
Pelukan itu akhirnya terlepas dan membuat rasa haru mulai menguar di dalam diri keduanya..
Nathan tersenyum sembari menghapus airmata yang jatuh di pipi Amanda, hingga gadis itu hanya menatap Nathan dengan sedih..
''Bagaimana cuaca disana....apakah dingin..''
''Sedikit...''
Mendengar hal itu membuat Amanda sontak mencubit lengan Nathan hingga membuat Nathan menajamkan tatapannya...apa saja akan dia lakukan demi melihat senyuman di wajah Amanda...bukankah hal itu adalah yang terbaik meski dia sendiri terluka...?
Nathan tertawa....
''Aku suka dingin...Amanda...''
''Mengapa kau suka dingin padahal kelemahanmu adalah dingin kan..mengapa kau memaksa pergi...disini cuacanya lebih baik..''
Nathan terkekeh, melihat perhatian Amanda membuat hatinya menghangat..
''Aku menyukai dingin karna kau suka..''
Amanda menoleh....matanya melebar..
''Mungkin saja kau dan Arron akan bulan madu disana aku akan menjadi pemandu yang terbaik..''
Amanda sontak tertawa....
''Tidak..aku belum memikirkan pernikahan..''
''Mengapa...''tanya Nathan tertarik..
''Karna aku ingin menjadi pengusaha sukses sepertimu..memangnya kau saja yang ingin sukses..''
''Kau bisa sukses setelah menikah...aku yakin Arron akan membebaskanmu..''
Amanda menghela nafas....
''Entahlah...aku hanya ingin menjadi kebanggaan buat Daddy dan Mommy....bagiku menikah lalu punya anak bukanlah waktu yang tepat sekarang..apalagi kita akan punya keponakan dirumah..kak Anna mengandung bayi kembar apa kau sudah tau..''
Nathan mengangguk..
''Yah..bayi kembar yang lucu...''
''Aku pikir begitu...aku sibuk untuk perpindahan perusahaan jadi aku tidak terlalu fokus mendengarnya meski yah..aku mendengar sepintas..''jawab Nathan tersenyum..
''Sepasang anak kembar sudah cukup, mungkin aku butuh beberapa tahun lagi..aku masih muda..''
''18 tahun sudah bisa punya anak,...''goda Nathan terkekeh.
''Kau..''
Amanda kembali mengangkat tangannya ingin memukul ketika matanya bertemu dengan mata Nathan yang coklat terang, pria itu tampak pasrah ketika dia akan di pukul...
Deg!!!
Tangan Amanda masih tertahan di udara..namun tatapan Nathan yang menusuk membuat gadis itu meragu..
''Lanjtkan saja..untuk sekarang ini aku pasrah karna kita akan berpisah..''
''Berpisah..''
''Yah...berpisah untuk waktu yang lama...jadi lakukanlah yang suka..''
Amanda menurunkan tangannya ketika rasa canggung itu mulai menguasainya..dia jadi malu sendiri..
''Tidak jadi saja...aku tak ingin di antara kita ada dendam..''Amanda menyipitkan matanya tajam.
Mendengar hal itu membuat Nathan tertawa..
''Tenang saja..hatiku sangat luas padamu Amanda.,..''
Amanda sontak tertawa dengan malu..
''Mengapa kau manis sekali malam ini...''lirik Amanda tertawa..
''Semua itu karna dirimu..''ucap Nathan dengan wajah serius.
__ADS_1
''Benarkah...aku malu sekali..''
Keduanya lantas tertawa...hingga Nathan menyelesaikan pekerjaannya, pria itu berdiri tegak..
''Tidurlah Amanda...besok akan menjadi hari yang sibuk...jangan sampai kau capek dengan muka bantalnya..''
Amanda mengangguk patuh lalu berdiri tegak dan menatap Nathan..
''Masuklah Amanda...''
''Jadi kapan kau benar-benar akan pergi..''
''Setelah pernikahan selesai..tapi maaf aku tak akan pamit kedua kalinya kepadamu...''
''Mengapa...''lirik Amanda protes...
Nathan mendekati Amanda dan tersenyum..
''Karna kau gadis yang cengeng.....aku tak mau bajuku basah semua karna airmatamu...''
''Aku tidak cengeng kok...''ucap Amanda dengan airmata yang menumpuk...
''Apa ku bilang........''
Nathan kembali memeluk tubuh Amanda dengan erat...sementara..dari lantai atas sepasang mata menangkap kebersamaan dengan tatapan beku.........
*****************
Nala merengek pagi ini..
''Aku tak mau berpasangan dengannya Mommy.......''jerit Nala protes..
''Ini demi kakakmu..mana mungkin kau ku pasangkan dengan kakakmu...dan untukmu Nala..bersikap lembut sedikit astaga,...kau membuat Mommy kesal..''
Syakira menelfon untuk memastikan kehadiran Dava untuk mendampingi Nala di pernikahan nanti..
namun ia langsung tersenyum ketika Dava muncul di pintu...
Calon menantu ideal untuknya..
''Selamat pagi Mommy Syakira..''
