Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Aku Ingin Kamu


__ADS_3


Nala meronta dengan begitu kuat, gadis itu menendang..memukul juga berusaha menggapai apapun yang ada di dekatnya..sementara para pria yang memegang Nala kewalahan karna begitu lincahnya seorang Nala..


''Lepaskan aku...aku akan memukul kalian,..pengecut sialan.''jerit Nala dengan suara yang keras..


Ucapan Nala membuat beberapa pria itu hanya menggeleng, bukankah kata tuan kalau nona Amanda adalah gadis yang feminim mengapa berubah menjadi tomboy...?


''Oh...bisakah kau diam saja Amanda atau aku akan menyumpal mulutmu..''


''Aku bukan Amanda brengsek, apa kau buta tidak bisa membedakan siapa Amanda siapa Nala....aku akan.......''


Suara Nala terputus ketika para pria mulai menyumpal mulutnya..hingga gadis itu tak bisa bicara apapun...ia mengumpat dalam hati dan terus menendang hingga para pria yang menangkapnya menggeleng..


Gadis ini benar-benar kuat..


Setelah beberapa saat berkendara, mobil yang membawa Nala pergi lalu berhenti di sebuah gudang yang di jaga ketat..


''Apa kalian sudah menangkapnya..''tanya seorang pria muda menatap dengan tajam..


''Sudah tuan Dava,...kami sudah menangkapnya..''


''Bagus...bawa dia ke ruang introgasi..'ucap Dava dengan dingin..


Dava adalah kakak Tristan, mereka hanya berbeda dua tahun...semua berawal dari Tristan pulang dengan wajah babak belur dan semua itu karna perbuatan gadis yang bernama Amanda...tentu saja sebagai kakak Dava jelas marah, dan hari ini dia memilih untuk memberi pelajaran pada Amanda agar wanita itu sadar kalau dia salah orang...


Dava adalah seorang pengusaha muda berusia 22 tahun yang sukses, menjalankan bisnis keluarganya hal itu membuat Dava menjadi salah satu pengusaha muda yang cukup di perhitungkan dalam dunia bisnis..


''Tuan Dava...Amanda sudah di ikat di kursi..saatnya tuan Dava menemuinya..''


Dava mengangguk lalu melangkah menuju ruang introgasi..pria itu sangat kesal hingga ia tak bisa menahan rasa marahnya ketika pintu terbuka..dari jauh tampak seorang gadis berambut ikal panjang berwarna merah sedang duduk di kursi dengan tangan terikat..


Keduanya bertatapan tajam..dengan Nala yang langsung mengumpat, ketika melihat Dava,..


pria itu mengepalkan tangannya...ia mendekati Nala..


''Akhirnya aku mendapatkanmu..''ucap Dava tajam..


''Cih...siapa kau, aku tidak mengenalmu bajingan sialan..''desis Lana marah..


Umpatan Nala membuat amarah Dava bangkit, dia mendekati Nala dan mencengkram dagu Nala cukup kuat dan menatapnya tajam.


''Kau sombong dan sangat kasar sayangku..dan kau juga membuatku penasaran Amanda..''


''Aku bukan Amanda..apa kau buta...kau bahkan tak bisa mengenali siapa Amanda dan siapa yang bukan..''


Dava melepaskan cengkramannya lalu menatap anak buahnya yang menunduk..


''Apa maksud kalian...dia bukan Amanda..''


Karna mereka takut dengan kemarahan tuan Dava..maka anak buahnya sepakat untuk membantah ucapan Nala..

__ADS_1


''Dia adalah Amanda tuan Dava...kami berani jamin kalau gadis ini berbohong..''ucap para pria itu dengan yakin..


''Beraninya kau...membohongiku..''teriak Dava dengan murka..


''Aku tidak berbohong,....namaku Nala Morgan....aku dan Amanda memang rumah kami berdekatan..lalu apa yang kau inginkan darinya..apa yang telah Amanda lalukan hingga kau menculiknya..''


''Amanda telah menyebabkan adikku Tristan babak belur oleh kekasihnya Nathan...kau pikir aku akan membiarkannya..''


''Kak Nathan..''ulang Nala terkejut..


''Yah...aku akan menghabisi pria itu jika aku menemukannya...''


Wajah Nala memucat..apakah kak Nathan pernah berkelahi dengan Tristan..entahlah Nala tak pernah mendapatkan cerita itu..


''Aku ingatkan padamu Dava...jangan mengganggu kakakku,....''


''Jadi itu bukan kekasihmu tapi kakakmu Amanda..''


