
Matteo duduk di atas sebuah mobil mewahnya, dia adalah pria berusia 20 tahun sekarang, dan sedang berkuliah di salah satu kampus yang memang bisa di bilang milik keluarganya..karna Daddy nya Marco telah memiliki hampir semua saham di kampus besar ini,...jadi Matteo otomatis menjadi pemiliknya..
Matteo punya seorang adik perempuan dengan jarak usia 6 tahun dengannya, namanya Amanda Antonio...dia masih berada di bangku sekolah atas..kelas 1...
''Aku bosan...apakah hari ini ada korban baru..''ucap Marco membuang pandangan pada beberapa anak buahnya ketika dirinya berada di kampus..
''Tuan muda Matteo,....ada seorang gadis yang cantik, dia anak seorang pria yang paling berpengaruh di kota ini...ayahnya adalah seorang gubernur..''bisik Erik, sang kaki tangan Marco..
''Siapa namanya..''
''Miley...''
''Miley...''ulang Matteo mengerutkan kening...
''Dia adalah gadis paling populer di kampus ini,...anak baru dan dia adalah gadis sempurna..''Dani menambahkan...memberi informasinya pada Matteo yang dia panggil dengan kata tuan...
Matteo menyipitkan matanya dengan tajam ketika dari jauh dia melihat seorang gadis yang tampak mencolok bukan dari segi pakaiannya namun tatapannya...gadis itu menyimpan keindahan..
''Apakah kalian maksud adalah dirinya..''tunjuk Matteo tertarik pada seorang gadis yang melangkah dengan tatapan beku..
Gadis itu sangat cantik walau tatapannya begitu berbeda..terlihat dingin dan menyimpan begitu banyak luka, ah...mana mungkin gadis kaya menyimpan banyak luka...Matteo membayangkan adiknya yang luar biasa percaya diri...namun begitu Matteo tertarik..
''Tuan...dia adalah barang langka, ayahnya sangat menjaganya dengan hati-hati seperti porselen mahal...''
''Aku bisa melihatnya,...dia bergaya tomboy agar bisa menipu semua orang dengan tampilannya...well...aku suka..''ucap Matteo melompat turun dari mobil...ia menegakan tubuhnya dan akan mendekati Miley yang melangkah pelan dan menundukan wajahnya dalam-dalam...
''Tuan Matteo...''
''Ssst....naluriku berkata dia harus aku miliki...''ucap Matteo tersenyum..
Dani dan Erik saling memandang....bagaimana pun jika Matteo menginginkan seseorang dia pasti bisa memiliknya..
''Baiklah...apakah butuh bantuan...tuan Matteo..''
Matteo melirik kedua kaki tangannya dan terkekeh...
''Aku ingin kalian melakukan sesuatu untukku..''
Kedua pria itu saling menatap..
''Baiklah...serahkan pada kami tuan muda..''
Matteo tersenyum dingin...matanya berkilat membara..darah seorang Marco mengalir deras di dalam dirinya, naluri penakluk dan Matteo akan mendapatkan apapun yang dia inginkan...apapun termasuk gadis itu...
***************
Miley melangkah mendekati sebuah tong sampah dan membuka isi tas miliknya dan membuka sebuah kotak makanan dan melemparkannya ke dalam tong sampah itu lalu menghela nafas,...dadanya terasa sesak membayangkan kalau hidupnya benar-benar seperti panggung sandiwara...gadis itu menatap beberapa temannya yang lewat..mereka tertawa dengan lepas bukan karna dari keluarga kaya, bukan karna banyak uang namun..tawa itu sangat tulus dan begitu membuat seorang Miley iri..
Yah....apa kurangnya..dia adalah gadis 18 tahun yang baru saja masuk kuliah di tahun pertama...kedua orang tuanya sangat sibuk sekali bahkan terlalu sibuk sampai tak pernah memberi kasih sayang..
__ADS_1
mereka tidak pernah memberi perhatian pada anak-anaknya dan setiap bertemu..sang ayah hanya terus mengatakan satu hal..mereka harus menjaga imeg agar di mata semua orang keluarga mereka sempurna..
Miley juga tau kalau sebenarnya baik itu ayah maupun ibu mereka punya pasangan di luar dan mungkin ada beberapa anak hasil selingkuh mereka..
Hal itulah yang membuat Miley menutup rapat hatinya untuk mencintai...
''Miley.......''
Suara seorang gadis memanggil di belakangnya...
Miley langsung menutup tasnya dan membalikan tubuhnya dan tersenyun lembut..
