
Suasana tebing yang begitu sunyi dan hembusan angin yang semilir pelan menghembus di permukaan kulit, Marco menatap mata Serena yang bening....jemarinya terangkat dan bergerak menyentuh permukaan bibir Serena yang sedikit bengkak karna ciuman yang terlalu dalam..
''Aku mencintaimu Serena..taukah kau..''
''Aku lebih mencintaimu dokter Mark...''
Marco menganggukan kepala....kembali lagi pria itu menarik tubuh Serena merapat kepadanya, bibirnya melum** bibir Serena seolah candu..sementara, kedua jemarinya mulai bergerak liar menyentuh kemeja Serena dan melepasnya...
Serena memejamkan matanya ketika Marco menariknya semakin dekat, semua kaca mobil di naikan hinga tak ada satupun yang bisa melihat mereka jika mungkin ada yang orang lewat namun memang jarang...ini bukan jalan biasa yang di lewati banyak orang...ini jalan khusus yang sepi dan pas untuk Marco mencumbu Serena....
''Aaaarrghh....''
Serena mendesah ketika Marco menyentuh pa yu da ra nya dengan bibir panasnya, tubuh Serena di peluknya dengan erat membuat gadis itu mengerang...
Serena sedikit mengerutkan kening...menyadari kalau dokter Mark ternyata begitu ahli mencumbunya....
bibir panas Marco terus menyapu permukaan pa yu da ra Serena dengan begitu ahli..lidahnya menari-nari disana..sebentar melum**,lalu menghis** dan memberi jejak basah yang menggetarkan...seluruh tubuh Serena membuatnya gila.....
''Serena,.....''
''Mark........''
Kemeja Serena terbuka dengan posisi dia berada di atas tubuh Marco yang telah mengarahkan miliknya memasuki Serena...tubuh Marco bergetar ketika menatap Serena dari atas...gadisnya sudah benar-benar menyerah kepadanya, bagaimana kalau dia tau yang menyentuhnya adalah Marco Antonio pria yang dia benci setengah mati...
Tubuh mereka bersatu di dalam mobil...Serena mengerang ketika Marco membimbingnya bergerak mengejar kenikmatan yang terus memburunya...ini pertama kalinya bagi Serena bercinta di dalam mobil...dan anehnya sedari tadi jalan ini sangat sepi...tak ada siapapun yang lewat,...
Marco kembali menarik tubuh Serena mendekat melum** bibirnya sebelum melanjutkan percintaan panas yang membuatnya gila....
Namun ketika Serena hendak menyentuh punggungnya, Marco menangkap tangan Serena dan kini membalikan tubuhnya hingga posisi Serena berada di bawahnya...
Gadis itu membeku...sedikit terkejut ketika Mark menghindar....
''Ada apa...''
Marco mengerang, ada luka di punggungnya bekas tikaman pisau yang di lakukan Serena dulu kepadanya, jika Serena menyentuhnya dia pasti akan ingat segalanya kalau yang bersamanya adalah Marco...tidak...demi apapun Marco tak akan pernah membiarkan Serena tau segalanya belum saatnya...
Hening....
''Punggungku sedikit pegal....aku tak sengaja jatuh ketika mandi..''ucap Marco memberi alasan...
Serena tampak khawatir....
''Apakah baik-baik saja...bagaimana kalau aku melihatnya...''tanya Serena dengan wajah khawatir...
''Tidak sayang..ini akan baik-baik saja setelah minum obat..jadi untuk sementara jangan menyentuhnya...''ucap Marco sedikit tegas..
__ADS_1
Serena mengangguk lalu tersenyum, menerima penyatuan kembali Marco dan menikmati sentuhannya...pria itu kembali rileks dan memeluk Serena dengan erat..menuju puncak kepuasan..
*************
Setelah semuanya selesai....Marco memakaikan kembali pakaian Serena sementara gadis itu masih berbaring.....
''Semoga kau secepatnya mengandung anakku..''bisik Marco mengecup permukaan perut Serena hingga gadis itu terkekeh ketika dia kembali mendapat serangan ciuman dari Marco...
''Oh hentikan Mark....aku masih harus kuliah..''
''Baiklah tapi kau bisa melakukannya setelah kita menikah dan aku tidak akan melarangmu...''
Serena mengangguk.....
''Jadi kapan kita akan menikah...''tanya Serena yang masih berbaring..sementara Marco menggeser tubuhnya agar dia bisa menyetir...
