Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Sikap Marco


__ADS_3

Marco melangkah mendekati Serena yang menatapnya dengan pandangan syok, pria itu memakai setelan jas seperti Marco..yah...seperti Marco hanya sekali melihat Serena langsung bisa mengingat pria yang telah menghancurkan dirinya di masa lalu..


Serena merasa tubuhnya goyah melihat pemandangan di depan matanya..


Marco melangkah mendekat....ia tersenyum dingin ketika mendekati Serena...


''Sayang....apa yang terjadi, mengapa wajahmu pucat..''


Serena masih menatap mata Marco yang terlalu tajam kepadanya...Marco menarik tubuh Serena agar setengah memeluknya mereka bertatapan...


''Mengapa...kau berpakaian seperti ini Mark...'


Serena mencoba untuk tetap tersadar, yah...yang ada di depannya adalah Mark dan bukan Marco jadi Serena tak ingin terjebak dengan masa lalunya yang buruk...


''Sebenarnya inilah identitasku yang sebenarnya Serena...aku suka berpakaian seperti ini...''


''Apa maksudmu Mark...''


''Kemarilah...akan aku kenalkan dengan semua anak buahku disini..''


Serena hanya mampu menurut, dia menatap para pria berjas hitam yang tampak kontras dengan ruangan yang berwarna putih terang....Marco membawa mereka ke tengah ruangan dan memberi kesempatan agar para anak buahnya memberi penghormatan kepadanya...


''Mereka adalah anak buahku sayang...''

__ADS_1


''Mengapa banyak sekali...aku tidak mengerti Marco.........''


''Marco........''


Kali ini Marco menyipitkan matanya dengan tajam..ia lalu meminta anak buahnya meninggalkan mereka sendiri dan dia hanya sendirian bersama Serena,....


''Mengapa kau menyebut nama itu...Marco...''


Serena memejamkan matanya...anggaplah ini gila dia tak bisa berhenti memikirkan pria itu mengapa....?


''Serena...''


''Yah......''


Mata Serena memerah....semua yang ada di dalam diri Mark sangat mirip dengan Marco saat ini terlebih lagi Mark memakai gaya pakaian seorang Marco...mereka sangat mirip dari tatapan dan dan gaya yang sama...


''Mengapa kau memakai pakaian sepertinya, ini tidak biasa Mark...seorang dokter bukankah harus memakai pakaian berwarna putih dan bukan hitam...mengapa kau membuatku bingung..di satu sisi, kau bersikap seperti Mark namun saat ini kau malah menunjukan sisi seperti Marco..''


''Jadi menurutmu aku siapa...''desis Marco mendekatkan wajahnya..


Serena menggeleng...


''Mengapa kau malah ingin berteka-teki denganku....bukankah aku yang harus bertanya padamu, mengapa kau malah menggunakan style seseorang yang aku benci..katakan Mark...''

__ADS_1


''Aku....ingin menghapus traumamu dengan pria itu..''


''Hah....''


Bahu Serena di tarik mendekat hingga mereka saling menatap dengan tajam...Marco menatap Serena dengan pandangan yang dalam..jelas dia masih merasa aura kebencian yang kuat di dalam diri Serena karna itu Marco ingin Serena terbiasa untuk menatapnya agar gadis ini..bisa menerima dirinya...sebelum Marco membuka siapa dirinya...


''Aku kesal karna di dalam hidupmu kau selalu mengingat seorang Marco yang kau benci...aku tak ingin kita memasuki pernikahan ketika kau masih memendam kebencian di dalam dirimu....''


''Dari mana kau tau style seorang Marco....dari mana Mark...''


''Aku menyelidikinya Serena...aku cukup terganggu ketika kau terus-terusan hidup dalam bayangan seorang Marco...kita yang menikah bukankah kau terlalu berlebihan membenci pria lain Serena...''


''Aku tetap membencinya Mark....ketika aku mengingat dirinya hanya akan membuatku semakin benci...kau tau...seumur hidup aku..tak akan pernah memaafkan dirinya...''


''Mengapa....''teriak Marco tak kalah tajam..


Airmata Serena menetes di matanya yang sembab...


''Dia telah menghancurkan hidupku, jadi selamanya aku tak bisa melupakannya..''ucap Serena dengan penuh peringatan....


Marco membeku di tempatnya...


Deg!!!!!!

__ADS_1


__ADS_2