
Serena memilih berdiam diri disana ketika Matteo terus memeluknya dan menangis... Sebenarnya Serena masih menyimpan rasa sakit di masa lalu, bagaimana ketika dia tiba di kota ini dan menyadari kalau dia telah hamil anak Marco, dan semua menjadi sulit untuk dirinya, harus menghadapi kehamilan yang tanpa seorang suami membuat Serena kian terpuruk, beruntung bibi Berta tetap mendampinginya dan memberinya kekuatan padanya..
Ketika Matteo lahir Serena harus menerima kenyataan kalau secara visual Matteo mempunyai kemiripan dengan Marco hampir 100%, dan mau tak mau Serena semakin sulit melupakan Marco karna setiap melihat Matteo dia bisa melihat Marco dalam diri putranya..
''Mommy......''isakan Matteo terdengar lemah..
Hingga Serena akhirnya membuka matanya...
Deg!!!
Mata abu terang Matteo menembus mata Serena dan ia hanya menghela nafas...
''Apakah kau sudah menyadari kesalahanmu Matteo..''
''Yah....aku minta maaf Mommy, aku janji....tidak akan melakukannya lagi..''
Serena pun menganggukan kepalanya datar, dia mendorong tubuh Matteo menjauh dan bangkit melangkah meninggalkan Matteo, Serena melangkah menuju ranjang dan duduk disana...sementara Matteo hanya berdiri bagai patung dia tak tau harus melakukan apa karna takut kalau sang Mommy akan marah lagi padanya..
Serena memandang Matteo dengan dalam, putranya tumbuh semakin besar, dia tinggi melebihi anak seusianya..tentu saja hal ini membuat Serena hanya mampu terdiam..tak ada dirinya di dalam diri Matteo seakan Matteo hanya numpang lahir dari rahimnya.
Serena pun akhirnya menyerah...melihat wajah memelas Matteo...
''Kembalilah ke kamarmu, minta bibi Berta membuatkan susu untukmu Matteo...Mommy sangat lelah hari ini.''ucap Serena lalu berbaring miring di ranjang membelakangi Matteo yang terlihat kecewa..padahal dia ingin sekali tidur bersama Mommy...
''Baiklah...aku akan tidur sekarang..''Matteo melangkah meninggalkan kamar Serena dengan berat hati..padahal tadi Matteo sudah membayangkan kalau Mommy akan tidur dengannya namun harapannya begitu tinggi..
Pintu kamar kembali tertutup dan Serena hanya bisa memejamkan matanya..tentu saja Serena meneteskan airmatanya...Matteo memang tak bersalah namun dia belum bisa dekat dengan anak itu entah mengapa..ketika Serena ingin mendekat bayangan Marco selalu menghantuinya hingga dia merasa takut sendiri...entah sampai kapan perasaan ini pergi darinya...Serena tau menjauhi Matteo bukanlah hal yang pantas baginya..dia melahirkan Matteo dengan susah payah namun ketika Matteo bersikap nakal membuat Serena hilang kesabaran, bayangan seorang Marco yang kejam sanggup membuatnya seakan lupa kalau Matteo hanyalah seorang anak kecil berusia 5 tahun yang rapuh.
*****************
Pagi harinya Serena turun dari kamar, namun dia tak melihat Matteo sarapan diruang makan...Serena mengerutkan kening...
''Bibi Berta,....bibi......'' panggil Serena mencari..
Tak berapa lama kemudian bibi Berta muncul dari dapur dan mendekati Serena..
''Ada apa Serena..''
''Bibi dimana Matteo....''
''Sudah pergi barusan bersama bis sekolah yang lewat..''
''Mengapa tidak menungguku Bi...''tanya Serena heran..
Memang setiap pagi selalu ada bis sekolah yang menjemput namun, Serena lah yang selalu mengantar Matteo kalau tidak bibi Berta..
__ADS_1
Berta menatap Serena dengan dalam..
''Maaf aku harus bicara kepadamu Serena, tapi sikapmu sekarang ini bukankah sedikit keterlaluan..''
Serena duduk dan mengunyah roti lapis dia menatap Berta dengan kerutan di dahi..
''Apa maksud bibi dengan aku keterlaluan..''tanya Serena dengan tajam..
''Matteo masih kecil untuk menerima semua pelampiasan kebencianmu pada ayahnya...kau tau pagi ini apa yang dia katakan padaku ketika akan ke sekolah..''
Serena terdiam...ia melonggarkan tenggorokannya dengan gugup..
''Apa maksud bibi...''
''Serena....dia ingin membuktikan padamu kalau dia sudah berubah menjadi anak baik dan bersikap disiplin..''
''Bukankah itu bagus,...dia anak lelaki jadi dia harus bisa bersikap seperti itu..''