''Setelah pergi dari kota ini mungkin minggu depan..''
''Minggu depan...''ulang Serena terkejut..
Marco mendekatkan wajahnya dan melum** bibir Serena dengan singkat..
''Aku tak ingin membuang waktu...aku takut kau berubah pikiran sayangku...''bisik Marco mengedipkan matanya...
''Aku tidak akan berubah pikiran kok...''
''Baiklah.....aku akan menjadi Nyonya Mark Antonio...''
Marco menatap Serena dengan tajam, tidak Serena kau adalah nyonya Marco Antonio dan bukan Nyonya Mark..batin Marco dengan geraman yang tak terdengar, pria itu membungkusnya dengan senyuman lembut...
**********
Beberapa saat kemudian mereka berkendara, akhirnya sampai di pemakaman umum, dan Serena turun dari mobil lebih dahulu sementara Marco memarkirkan mobilnya....
Mereka turun bersama mendekati sebuah pemakaman yang sunyi...Serena sedikit terkejut melihat makam Mami Flow terlihat begitu terawat dan ada banyak bunga-bunga yang terlihat disana....gadis itu mengerutkan kening..siapa yang merawat makan Mami...?
''Aku minta maaf mungkin kau tersinggung karna ketika kau bilang akan datang aku meminta orang untuk merawat makam Mami dengan baik....agar ketika kita pergi makam ini selalu bersih...''ucap Marco menatap Serena..
''Apa....''
Serena berkaca-kaca, entah mengapa hatinya menghangat dengan semua yang di lakukan oleh Marco saat ini..bagaimana pun ia sangat bahagia menyadari makam Mami terawat....
Serena mendekati Marco yang menatapnya sedikit takut kalau Serena akan tersinggung dengan apa yang dia lakukan, Marco pikir dia bisa melakukannya untuk menyenangkan hati Serena..
''Apa kau marah karna aku melakukannya tanpa melibatkanmu Serena...''
Hening...
__ADS_1
''Serena....''
Kata-kata Marco terputus ketika Serena menghambur untuk memeluk tubuhnya dengan erat hingga Marco terkejut..
''Serena....maaf..''
''Terimakasih.....atas segalanya Mark....Mami pasti senang dan setuju dengan hubungan kita....benarkan Mami...''
Semilir angin seketika berhembus di sana...Marco terdiam ketika dia menatap makam dengan tatapan beku....apakah itu benar ataukah sebaliknya, jika Flow tau apa yang akan terjadi jika pria yang kejam yang telah memberi tekanan dan ancaman bertahun-tahun pada hidup Flow kini telah memiliki putri kesayangannya..mungkinkah Flow akan setuju kepadanya...
Marco mengeratkan pelukannya mengusap punggung Serena...dia tersenyum...
''Jadi kau tidak marah..''bisik Marco di sela pelukannya..
''Tidak..terimakasih atas segalanya...Mark...aku senang sekali..''
''Aku mencintaimu dan aku akan melakukan seglanya demi dirimu..''bisik Marco lembut..
''Aku percaya Mark...aku percaya padamu...''
Deg!!!
Mereka lalu menghabiskan waktu beberapa saat disana, Marco membiarkan Serena melepas kerinduan sebelum membawanya ke kota lain dan menjadikan Serena istrinya..
''Aku akan memeriksa ponselku di mobil sayang, aku akan kembali..'ucap Marco..
''Baiklah aku ingin beberapa menit disini..''balas Serena dengan lembut..
''Baiklah..''
Marco bangkit dari tempat duduk dan melangkah menuju mobil, ponselnya tersimpan di dalam mobil dan membuatnya harus masuk, dan ketika Marco masuk ke dalam mobil...
Marco terkejut mendengar suara deringan ponsel milik Serena...
Siapa yang menelfonnya...?
Dengan penasaran, Marco mengambil ponsel milik Serena dan mengerutkan kening ketika dia sadar ini adalah nomor panggilan dari luar negri...
Wajah Marco berubah menjadi dingin...apakah mungkin yang menelfon adalah Mark...?
Marco membalikan tubuhnya menatap Serena yang masih betah di makam...pria itu lalu mengangkat telp..dan kata pertama yang dia dengar adalah,....
Serena....ini aku Mark...
Suara Mark terdengar putus asa di seberang telp,....Marco mengeraskan wajahnya....
''Mark...........''desis Marco dengan suaranya yang dingin...
__ADS_1