
Serena berlari keluar dari dalam ruangan Mami dan mengendap endap menjauhi tempat itu..meski dari jauh dia mendengar teriakan Marco yang histeris, Serena gemetar menahan rasa takutnya bahkan dres tanpa lengannya yang dia pakai untuk menggoda Marco masih terlepas..
''Pria sialan...dia bahkan menikmati sedikit tubuhku...'' umpat Serena terus berlari..sementara sekitar rumah Pesona itu mulai di penuhi oleh para gadis yang berlari keluar..ada bunyi tembakan yang terdengar berkali-kali di belakangnya hingga Serena meneteskan airmatanya dia takut sekali bahkan untuk menoleh..
Serena terus berlari dengan cepat menuju lokasi tempatnya dan Mami akan bertemu...Serena merasa sedikit beruntung karna anak buah Marco akan sedikit kesulitan untuk mencari jejaknya di tengah kerumunan para wanita yang berlarikan keluar...
Tiba-tiba ada bunyi ledakan keras yang terjadi dan membuat Serena semakin panik dan semakin berlari menjauh..Serena membeku ketika dia melihat Mami Flow sedang menunggunya di ujung lorong...
''Mami....''jerit Serena dengan suara yang keras..
Flow menoleh pada putrinya dengan airmata yang menetes....ia membuka lebar tangannya dan menanti Serena menghambur di pelukannya..
''Oh...Serena..kau tidak apa-apa sayang..''
'Aku baik-baik saja Mami...''ucap Serena dengan mata berkaca-kaca..
''Tempat ini sudah hancur..''
''Kita harus pergi Mami...cepat, bibi Berta sudah menunggu kita..''ucap Serena menarik Flow pergi dari sana,..
*********
Marco mengerang ketika anak buahnya mencabut pisau dari punggungnya dan rasa sakit itu membuat Marco menggertakan giginya..
Gadis kecil itu...Marco bersumpah akan menemukannya walau untuk itu dia akan mencarinya seumur hidup...
''Tuan Marco.....cepat kita harus kerumah sakit ada banyak darah..''
''Aaarrgh....''
Marco menarik anak buahnya dengan tatapan tajam..
''Cari Flow sampai dapat dan habisi dia,...apa kau mengerti...lalukan sekarang atau aku yang akan menghabisimu..''
''Baik tuan Marco..''
Pria itu lalu memerintahkan anak buah yang lain untuk membawa tuan Marko keluar sementara dia mencari Mami Flow...
Pria itu keluar dengan memegang pistol di tangannya..
********
Di tengah pelarian Serena mengerang ketika Flow terjatuh rupanya banyak darah yang keluar dari hidungnya ketika dia menunggu Serena tadi..gadis itu menyesal mengapa tidak meminta Mami untuk menemui bibi lebih dahulu..
''Mami....apa yang terjadi..''
''Serena....mami pusing, dan perjalanan kita masih jauh,..bagaimana kalau kau meninggalkan Mami saja..''keluh Flow memegang dadanya,..
Serena tentu saja menolak..dia menatap Flow dengan tajam..
''Aku tak akan perna meninggalkanmu Mami...ayo naiklah ke punggungku...aku akan menggendongmu..''
Beruntung tubuh Flow juga kecil hingga Serena mampu membawanya di punggungnya..airmata Flow menetes sepanjang jalan ketika menyadari Serena tidak menyerah kepadanya..darah menetes dari hidungnya dan membuat Flow pusing...
''Mami apa kau dengar aku,....Mami bertahanlah kita tinggal melewati lorong itu dan kita akan mencapai bibi..''
''Baiklah Serena..Mami kuat sayang..''
Serena tersenyum menahan berat tubuh Mami di punggungnya namun Serena menolak menyerah...dia mencintai Mami dan merasa berdosa karna selama ini ia selalu memberontak..
__ADS_1
Airmata Serena menetes sepanjang jalan...
''Mami.....bagaimana masa kecilku..''
Flow tersenyum...
''Kau sangat manis Serena...ketika aku membawamu ke rumah Pesona Dewi mereka terus memujimu..''
Airmata Serena mengalir lagi dan lagi,...
''Tentu saja...aku cantik..''balas Serena dengan sedih..
''Serena....berhenti sebentar di bawah pohon ini...''bisik Flow dengan suara yang serak..
Serena pun mengangguk dan menurunkan tubuh Flow di tanah dan mendudukannya di bawah pohon...
''Kita sudah jauh,.....mereka tak akan menemukan kita,....''ucap Serena dengan suara yang lega luar biasa.
Flow menatap dari jauh rumah Pesona Dewi yang dia bangun...
''Semoga Tuhan mengampuniku, dosaku sangat banyak..''rintih Flow dengan mata yang basah..
Sementara..
Serena meneleh...
