
Sekarang bagaimana, Marco melonggarkan tenggorokannya sembari jantungnya berdebar cemas, ketika mereka melangkah menuju apartement...bagaimana caranya agar mengikat Serena untuk menjadi miliknya sebelum semua rahasianya terbongkar...yah Marco tak ingin kehilangan Serena tentu saja dan jalan-jalan satunya adalah...
Ting!!!!!!!!
''Wah....apartement yang mewah dokter Mark...aku tak sabar lagi ingin melihat ke dalam.''ucap Serena dengan mata berbinar.
Marco mengusap rambut Serena dengan lembut dan setengah memeluknya...
''Tentu saja kau boleh melihat semuanya, karna semua milikku adalah milikmu..''
''Tidak jangan katakan itu Mark...aku tidak serakah...lagi pula aku hanya bercanda,..tolong jangan memandangku sebagai gadis matre.''ucap Serena tersenyum.
''Tentu saja...aku menganggapmu sebagai seorang putri..''
''Putri..''
''Yah...kau akan selalu menjadi putri yang cantik di dalam hatiku..''
Serena mengigit bibirnya dengan mata pandangan yang berbinar bahagia.
Ting...
Pintu lift terbuka dan membawa mereka sampai di ketinggian kamar Serena, mereka mendekati sebuah pintu besar dan Marco mulai membukanya..
Dan ketika Serena memasuki ruangan mewah itu...ruangan sangat gelap hingga Serena sedikit merinding namun ketika dia ketakutan...ada Marco yang memeluknya dari belakang untuk menenangkannya sesaat kemudian lampu menyala dan saat itu Serena melebarkan matanya dengan terkejut ketika melihat ada hiasan lampu yang indah di sekeliling ruangan....ada meja berisi banyak makanan yang tersedia dan bukan hanya itu saja..ada banyak bunga mawar putih yang bertebaran di lantai dan ada juga sebuah tulisan yang bercahaya di tengah lantai ruangan bertuliskan.
__ADS_1
Will You Marry me...Serena..
Deg!!!!!!
Serena membeku di sana, sungguh semua ini terjadi di luar dugaanya kalau Mark sang dokter tampan yang awalnya menjadi kakak angkatnya kini melamarnya...Serena berdebar...sampai matanya berkaca-kaca karna terkejut campur haru...sunggu semua hal ini tak pernah di bayangkan oleh Serena..
''Mark....''
Marco melangkah ke depan lalu menatap Serena yang sedang menatapnya dengan tajam...
''Oh..Mark...''
Seperti di dalam drama ketika seseorang menjatuhkan tubuhnya dalam posisi berlutut dan mengeluarkan cincin dalam kotak beludru berwarna merah...sungguh hal itu sangat indah dan tak pernah di bayangkan oleh Serena sebelumnya..
''Aku tau ini mendadak dan kau pasti terkejut...tapi Serena...aku tak bisa menahan semua perasaan yang aku rasakan kepadamu...''
''Serena....''
''Mark...''
''Will you marry me....''
Deg!!!
''Mark..apa kau yakin..maksudku...aku bahagia tentu saja bahagia di lamar olehmu tapi...siapa aku..aku hanya seorang gadis...''
__ADS_1
''Ssst....berhentilah berkata rendah..kau akan menjadi seorang Desainer hebat jadi jangan pernah berpikir kau adalah gadis biasa...karna di mataku kau adalah gadis yang istimewa..''
Mata Serena berkaca-kaca...entah mengapa tatapan Mark malam ini berbeda..dia juga berpakaian berbeda dari biasanya...dan tatapannya terlalu tajam hingga membuat Serena menyipitkan matanya dan mulai berpikir.
Mengapa ingatannya justru mengarah pada sosok pria yang dia benci..mengapa saat yang indah ini membuat Serena mengingat pria yang pernah merampas kesuciannya...
''Serena apa yang terjadi...''
Serena tidak menjawab Marco dan malah bergerak mundur dan membuat Marco mengerang..
''Serena...apa yang terjadi...''
Serena menatap mata pria di depannya dengan wajah yang pucat..
ketika Marco mendekatinya sontak Serena menggeleng takut...
''Serena ada apa....''
''Marco......Marco.....''
Serena menjerit keras...
Deg!!!!
Marco mengeraskan wajahnya....
__ADS_1