
Serena gemetar...itulah yang di rasakan Marco hingga pria itu menghentikan langkahnya...Serena sampai harus duduk di meja..
''Apa kau baik-baik saja nyonya..''
Serena menggeleng....lalu perlahan bangkit berdiri...ia pun mengambil secari kertas dan kembali menulis...
''Maaf tuan...tapi aku hanyalah seorang karyawan jadi aku akan menemui nyonya untuk memberitahu kedatangan anda,...dan yah..memang aku sedikit takut karna aku punya fobia dengan orang asing...''
Serena menunjukan kertas itu agar di baca oleh Marco..pria itu menyipitkan matanya dengan pandangan menilai hingga Serena seperti akan pingsan jika tidak lebih lama bersama pria ini..
''Jadi kau mau pergi dari ruangan ini.'' Marco mendekatkan wajahnya hingga Serena menjadi sangat gugup.
Serena mengangguk dengan cepat..
''Bagaimana ini aku penasaran dengan wajahmu..''
''Wajahku penuh jerawat memerah..aku tidak percaya diri hingga memakai masker, jadi maafkan aku..'' tulis Serena sedikit gugup..
Sekali lagi Marco memindai keseluruhan wanita yang dia curigai sebagai Serena ini..meski dia yakin namun Marco tak ingin gegabah,..
''Baiklah.....'' Marco sedikit menjauh memberi jalan untuk Serena bisa bernafas..
Dan rasanya lebih baik, sungguh Serena tidak membuang waktunya..ia segera menundukan wajahnya dalam-dalam dan pamit..
Serena melangkah cepat menuju pintu dan keluar dari sana dengan cepat..Serena menuruni tangga seperti sedang bertemu dengan hantu dan menubruk tubuh salah satu karyawannya..
''Nyonya Serena....''
''Temui tuan itu dan layani dia...kau juga harus mengatakan bahwa kau adalah pemilik butik dan aku adalah salah satu pegawaimu yang bisu...apa kau mengerti...''
''Tapi nyonya....mau kemana..''
''Aku harus pulang sekarang...''
Serena langsung berlari keluar tanpa memperhitungkan dia lupa membawa barang-barangnya....
Serena terlalu takut dan ceroboh..
********
Sementara di dalam ruangan....
Marco mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, ia lalu mendekati meja kerja wanita itu dan mulai meneliti disana mencari sebuah petunjuk apapun yang bisa menghubungkannya dengan sebuah informasi penting...
Jemari Marco menelusuri meja kerja Serena dan tertarik pada sebuah pigura kecil yang terbalik...itu pasti foto wanita ini bukan...? dengan penasaran Marco mengangkat pigura kecil itu namun terhenti ketika ada gerakan pintu yang terbuka dan pria itu menoleh....
melihat seorang wanita berusia sekitar 40 tahunan masuk, bedanya wanita ini tidak memakai masker...
''Selamat siang tuan Marco...''
Marco menegakan tubuhnya, dia melupakan pigura kecil yang hendak dia liat tadi....
''Siapa kau...''
''Aku adalah pemilik dari butik M ini, namaku Seila..silahkan duduk dulu tuan...''ucap wanita itu membungkuk hormat pada Marco...
''Kau tidak memakai masker lalu mengapa wanita tadi..menutupi wajahnya dengan masker..''
''Maafkan kami tuan..tapi..dia adalah pegawai baruku jadi aku belum sempat untuk memperingatkannya..''
__ADS_1
Mendengar hal itu membuat Marco tertawa ringan...
''Apa yang kau coba sembunyikan, dari wajahmu saja aku tau kalau kau bukan pemilik butik ini...''
''Apa maksud tuan Marco aku adalah...''
Suara Seila terputus dengan dramatis ketika Marco mengambil ponselnya, bersamaan dengan itu, tuan Marco mengeluarkan sebuah pistol dari saku jasnya dan memperlihatkannya di depan mata Seila hingga wanita itu merinding...
''Jawab dengan jujur sebelum aku...menemukan kebenaran sendiri..''
''Tapi aku sudah jujur tuan Marco..''
Marco menyipitkan matanya dengan tajam...
''Baiklah....aku akan menelfon Axel dan meminta data yang sebenarnya jika aku dapati kau berbohong maka peluru ini akan menembus dirimu...''
Keringat mulai membasahi wajah Seila dia memejamkan matanya dengan ketakutan setengah mati..oh..mengapa dia malah terjebak dengan pria kejam ini...nyonya Serena memang tak bisa di bantah,....bagaimana nasibnya..?
Seila gemetar ketika menunggu Marco menerima telp...lalu pria itu mematikan ponselnya..ia menatap wanita itu dengan tajam..
''Baiklah..aku akan pergi sekarang, ternyata kau adalah pemilik butik ini yah..''