Berta menggeleng..bukan itu maksudnya..
''Serena...dia masih kecil seharusnya dia masih mendapatkan kasih sayang darimu...apa kau sedang melakukan hal yang sama dengan nyonya Flow dulu...kau sedang menyiksa putramu sendiri Serena...kau yang paling tau bagaimana rasa sakit ketika kau tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuamu..apalagi seorang ibu..''desah Berta mengingatkan.
Serena terdiam, jauh di dalam hatinya dia memang membenarkan ucapan bibi Berta..
''Bibi tau kau tidak selelah itu hanya untuk memberikan pelukan atau tidur bersama dengan putramu sendiri....Berta menyentuh bahu Serena yang rapuh..ingatlah..jangan sampai kau menyesal...dia memang putra Marco pria yang kau benci namun..jangan lupa kalau dia juga adalah anakmu yang kau lahirkan susah payah 5 tahun lalu..''
Berta lalu tersenyum dan bangkit meninggalkan Serena yang terpaku di depan meja makan...wanita itu memejamkan matanya dan seketika airmatanya menetes di wajahnya....tak pernah di bayangkan olehnya kalau perjalanan hidupnya akan sejauh ini....
Berusaha menguatkan diri, Serena membiarkan masalah Matteo tidak mempengaruhinya meski dia terpengaruh..perkataan Berta seakan menembus jantungnya...
Serena memutuskan melupakannya....
****************
''Jadi....kau adalah pemilik Rumah Bunga...kenalkan namaku adalah Axel....dan siapa namamu..'' seorang pria tampan mengulurkan tangannya ke arah Serena yang berdiri dengan aura yang bersinar..
''Namaku adalah Serena Snow....senang bertemu denganmu tuan Axel..semoga kita bisa bekerja sama dengan baik..''
''Tentu saja...aku harap begitu Nona Serena...''pria itu terpana..
Serena lalu melepaskan genggaman tangan mereka dan mencoba tersenyum.
''Jadi kapan pesta taman akan di laksanakan tuan Axel..''tanya Serena mencoba mencari informasi..
''5 hari dari sekarang Serena, jadi aku ingin taman mulai di hias hingga pada hari H tidak ada kendala..''
__ADS_1
''Tentu saja tuan Axel...orang-orangku akan mulai mengerjakan dari sekarang, tuan akan melihat hasilnya..''
''Tentu,...karna ini adalah pernikahan adikku satu-satunya aku tak ingin kegagalan....''ucapnya penuh harap.
''Aku berjanji tuan Axel...segalanya akan siap dan sempurna...''
Axel mengangguk lega, dia sudah mendengar keberhasilan rumah bunga dalam menangani berbagai pesta jadi tak ada keraguan sedikitpun....
''Baiklah jika sudah tak ada yang perlu di bicarakan aku akan pergi...''ucap Serena pamit.
''Oh..tunggu mau kemana Serena...''cegah Axel tak rela...
Wanita muda itu menoleh..
''Aku harus pergi menjemput putraku...ini jam nya pulang sekolah..''ucap Serena melirik jamnya tangannya.
''Kau sudah menikah..'' tatap Axel kecewa..
''Aku single parents sekarang dengan anakku, maaf tuan Axel..sampai bertemu..''
Serena lalu melangkah pergi meninggalkan Axel yang mengerutkan kening...lambat-lambat dia tersenyum lagi..
Single Parents....wow...dia wanita yang luar biasa..Axel menyimpan harap di dalam hatinya..
********
Di sekolah.......
Matteo duduk dan menatap temannya yang pulang sekolah di jemput oleh kedua orang tua mereka, Matteo hanya menatap dingin ketika kedua orang tua itu memeluk dan mencium anak mereka dengan penuh kasih sayang...
Karna tidak tahan Matteo memalingkan wajahnya...ia memutuskan tidak terlalu memikirkannya. karna terlalu lama menunggu...Matteo lalu bangkit berdiri dia harus bisa pulang sendirian..agar bisa membuat Mommy bangga karna dia bukan anak yang manja...
Matteo pun tersenyum lalu melangkah meninggalkan sekolah....hanya berselang beberapa menit, Serena tiba di sekolah dia turun dan langsung masuk ke dalam sekolah....
''Matteo sudah pulang, tapi...orang di rumah mengatakan dia belum sampai..''Serena mulai gemetar....
''Maaf nyonya tapi dia sudah pulang, aku pikir nyonya sudah menjemput..''
Tubuh Serena lemas seketika..
''Apa maksudmu lalu dimana anakku sekarang...''jerit Serena tak terkendali...
Hatinya hancur saat ini...
Dimana Matteo...oh Tuhan....
__ADS_1