Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Pesta


__ADS_3


Serena memeluk tubuh Matteo dengan erat, ia menghela nafas berat...


''Apa yang harus Mommy katakan kepadamu sayang...''


''Kejujuran...meski aku masih kecil, aku tak ingin di bohongi Mom...''


Mendengar hal itu membuat Serena mulai terisak...hingga Matteo menjauhkan tubuhnya...dia mengerutkan kening melihat Serena menangis...


Matteo tak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi,..dia hanya ingin tau dimana Daddy nya itu saja...dia hanya ingin tau...namun mengapa pertanyaannya membuat Mommy sedih..


Matteo ikut berkaca-kaca, ia menyentuh wajah Serena yang menangis...


''Mommy...jangan menangis..baiklah aku tidak akan bertanya tentang Daddy..bagiku cukup kita hidup bertiga dengan bibi Berta aku tidak akan meminta lebih...Mommy...''


Serena akhirnya menarik tubuh Matteo..


''Beri Mommy waktu nak...kau akan tau segalanya ketika kau sudah dewasa...Mommy janji akan mengatakannya hanya saja..Mommy belum siap..''


''Baiklah Mommy jangan menangis lagi okey....aku sedih kalau Mommy sedih..''bisik Matteo mendekap Serena tak mau lepas..


''Baiklah..terimakasih...kau adalah putraku yang terbaik..Mommy love u....''


''Love you to sayang...''bisik Serena mencoba membujuk Matteo untuk tidur sementara airmatanya tak mau berhenti mengalir..


Ketika Matteo menanyakan tentang Daddy nya mau tak mau ingatan Serena terbang pada sosok Marco..entah bagaimana kabarnya sekarang, apakah dia masih hidup..apakah dia sudah menikah...apakah dia sudah bahagia...sungguh semua pertanyaan di kepalanya itu terus berputar dan menggodanya..


Serena mencoba tertidur..yah..dia tak akan mau mengingat tentang Marco lagi..baginya pria itu adalah masa lalu..yang harus dia kubur dalam-dalam, tentu saja Serena ingin hidup baru dan menjalani hanya berdua bersama putranya, dia berharap jika mereka tak akan pernah bertemu kembali..tidak akan pernah...


Serena akhirnya tertidur lelap dengan Matteo di dalam pelukannya...


***********


Pagi hari...


Serena sudah membuat sarapan khusus untuk sang putra, ini adalah hari libur sekaligus acara pesta yang akan di adakan nanti malam...Serena harus berangkat ke tempat acara untuk melihat persiapan yang telah di lakukan para karyawannya..


Tak berapa lama kemudian, Matteo turun melalui tangga..ia tersenyum melihat sang Mommy masih berada di rumah dan membuatkannya sarapan..


Sungguh ini adalah hal yang paling indah untuknya, tentu saja...karna biasanya walau hari libur Mommy akan terus bekerja,


''Selamat pagi Mommy, selamat pagi bibi Berta..''sapa Matteo dengan soppan..


Serena dan Berta saling menatap penuh senyum..


''Selamat pagi tuan muda kami..'' ucap wanita itu serempak..


Matteo menjadi salah tingkah namun dia mendekati meja makan dan tak sabar dengan sarapan buatan Mommy...


''Kau tampan sekali sih...''puji Serena meletakan sarapan di depan mata Matteo...


''Itu karna aku anak Mommy...''balas Matteo tertawa..


''Tentu saja kau putra Serena Snow yang cantik..''

__ADS_1


Mereka pun tertawa renyah..


''Mommy mau kemana..''


Serena melirik jam di tangannya..


''Mommy harus mengecek persiapan dekorasi pernikahan...oya nanti malam, Matteo bisa menemani Mommy bukan...''


''Yah....aku akan menemani Mommy tenang saja..''


''Bagus tampanku...Mommy akan kembali setelah semua persiapan selesai, bibi Berta akan membantumu berpakaian sayang..''


''Baik Mommy...''balas Matteo patuh lalu menikmati sarapan..


Sementara Serena mulai bersiap-siap hendak berangkat..


''Oh..Mommy...''


''Yah..sayang..''Serena menoleh...


Matteo baru teringat apalagi yang ingin dia tanyakan pada sang Mommy...


''Siapa pria yang bersama Mommy kemarin..'' tanya Matteo penasaran..


