
Marco dan Serena akhirnya membawa Rive dan Syakira kerumah baru mereka yang langsung berhadapan...
Sebuah hunian besar nan indah berlantai 3...turun dari mobil, Marco dan Rive langsung masuk ke dalam bersama anak-anak termasuk Matteo..sementara Syakira memandang rumah di depannya yang adalah rumah Serena..
''Kau tak perlu lagi menyimpan bebanmu nyonya Syakira...kau punya saudara sekarang yaitu aku...jangan sedih,..kita akan sama-sama menemukan putrimu..''
Airmata Syakira kembali menetes di wajahnya...
''Aku juga berharap aku akan bertemu dengannya...hatiku sakit sekali ketika membayangkan apa yang terjadi padanya, apakah dia kesulitan sekarang...aku bahkan tak bisa menolongnya..''isak Syakira dengan kesedihan yang tak mampu di bendungnya..
Serena meneteskan airmatanya dia bisa merasakan bagaimana perasaan Syakira sekarang...ia kemudian memeluk Syakira dan berusaha menenangkan Syakira...
''Kau harus kuat demi putrimu di luar sana....dia akan sedih kalau kau sedihl..jadi berhentilah menangis kita akan menemukannya...''ucap Serena lembut.
''Setiap detik rasanya aku tak bisa menjalani hidupku tapi ketika melihat fotonya aku jadi optimis lagi kalau dia membutuhkan aku...nyonya Serena...terimakasih banyak...''bisik Syakira menghapus airmatanya..
**********************
Sementara itu.....
Miley menatap dirinya di cermin dan mengerutkan kening...jika di liat dengan cermat memang dia tidak memiliki kemiripan dengan kedua orang tuanya sekarang, rambutnya pirang namun rambut kedua orang tuanya hitam..belum lagi dari bentuk wajah...tak ada sedikitpun yang menunjukan mereka terhubung..sambil menyisir rambutnya Miley menaikan sudut bibirnya..
Lalu..darimana dia berasal, mengapa dia bisa di asuh oleh keluarga yang bahkan tidak mencintainya dari awal..apakah keluarga kandungnya membuangnya atau menjualnya pada keluarga ini...? Atau mungkin saja dia adalah hasil hubungan gelap seseorang...? berbagai tuduhan buruk terkait asal usulnya mulai menyeruak di dalam dada Miley saat ini...rasa sakit mulai menjalar dan semakin membuatnya terluka..
Itu artinya kelahirannya bahkan tidak di inginkan...jadi untuk apa Miley susah payah menjaga dirinya kalau pada akhirnya dia akan di jual pada seorang pria tua...?
Tak lama kemudian terdengar ketukan di pintu...dan Miley menoleh ketika melihat ibunya Margaret masuk....wanita itu langsung tersenyum ramah..wajah malaikatnyalah yang membuat Miley selama ini mengira kalau dirinya adalah gadis beruntung di dunia..
''Putriku...kau sudah siap...''
''Yah....ibu...''balas Miley tersenyum seperti biasa seolah tidak terjadi sesuatu kepadanya....
Margaret mendekatinya..
''Mau ibu menyisir rambutmu nak...''
''Baiklah...sudah lama kita tidak melakukannya ibu....''balas Miley lalu duduk di meja riasnya..
__ADS_1
Mereka saling menatap dengan dalam...tidak seperti biasa, mereka bertatapan seperti itu...jadi Margaret pikir tatapan Miley kali ini berbeda...
Margaret berdiri di belakangnya dan menatap mata Miley yang tajam..
''Jadi katakan pada ibu kau akan melakukan apa hari ini..''
''Aku ada banyak tugas ibu, aku akan mengerjakannya dengan temanku, mungkin aku akan menginap disana dirumah Nora..''
''Nora...''ulang Margaret tersenyum..
''Ya namanya Nora, apakah ibu mengijinkan aku menginap disana...''tanya Miley dengan senyuman di wajahnya...
''Tentu saja...ibu akan bicara dengan Ayah...''
''Ya.....ayah bilang akan segera menikahkanku jadi sebagai anak yang baik...aku harus menyelesaikan segalanya bukan...'' lirik Miley dari pantulan cermin.
''Ya tentu kau putri kami yang paling menurut..''
Miley mengangguk kali ini matanya berkaca-kaca....betapa keluarga ini sangat mengerikan...mereka begitu tega menipunya selama ini...