''Namaku Nala...astaga mengapa kau sangat lambat dalam mengingat..''gerutu Nala tidak perduli..


Dava menegakan tubuhnya, dia kesal sekali dengan gadis ini namun..tak ingin melepasnya begitu saja, dia juga tidak percaya kalau gadis ini bukan Amanda..


''Baiklah..jika kau terus saja mengelak kalau kau bukan Amanda maka kau harus menunjukan identitasmu..''


''Aku mau menyerahkan identitasku namun tuan Dava...kau harus berjanji melepaskan aku..''


Dava tertawa ketika Nala mengulurkan tangannya..


''Aku Nala...bukan Amanda, aku kesal sekali kepadamu dan tak mau menjawab.'' Nala memutar bolamatanya jengah, ia menunjukan wajah kesal di depan mata Dava dan ini pertama kalinya ada seorang gadis menentangnya, mengumpat dan bahkan tak segan mengatainya..namun Dava mencoba bersabar..


''Ayo bersumpah..kau akan mendapat kutukan mengerikan jika kau melanggar janjimu sendiri...dengan tidak melepaskan aku...''ucap Nala antusias..


''Kekanakan sekali...''


''Ayolah..lagi pula tak ada cara lain seampuh ini.''ajak Nala tersenyum..


Dava pun tersenyum lalu mendekat hingga keduanya menatap dari dekat...dan tersenyum satu sama lain...


''Buka ikatanku..''bisik Nala membujuk ketika dia tau kalau anak buah Dava telah meninggalkan mereka sendiri..


Kesempatan emas itu tak akan pernah di lepaskan Nala begitu saja...


''Kau mau menipuku..''


''Haiiss..bagaimana kita melakukan sumpah jika tanganku terikat..sumpahnya tidak akan menjadi sah..''


Dava menatap mata Nala yang membiusnya..lalu ia pun mengangguk patuh dan segera membuka ikatan tangan Nala yang mengalami tanda merah di sana,...


''Sekarang tunjukan bukti kalau kau bukanlah Amanda...''


Nala akhirnya mengangguk...namun seketika wajahnya mendung..

__ADS_1


''Anak buahmu memegangku terlalu kuat tadi hingga aku tak bisa bergerak...tas milikku tertinggal di mobilmu tadi..''


Dava menggertakan gigi, lalu menarik Nala bersamanya dan menyeretnya keluar dari gudang...hingga gadis itu tersenyum dia sudah siap dalam segala situasi, beruntung Daddy sudah mengajarinya beberapa hal untuk menangani orang jahat..jadi Nala sudah sangat siap menghadapi pria ini..


Sampai di mobil...Dava yang menyangka Nala adalah gadis lemah membuka pintu mobil dan meminta gadis itu masuk...


''Ambil sendiri tas milikkmu lalu tunjukan padaku.''


''Baiklah..''Nala menurut, ia lalu masuk ke dalam mobil dan mengambil tasnya...mengamati bagian depan mobil, dan beruntung kunci mobil masih berada disana..


''Ini..tanda pengenalku..''ucap Nala memberikannya pada Dava...


Ketika Dava sedang melihat-lihat, disaat itulah..Nala kemudian menendang perut Dava hingga pria itu terjatuh..dalam sekejap Nala masuk ke dalam mobil dan menghidupkannya..


''Nala.............''teriak Dava begitu marah..


Namun mobil yang di kendarai oleh Nala meluncur menjauhi gudang..


''Nala...awas kau.......''teriak Dava murka..


Mendengar teriakannya, para anak buahnya mendekat..


'Tuan Dava...''


''Cari gadis itu dan bawa dia padaku..kalian mengerti...aku tak akan melepaskannya.''teriak Dava tak terima..


''Baik.......''


*******************


Amanda memandang pegangan tangan Arron padanya..


''Arron..''


''Ikut aku sebentar...aku ingin menunjukan sesuatu padamu..''


Amanda menurut melangkah menuju lantai atas dan kamar miliknya, masih ada barangnya yang tertinggal...


dan tak jauh dari sana...Arron melukis gambar seorang Amanda yang cantik..pria itu mengambil tangan Amanda dan membawanya di dadanya..


''Amanda...aku menyukaimu..''


''Apa...''


Suara Amanda terputus ketika dalam sekejap bibir Arron mendarat di bibirnya...


Skip..................


**************************


Novel baru sudah rilis yah...jangan lupa tinggalkan komen dan like jug vote....😘🥰❤️🙏

__ADS_1



__ADS_2