan menjadi miliknya...liat saja nanti...


''Aku tak akan pernah melewatkan seharipun untuk mencarinya...lacak dirinya dimana dia berada..apa kau mengerti..''desis Marco tajam..


*********


Serena bermain dengan Molly sementara Mark keluar dari lift...ia tersenyum melihat Molly dan Serena sudah akrab..


''Selamat pagi Serena...''


''Selamat pagi...'' sapa Serena..


Mark mendekati Serena dan memintanya duduk sebentar..

__ADS_1


''Aku ingin bicara...''ucap Mark mengeluarkan sebuah berkas..


''Jadi aku telah mendaftarmu di kampus yang terkenal..kau bisa memilih jurusan yang kau suka..''


''Seni...aku ingin menjadi Desainer dan model..''ucap Serena tersenyum..


Mark mengangguk...


''Itu bagus....jurusan Seni..hari ini aku ada jadwal operasi Serena jadi aku tak bisa mengantarmu jadi besok pagi kita akan kesana...''


Serena mengangguk dengan cepat..


''Baiklah.....aku akan menunggu, tapi Mark..aku ingin minta ijin ke makam ibuku, sejak aku keluar rumah sakit...aku sama sekali belum pernah mengunjunginya..''


Mark menganggukan kepala....


''Baiklah aku akan,...''


''Aku akan menggunakan taxi..tidak masalah aku tak ingin mengganggu jadwal operasimu Mark..''


Pria itu menganggukan kepalanya...


''Baiklah....kau sudah menyimpan nomor ponselku bukan...jangan lupa menelfonku jika kau akan pulang...aku akan menjemputmu kalau operasi sudah selesai..''


''Baiklah terimakasih Mark..''ucap Serena tersenyum..


Serena mengangguk..


''Aku dan Molly akan mengantarmu..''ucap Serena tersenyum..


Mark membeku melihat senyuman manis di wajah Serena..astaga gadis ini sangat cantik...dan hal itu tak bisa begitu saja di lewati Mark..dia terlalu berkharisma hingga semua mata pria tak akan beranjak darinya..


Serena lalu menggendong Molly dan melangkah bersama Mark menuju halaman tempat mobil terparkir disana..


Sebelum masuk Mark menatap Serena dengan tajam..


''Apa kau baik-baik saja sendirian ke makam...''


''Tentu saja aku baik..''ucap Serena tersenyum..


Mark mengangguk lega...


''Kau sudah seminggu tinggal disini jadi Serena....aku ingin kau merasa nyaman disini....jangan pernah berpikir untuk pergi dari sini,....''


''Mengapa...'' Serena mengulum senyum malu..

__ADS_1


Dokter Mark terlalu tampan dan membuat siapapun akan jatuh cinta kepadanya, meski mereka masih kecil...termasuk dirinya.,..selama tinggal disini Serena merasa dokter Mark sangat baik kepadanya dan tak pernah sedikitpun hendak memanfaatkannya...dia menemukan tempat perlindungan yang baik...Tuhan mengambil ibu kandungnya dan menggantikannya dengan seorang malaikat tanpa sayap...meski kekosongan karna kehilangan ibu tidak muda tapi...Serena merasa..jiwanya menjadi lebih tenang dalam perlindungan Mark..


Mark terkekeh menyadari wajah Serena kemerahan pria itu mendekatkan wajahnya..


''Aku akan kehilangan pelayan kesayanganku..''


''Hah...masa pelayan sih..''jerit Serena protes..


Keduanya tertawa seketika dengan akrab hingga Mark seakan tak ingin pergi ke rumah sakit..


'Baiklah...aku harus pergi Serena..''ucap Mark melirik jam di tangannya..


''Hati-hati...bye....''


Serena melambaikan tangannya bersama Molly yang meng guguk ria..mobil milik Mark pun pergi meninggalkan rumah...


Sementara itu...


Serena segera memasukan Molly dan menitipnya pada pelayan untuk di jaga sebentar karna Serena harus mengunjungi makam....


Serena akhirnya meninggalkan rumah menuju makam dengan menumpang taxi..dan ketika sampai disana...Serena sudah bisa merasakah sakit ketika ia melihat dari jauh sebuah makam yang sepi..tanahnya masih basah...


Serena memegang sebuah bucket bunga berukuran besar..dan melangkah lemah menuju makam...


Airmatanya menetes di wajahnya yang basah oleh airmata...


Hening....


''Mami...........''suara Serena serak ketika dia sudah berdiri di depan makam bertuliskan nama Flower Ocean...


Serena tak mampu menahan tangisannya dia tersungkur di depan makam Flow dan mulai menangis..


''Mami....apakah kau baik-baik saja disana...apakah Mami tenang disana...Mami....aku merindukanmu Mami....aku sangat rindu....ada banyak yang ingin aku ceritakan..bibi Berta sudah pergi tapi tenang saja Mami...aku di pertemukan dengan orang yang baik dan sopan dia begitu ramah dan tak pernah memanfaatkan aku....meski begitu aku sangat merindukanmu Mami...''isak Serena menundukan kepalanya dia memeluk lututnya sembari menangis...


Serena masih mengingat kejadian lalu dimana dia selalu menyakiti hati Mami dan tak pernah mau mendengarkan sedikitpun nasehat mami Flow...


Serena terus berada disana sampai sore hari dan ketika dia merasa lapar Serena membuatkan p*p mie sendiri dan mulai menghirup aroma mie yang khas..


''Mami....maaf, aku harus makan mie lagi...Mami tak akan marah padaku kan...''bisik Serena sambil mulai makan dengan lahap..


Waktu hari itu di habiskan Serena dengan berfoto disana aagar dia bisa melihatnya ketika Serena rindu..


''Aku akan menjadi seorang Model...apakah Mami setuju..''ucap Serena dengan mata yang basah..


Hatinya sungguh hancur menyadari dia telah hidup sendirian tanpa satu pun orang tua yang bersamanya...

__ADS_1


Deg!!!


Sementara sebuah mobil berhenti di pinggir jalan dan seseorang keluar dari sana dan mendekati Serena....


__ADS_2