''Terimakasih atas kepercayaan tuan Marco padaku..''
Marco menganggukan kepalanya...lalu bangkit dan meninggalkan ruangan itu sementara Seila ikut turun membawa jass milik Marco..dengan menarik nafas lega, tentu saja ia bersykur semuanya tidak terbongkar..
''Semoga hari anda menyenangkan..'' Seila membungkuk memberi hormat ketika mobil Marco menjauh..
Sementara Marco semakin penasaran...
''Tuan Marco, apa yang tuan pikirkan..''tanya Fredd..
Marco tersenyum..
Fred tak berani bertanya apapun lagi...
**********
Malam harinya.......
Matteo tersenyum penuh rasa kagum, matanya berbinar terpesona dengan kecantikan Mommy nya..
Serena menuruni tangga dengan senyuman lebar...dan Matteo menyambut jemari Serena seraya mengecupnya...ia pun berdiri dengan tegak...
''Mommy cantik sekali..''ucap Matteo tersipu..
Serena pun mengangguk...
''Dan putraku tampan sekali..''balas Serena memeluk Matteo dengan erat..
''Mommy jangan dekat-dekat dengan pria manapun disana....aku tak ingin punya Daddy...''ucap Matteo penuh peringatan.
Mendengar hal itu membuat Berta dan Serena saling menatap dengan rasa lucu,
''Mommy kan masih muda dan cantik..masa tidak boleh di dekati..''goda Berta ingin melihat seaksi Matteo..
Matteo menggeleng tegas...
''Aku tidak mau...aku hanya ingin hidup bersama Mommy dan bibi Berta selamanya..''
__ADS_1
Berta dan Serena begitu terharu mendengar ucapan Matteo yang begitu manis..
''Kau sangat tampan dan baik hati, Matteo adalah pelindung kami..''ucap Serena dan di amini Berta..
Matteo pun tersenyum bahagia,...
''Ayo kita berangkat sekarang..''
Serena dan Matteo pamit pada Berta lalu meninggalkan tempat itu..
***********
Lokasi pesta tidak terlalu jauh dari rumah Matteo dan juga Serena..sampai disana, Serena langsung mendekati Matteo dan memberi pesan..
''Sayangku, bisakah menolong Mommy nak..''
''Tentu Mommy...katakan..''
Serena memperbaiki jas milik Matteo dan menatapnya tajam...
''Jangan pergi kemanapun sayang, bermainlah sekitar sini karna Mommy harus mengontrol karyawan lainnya, kau tau Mommy punya tanggung jawab besar,...''ucap Serena dengan wajah serius..
Matteo melirik sekitar dan langsung setuju..
''Baiklah aku hanya akan berjalan-jalan sekitar sini dan mungkin melihat bulan...''ucap Matteo tersenyum..
Kebiasaan Matteo melihat bulan berlama-lama tak bisa berubah...
''Bagus...Mommy akan tenang sekarang, telp Mommy jika kau tersesat atau butuh bantuan...''
''Baik..''
''Oh..putraku yang tampan...Mommy pergi sekarang..''
''Pergilah dan aku baik-baik saja..'' ucap Matteo tersenyum..
Serena pun akhirnya lega luar biasa, dia lalu bangkit dari sana dan meninggalkan Matteo sendirian, pria kecil itu memutar pandangan ke segala arah dan hanya melihat banyak orang dewasa yang lalu lalang..Matteo pun memutuskan mendekati meja minuman karna dia sangat haus..
Namun ketika dia hampir sampai di meja, ia terantuk dan hampir saja jatuh namun beruntung sebuah tangan kokoh menarik Jassnya dan jadilah tubuh Matteo berada di udara selama beberapa detik..
''Aaargghhh.....sampai kapan kau akan menggantung aku di udara...''umpat Matteo melirik tajam..
Sementara Marco terkekeh dengan umpatan lucu dari anak kecil yang dia tolong...
Marco akhirnya membantu Matteo untuk berdiri tegak...
Keduanya bertatapan tajam.......
''Welll...aku menuntut rasa terimakasihmu anak muda..''ucap Marco tajam..
Sepertinya mereka cocok dan sedikit mirip, warna mata mereka pun sama...abu terang.
Matteo memperbaiki jassnya ia menatap Marco dengan teliti..
''Bisakah tuan memberiku kesempatan untuk minum aku haus sekali..''
Marco terdiam sesaat terlebih ketika Matteo menyambar sebuah gelas berisi minuman bersoda itu sampai habis..dan sedikit bersendawa...
''Rahasiakan ini dari Mommy ku...dia akan marah kalau aku minum banyak Cola hari ini..''
__ADS_1
Marco tertawa ringan..
''Siapa namamu...''tanya Marco tertarik..