Serena terdiam sesaat dan ingat pada sosok Axel...


''Oh...dia paman Axel...''


Matteo mengangguk dengan wajah dingin..


''Aku tak ingin Daddy baru dalam hidupku...dia tidak menyukai Mommy kan...aku harap tidak karna aku tak akan senang,...''ucap Matteo dalam senyuman..


''Matteo sayang....Mommy dan paman Axel hanya berteman tidak lebih..''


''Aku tenang Mommy..''balas Matteo tersenyum datar..


Serena lalu mengambil tas dan mendekati putranya untuk menciumnya lalu memeluk bibi Berta kemudian dia tersenyum..


''Mommy akan pergi sekarang...''


''Baiklah...sampai jumpa Mommy...''Matteo melambaikan tangannya..


Sementara Berta sangat lucu dengan sikap posesif yang di tunjukan oleh Matteo...


''Bibi jangan menertawaiku..''


''Bibi hanya kagum padamu, tapi bibi penasran mengapa kau tak ingin Daddy...''


Matteo menggeleng...


''Aku tak ingin siapapun mengambil kasih sayang Mommy dariku, aku tau jika pria itu menikah dengan Mommy maka aku akan tersisih..dan aku tak suka itu.''desis Matteo sedikt kesal..


Senyuman di wajah Berta menguap...astaga,...Matteo bahkan sudah menunjukan darah posesif sedari kecil...wanita itu hanya menatap kagum pada Matteo yang sedang meneruskan sarapannya..


*********

__ADS_1


Serena turun dari mobil dengan terburu-buru...dia mendekati beberapa karyawan yang menyambutnya..


''Nyonya Serena..''


''Bagaimana apakah semua sudah selesai..''


''Yah...sudah selesai nyonya..jadi bisakah nyonya melihatnya sendiri..''


''Tentu...''balas Serena lembut,.


Ia dan para stafnya melangkah menyusuri setiap sudut yang telah di hias sedemikian rupa ..terlihat sangat indah,....tentu saja, Serena menghela nafas lega..


''Bagus,...semua sudah siap jadi tempatkan masing-masing kalian untuk menjaga setiap sudut yang di lingkari cahaya biru itu jika ada kesalahan maka perbaiki sebelum semua tamu hadir...apa kalian mengerti maksudku..''tanya Serena antusias..


''Tentu kami mengerti nyonya Serena...''


''Baiklah aku harus kembali dan mempersiapkan diri untuk pesta malam nanti...jangan lupa perhatikan jika terjadi sesuatu kesalahan..''


''Baik nyonya..''


Serena lalu melangkah ringan menuju gedung mewah itu dengan penuh senyum...dan ketika dia hampir sampai di garasi...


''Hei....kau cantik sekali Serena..''


Entah dari mana, Axel muncul begitu saja dan menghadang jalannya..


''Maaf tuan Axel...aku tidak memperhatikan jalan..''


''Its okey....aku yakin kalau kau terlalu sibuk dan lelah..''


''Kau benar..''balas Serena menghela nafas...


''Jadi nanti malam kau akan datang bukan..''


''Yah...aku datang bersama putraku..''


''Akan semakin sulit karna kau punya penjaga...''Axel memijit pelipisnya..


Serena hanya terkekeh mendengar ucapan Axel yang dia anggap sebagai candaan..


''Baiklah tuan Axel, sampai bertemu nanti malam...aku harus segera pergi ke butik..''


Axel melirik jam di tangannya, dia sedang menunggu tamu penting dari kota...


''Baiklah..sampai bertemu nanti malam Serena..hati-hati membawa mobilnya.''


''Terimakasih atas perhatianmu tuan Axel...aku harus pergi sekarang..''


''Yah...''


Axel masih berdiri di pinggir jalan dan melambaikan tangan ketika mobil milik Serena meninggalkan kawasan Hotel dan tak berapa lama kemudian sebuah mobil masuk ke area parkir..


Axel lalu berdehem gugup...dia tersenyum ketika sosok penting itu keluar dari dalam mobil mewahnya..


''Selamat datang tuan Marco Antonio..senang jika tuan bisa hadir di acara pernikahan ini...''sapa Axel memberi hormat..

__ADS_1


''Kota yang indah Axel..''balas Marco mengakuinya...


Kedua pria itu saling melemparkan senyuman...


__ADS_2