''Ibu...''ulang Dava tersenyum..
''Yah....Maya adalah ibumu..''ucap Syakira dengan mata berbinar..
''Yah...bagaimana Mommy tau..''
Syakira mendekati Dava dan menuntunnya duduk di sofa..Syakira tampak sumringah..
''Nala kemarilah dan duduk di dekat Dava..''titah Syakira tak ingin di bantah...
''Ada apa lagi Mommy astaga..'' mau tak mau Nala duduk di dekat Dava meski itu sangat terpaksa..
''Jadi ternyata Ibu dan Dava bernama Maya..sahabat Mommy dulu..''
''Apa....''
Dava mengerutkan kening...ini di luar dugaan karna ia tak berpikir kalau Ibu dan Mommy Syakira adalah sahabat..
''Lalu jika Mommy dan ibu Dava bersahabat dulunya lalu kenapa...apa hubungannya dengan kami..''
''Tentu saja kalian berdua akan kami jodohkan..''
Nala seperti sedang tercekik mendengar pernyataan kejam dari Mommy..
''Apa.........''
Sementara bagi Dava dia tentu saja setuju dengan ucapan Mommy Nala..biar bagaimana pun ia dan Nala memang cocok...pria itu berdehem meski Nala sedikit kasar..
''Jangan terkejut begitu ekpresimu seperti dalam drama ikan terbang di atas laut.'' ucap sang Mommy dengan dingin..
Wanita itu bangkit berdiri,..kini hanya tinggal putranya Nathan yang belum menemukan pasangan...dia harus bagaimana...?
''Dava...awasi Nala..agar dia tidak kemanapun kita akan segera berangkat ke Hotel...''ucap Syakira dengan tajam..
''Baiklah Mommy...'' ucap Dava membungkuk penuh hormat..
__ADS_1
Setelah sang Mommy pergi, Nala bersedekap dengan tajam...
''Apa yang sedang kau rencanakan..''
''Aku tidak...''
''Tidak apa...jelas-jelas kau sedang merencanakan sesuatu..''
Dava berdehem lalu mendekati Nala hingga gadis itu menjadi gugup...keduanya bertatapan...
''Dava.....''
''Aku menyukaimu...jadi..aku tidak melepasmu Nala sayang...''
Dava mengedipkan matanya dan melirik pelayan untuk membantu Nala memakai gaun...
''Pakai gaunmu lalu aku akan menunggu,...''
''Kau mau kemana...Dava..''
''Aku akan menunggu di luar kamar..atau kau menginjinkan aku..''
''Aku akan mencincang....''
''Wuisss...putri Mafia yang kejam...''Dava tertawa..
Namun di saat Nala tidak fokus, pria itu lantas mengecup ringan bibir Nala...hingga wajah gadis itu merah padam..
''Kau...''
Nala ingin menampar wajah Dava namun tangannya di tangkap pria itu..
''Eeiitt.....jangan memukul calon suamimu sayang...bibirmu sudah tidak suci lagi...kau adalah milikku..''
''Aaaaarrrrgggjhhhhhhhhhh.........''
Nala menjerit karna kesal, sementara Dava mengambil kesempatan berlari keluar kamar sebelum sebuah vas bunga pecah disana...
Para pelayan hanya saling menatap lucu, nona Nala sangat pemarah...
***************
Amanda sudah siap dengan gaun berwarna merah darahnya, drescode untuk keluarga adalah warna merah..gadis itu menatap cermin...dan tersenyum..
Matanya bengkak karna menangis semalaman...tapi selebihnya Amanda adalah gadis yang cantik dan hampir sempurna secara fisik..
Amanda baru saja keluar dari rumahnya, mencari rombongan keluarga dan ternyata...mereka sudah pergi...
Gadis itu menghela nafas, sedikit susah dengan gaunnya yang cukup ketat dan membuat ruang geraknya terbatas..
''Nona Amanda...semua sudah pergi dan mereka pikir nona sudah lebih dahulu di Hotel...''
Astaga...sebenarnya semalam dia pamit ingin menginap langsung di hotel bersama rombongan keluarganya namun...malah menangis bersama Nathan dan sekarang dia tertinggal..
Amanda lalu menghela nafas..
'Baiklah...terimakasih..''
Amanda baru saja akan menghubungi Arron karna mereka janjian langsung bertemu di Hotel..Arron pasti sudah berada disana..
Dan di saat bersamaan...
Nathan keluar dari rumahnya sepertinya dia juga ketinggalan..keduanya saling bertatapan....dan langsung tersenyum satu sma lain..
''Butuh tumpangan...''tawar Nathan dengan ramah..
Amanda mengangguk pasrah...
''Bisakah kau membantuku...gaun ini cukup berat..''
Nathan mengangguk patuh lalu mendekati Amanda.....
*****************
Hai..........sebenarnya yah Novel ini berkhir sampai pada pernikahan Matteo dan Anastasya,..
__ADS_1
jadi tinggal 1 bab lagi akan tamat.menurut kalian gimana🥲
Komen di bawah yah...........🥰