''Nana...''sapa Miley dengan sopan,seperti pesan ayahnya mereka harus banyak tersenyum di depan orang lain termasuk teman-temannya...
''Sedang apa di belakang kampus...misterius sekali sih..''bisik Nana langsung mengalungkan tangannya di lengan Miley dan membuatnya melangkah meninggalkan halaman belakang kampus..
''Aku hanya berjalan-jalan...katakan ada apa...mengapa kau mencariku...Nana..''
Nana lalu mengeluarkan sebuah kartu undangan valentin dan menyerahkan pada Miley yang mengerutkan kening..
''Maafkan aku Nana..kau tau aku tak bisa...''ucap Miley minta maaf...
''Ayolah..semua teman sekelas itu ikut..mengapa kau malah kau tak ingin ikut...''ucap Nana protes..
Miley kembali menatap undangan pesta Valentine itu dan menimbang...
''Tapi lokasinya berada di club luar kota,...bukankah terlalu jauh, kau tau posisiku Nana...bagaimana kalau ada mata-mata yang mengikutiku dan melapor pada ayah..bukankah dia akan sangat marah padaku..''
Sementara Miley menimbang sebentar....bagaimananapun pesta ini sangat berarti untuknya atau semua teman akan menjauhinuya...
''Baiklah aku akan ikut..''
''Yey....''Nana melompat dan memeluk Miley...
Ketika Nana tampak bahagia, Miley kembali menatap mata gadis di depannya..
''Aku ingin memberitahumu sekali lagi kalau...aku tak ingin di foto...ayahku akan membunuhku jika tau kalau aku berulah di pesta...''
''Tentu saja tenanglah..tak akan ada yang akan terjadi percaya padamu ingat..''ucap Nana tertawa..
''Baiklah aku mengerti dan lega sekarang..''balas Nana antusias..
Sementara Miley hanya sedikit tersenyum menyadari kalau dia sedang mempertaruhkan nama besar ayah dan ibunya yang seorang petinggi politik...namun Miley hanya berharap semua akan baik-baik saja...
**********
Pintu mobil mewah bagian belakang terbuka, Nana adalah salah satu mata-mata yang di tempatkan Matteo di dekat Miley..
''Tuan Matteo...''
''Apakah dia bersedia...''tanya Matteo dengan senyuman penuh arti di hadapannya...
__ADS_1
Nana pun mengangguk..
''Miley setuju untuk datang ke pesta yang tuan adakan jadi sekarang, apa yang harus aku lakukan..''tanya Nana penasaran..
Matteo tertawa dengan kencang, sudah dia bilang bukan...apapun yang dia inginkan akan dia dapatkan segera...
''Jadilah teman terbaiknya dan....laporkan segalanya padaku..apa kau mengerti..''desis Matteo tajam..
''Baiklah tuan Matteo..sesuai perintah tuan..''
Nana pun pergi dan meninggalkan Matteo juga dua temannya Erik dan Dani...
''Lantas apa yang akan kau lakukan tuan Matteo...''
Matteo memajukan tubuhnya dan menatap kedua sahabat sekaligus anak buahnya...
''Kalian tau apa maksudku kan...apalagi kalau bukan bermain-main....aku benar-benar penasaran padanya..sangat penasaran..''
''Penasaran tentang apa maksudmu..''tanya Erik..
Matteo menoleh...
''Tubuhnya apalagi,.....aku perlu wanita untuk bersenang-senang jadi aku akan memilihnya...''
''Wah.....aku sudah menduga,...''ucap Dani tertawa...
''Sekarang...aku harus ke kantor Daddy ku jadi kalian berdua bisa pergi sekarang..''ucap Matteo tegas..
''Baiklah........''
Seketika mereka melompat turun dari mobil mewah itu dan Matteo pun meninggalkan kampus dengan cepat...
***********
Miley turun dari dalam mobilnya dia menghela nafas ketika melihat ada beberapa mobil mewah datang padanya..
Ketika gadis itu masuk sang ayah memanggilnya mendekat...di depan ayahnya tampak pria yang seumuran dengan ayahnya..
''Kenalkan ini Miley putriku...dan Miley..dia adalah pemilik saham terbesar di perusahaan kita...''
Miley menundukan kepalanya dalam-dalam....
''Selamat siang Om...''
''Om....ya ampun Miley..dia akan menjadi suamimu kelak..''ucap sang ayah tanpa perasaan..
Miley benar-benar terkejut menyadari ayahnya akan menjodohkannya dengan seorang pria tua yang seumuran dengan ayahnya...
Jemari Miley terkepal....
Tidak mungkin........
__ADS_1