''Semua orang berbuat dosa Mami....jadi Tuhan pasti akan mengampuni Mami jika Mami benar-benar minta maaf....''
Serena menggenggam tangan Flow dan tersenyum..
''Mari...kita hidup baru mulai sekarang, aku akan bekerja demi Mami...aku akan menghasilkan uang dengan ijasahku...sementara itu semua uang Mami kita sumbangkan saja pada orang yang membutuhkan..sudah saatnya Mami berhenti bekerja dan biarkan aku yang mencari uang..''ucap Serena dengan mata yang basah..
''Putriku sudah dewasa....''
''Yah...sebentar lagi aku akan berusia 18 tahun Mami...''Serena tersenyum...
Sementara Flow pun menghela nafasnya dengan lega...
''Mami bangga padamu sayang, meski hidup mami penuh kegelapan dan juga kotor tapi kau....akan bersinar seperti mutiara..jangan melakukan kesalahan yang sama dengan yang Mami lakukan sayang...Mami Mohon...''ucap Flow penuh harap..
''Tentu saja.....Mami...aku berjanji, aku akan menemukan pria kaya raya dan membawanya kepadamu lalu aku akan menikah dengannya seperti seorang putri..''
Flow menganggukan kepalanya sambil mengatupkan kedua tangannya dengan posisi berharap..
Tiba-tiba Flow terbatuk dan mengeluarkan dar*h segar dari mulutnya,...hal itu membuat Serena membeku....
''Mami.......''
''Aaarrggh.....jadi sudah waktunya...''suara Flow terdengar lemah...
Sementara itu Serena mendekat dengan airmata yang berguguran...
''Mami....apa yang terjadi..ayo naiklah ke punggungku aku akan membawamu kerumah sakit...'
''Tidak Serena..percuma,....''
''Apa maksudmu dengan percuma...''
Mata Serena melebar dengan tatapan tak terima,...ini tak adil...dia baru saja tau kalau Mami adalah ibu kandungnya..sekali lagi Serena menolak menyerah..ia lalu berdiri dan meraih sang Mami..
__ADS_1
''Ayo...naiklah..''
''Serena...percuma...''
''Tidak apa maksudmu, kau sakit keras Mami..kau harus berobat ke dokter..''
''Tidak....sudah terlambat.''ucap Flow dengan mata yang basah..
Deg!!!!
Serena menoleh dengan tatapan hancur..
''Apa maksud Mami...''
''Usiaku memang sudah tidak lama lagi Serena,..maaf...Mami merahasiakan ini darimu..''
''Tidak........''tangis Serena menggeleng..
Serena meraih tubuh Flow dan mencoba mengangkatnya berdiri..
''Mami jangan tinggalkan aku...''jerit Serena dengan wajah tersiksa...
Serena gemetar saat itu juga...
''Serena.....maaafkan Mami...inilah alasan mengapa Mami tak ingin kau tau kalau aku ibumu,.....aku tak ingin kau hancur...''tangis Flow dengan suara tercekat,..
''Baiklah kita jangan menyerah Mami..ayolah ikut aku..aku bisa membawamu di punggungku Mami...naiklah Please..beri aku kesempatan untuk merawatmu..Mami please....''isak Serena sesegukan..
Flow akhirnya menurut dengan menaiki punggungnya,...kedua wanita itu menangis sepanjang sisa jalan yang di tempuh menuju kebebasan...
''Mami berat ya Serena..''
''Tidak...Mammi sangat ringan...aku senang menggendong Mami..lain kali ayo lakukan hal ini lagi Mami dulu pasti menggendongku seperti ini..''isak Serena...
''Tentu kau anak yang manis dan selalu menurut....mami sayang padamu Serena...''
''Bertahanlah Mami....tolonglah...''bisik Serena dengan gemetar...
''Serena...Mami lelah...jadi mami mau tidur sebentar....''
''Yah Mami......istirahatlah....aku akan menjagamu.''
Serena tertatih-tatih membawa tubuh Flow mendekati jalan....sampai dia melihat mobil bibi Berta....Serena tersenyum...
''Mami...itu mobil Bibi datang...kita hampir sampai Mami..''desah Serena mulai tak kuat...
Flow tersenyum penuh airmata...
''Serena terimakasih....terimakasih telah lahir dari rahimku yang kotor dan hina..terimakasih karna telah lahir dari wanita sepertiku...aku mencintaimu anakku.....aaku....cinta.....''
''Mami......Mami tidak..............''tangis Serena meraung di pinggir jalan..
Berta yang turun dari mobil berlari menemui keduanya yang sama-sama jatuh di tanah...
''Nyonya Flow.......''
Serena tersungkur dan menangis keras..melihat mami Flow menutup matanya...
''Mami.......jangan tinggalkan aku...''tangis Serena dengan suara yang keras..
__ADS_1
Berta menundukan kepalanya memeluk tubuh Flow yang tidak bergerak......