''Jadi ibu...bagaimana perasaanmu ketika tau aku akan di nikahkan dengan pria tua pilihan ayah...''
Mata mereka saling menatap dengan tajam....
''Miley....sebenarnya ibu tak tega melihatmu seperti itu tapi sayang, coba bayangkan kau hanya akan menjadi istri ketiga..dia kaya raya...mungkin dia hanya akan menyentuhmu satu dua kali lalu setelah itu kita akan menjadi keluarga paling kaya raya sayang...ibu pikir semua itu sebanding...kau akan memegang banyak uang di tanganmu, kekuasaan dan apapun yang kau mau akan kau dapatkan...Margaret berusaha membujuk...jadi sayangku...ibu sangat berharap kau akan menikah...Ayah bilang minggu depan jadi untuk saat ini kau boleh melakukan apapun sebelum pernikahan tapi ingat kau harus tetap menjaga kesucian untuk suamimu saja...apa kau mendengar kata ibu nak..'
Miley tersenyum lembut....meski di dalam hatinya hancur lebur...bagaimana bisa suami istri ini bisa merencanakan sesuatu yang mengerikan untuk hidupnya...sangat tidak masuk akal bagi Miley..
''Tentu saja ibu...aku akan melakukan apapun yang akan membuat kalian senang..''
''Oh...kau adalah anak baik...''bisik Margaret dengan mata berbinar..
Margaret akhirnya mengikat rambut Miley dengan rapi lalu mereka keluar dari kamar menuju ruang makan, disana sudah ada sang ayah Benyamin yang menunggu..
''Selamat pagi Ayah..''sapa Miley bersikap biasa..
Benyamin tersenyum melihat sumber uangnya tersenyum kepadanya..
__ADS_1
''Putriku...kemarilah..''
Benyamin memeluk Miley...lalu mereka duduk sarapan bersama..
''Kau mau kemana sayang,...kau membawa tas..'' tanya Benyamin curiga.
''Putri kita akan mengerjakan semua tugasnya sebelum pernikahan sayang..di rumah teman perempuannya..''sambung Margaret mengedipkan matanya.
Benyamin mengerti arti senyuman Margaret...
''Jadi...apakah kau sudah setuju untuk pernikahan sayang..''tanya pria itu sekali lagi..
''Tentu saja ayah...kalian tau bukan kalau aku sangat mencintai kalian...jadi aku akan menjaga kesucianku untuk suamiku dan menjadi istri ketiga...''ucap Miley dengan senyuman tulus di wajahnya..
Ucapan Miley sanggup mengukir senyum di wajah pasangan suami istri itu...Benyamin lalu mengeluarkan sebuah kartu emasnya dan memberikannya pada Miley...
''Pakai uang ini sepuasnya sayangku, untuk bersenang-senang karna ayah bahagia kau akhirnya akan setuju menikah..''
Miley menerima kartu emas itu dengan tangan terbuka...gadis itu tersenyum..
''Baiklah Ayah....aku akan menerimanya...aku akan belanja sepuasnya aku akan pulang besok dan bersedia menikah..''ucap Miley cukup membuat pasangan suami istri itu tenang..
''Tentu saja sayangku...kau tau kalau Ayah dan Ibu mencintaimu...pernikahan ini akan membuat keluarga kita semakin bahagia dan rukun..''
''Tentu saja...jadi besok bawa calon suamiku kemari karna aku...akan mengatakannya langsung di hadapannya kalau aku akan bersedia menikah dengannya..''
Benyamin dan Margaret tersenyum lega,...sudah bisa di bayangkan betapa besar kekayaan mereka jika di gabungkan dengan si tua bangka itu belum lagi kalau Miley bisa mengambil hati pria itu maka semua harta warisan akan jatuh di tangan Miley...
''Baiklah...aku akan sarapan di jalan, temanku sudah menunggu,...aku pergi ayah dan ibu...''ucap Miley dengan senyuman di wajahnya.
''Baiklah pergilah sayang, hati-hati..''
Miley lalu melangkah keluar dari sana..sampai di pinggir jalan segera Miley menelfon temannya...
''Apakah kau bisa menjemputku sekarang, aku ingin ke pesta Valentine itu...baiklah...aku menunggumu..'' Miley lalu menutup telpnya..
Sesaat dia menatap ke arah rumahnya dan mengepalkan tangannya...
__ADS_1
mereka akan membayar mahal karna telah memanfaatkan dirinya..