
Marco memandang undangan yang ada di tangannya dengan tatapan beku, sudah lama rasanya dia tidak menghadiri pesta atau pertemuan penting karna seluruh waktunya dalam lima tahun terakhir adalah mencari Serena...bahkan dia tidak pernah melewatkan informasi sekecil apapun yang datang padanya bahkan lokasinya cukup jauh darinya...Marco mengejar peluang sekeli apapun meski akhirnya dia harus di landa kecewa karna ia tidak menjumpai yang dia mau disana...
Serena...Serena...dimanakan dirimu...?
''Itu hanya kota kecil..''ucap Marco malas..
Fredd membungkuk..
''Kota kecil dengan pemandangan alam yang luar biasa indah tuan Marco..''ucap Fred membujuk.
''Serena suka pemandangan alam yang indah jadi apakah kita bisa menjumpainya disana...''
''Tentu saja tuan Marco..disana adalah surga untuk pemandangan indah, tuan bisa menikmati waktu disana...lebih lama..mungkin kita akan menemukan keajaiban disana..''
''Termasuk Serena..''tatap Marco seolah tak lelah..
Fred terdiam sebentar..ia tentu saja tak berani mematahkan hati tuannya dengan mengatakan kalau itu tidak mungkin bukan...?
''Tuan Marco....tak ada yang tak mungkin bukan...selama ini tuan sudah mencari nyonya Serena ke segala penjuru dan kita melewatkan kota kecil itu..mungkin saja keajaiban ada disana,....''ucap Fred memberi harapan..
Marco lalu bangkit dari tempat duduknya dan tersenyum...
''Aku akan kerumah adikku Mark sebelum pergi ke kota lain..''ucap Marco meraih jas miliknya..
''Baik tuan Marco....''
**********
Elena tersenyum lebar melihat mobil milik Marco tiba..wanita itu teramat bahagia dan menaruh penghormatan besar pada kakak iparnya..
Elena mengenang..ketika 5 tahun lalu setelah dia melahirkan anak perempuan, kak Marco akhirnya tau kalau ada perjanjian nikah antara dirinya dan Mark..bahwa setelah anak mereka lahir maka Mark akan menceraikan Elena..namun perceraian itu batal karna Marco tau segalanya dan dia sangat marah...bahkan Mark sangat takut dan segan...
Ancaman Marco jelas, jika Mark berani menceraikan Elena...maka dia tak akan pernah melihat putrinya selamanya..jadi sejak saat itu Elena sungguh bahagia dan berutang budi besar pada kakak iparnya...bahkan anak mereka sangat dekat dengan Marco dan sering kali salah mengenal ayah mereka..itu karna baik Mark dan Marco adalah kembar identik jadi sulit membedakan mereka...
''Milley.....paman Marco datang...''bisik Elena pada putrinya yang berusia 5 tahun...
Gadis kecil itu melompat senang....ia melepaskan semua permainannya dan berlari keluar rumah untuk menyambut kedatangan sang paman Marco.
''Paman..........'' suara melengking Miley membuat Marco terkekeh dan menyambutnya dalam pelukan..tubuh kecil itu di angkat tinggi dan di peluk dengan erat...
''Boneka cantik paman..''bisik Marco sembari mengeluarkan sebuah boneka bear besar dan membuat Miley melompat girang..
''I love Bear....terimakasih pamanku sayang.''bisik Miley dengan senyuman bahagia disana....
''Bermainlah...mana Ayahmu..''
__ADS_1
''Ayah sedang di ruang kerja tapi Ibu sudah memberitahunya kalau Paman datang.''ucap Miley sembari menggendong bear nya..
''Baiklah...ayo kita masuk...''ajak Marco melangkah bersama Miley..
********
''Kakak akan ke kota itu hanya untuk pesta..''ulang Mark mengerutkan kening..
''Yah...aku pikir aku harus pergi hanya seminggu lalu kembali..''ucap Marco menatap Mark dan Elena bergantian...
''Kakak pergi maka rumah ini akan sepi..''ucap Elena melirik Mark yang bersikap datar kepadanya.
''Bukankah ini saatnya kalian dekat....aku tak ingin mendengar apapun yang akan terjadi...ingatlah Miley dia butuh kalian berdua..''ucap Marco memberi peringatan..
''Tidak akan terjadi apapun pada kami jadi pergilah dan bersenang-senang...''
''Dan aku berharap ada keajaiban disana,..seperti menemukan Serena kembali..''sambung Elena tulus..
Mark dan Marco langsung menatap ke arahnya dengan tatapan beku...hal itu membuatnya sedikit gugup...tatapan si kembar ini sangat tajam kepadanya..
''Tentu meski hanya 1% aku akan tetap berharap....''ucap Marco tersenyum......
''Bagaimana kalau kita makan siang bersama saja...''ajak Elena mengejutkan keduanya...
*********************
Sementara itu...
Serena masih memeluk tubuh Matteo dengan begitu erat begitu takut kehilangannya, yah....tak terbayangkan oleh Serena kalau putranya benar-benar hilang, entah apa yang akan terjadi kepadanya...
''Kau kemana saja Matteo....Mommy mencarimu kemana-mana..''isak Serena dengan airmata yang menetes di wajahnya..
Matteo terdiam..setelah sekian lama, inilah pertama kalinya Mommy memeluknya, mungkin Mommy memeluknya ketika dia tertidur jadi tak ada memori apapun yang di simpan oleh Matteo dan hal ini cukup membuatnya bahagia..yah...Mommy ternyata mencintainya...Matteo tersenyum bangga..
''Apakah Mommy mencintaiku...''
Hening....
Jantung Serena berdebar kencang mendengar pertanyaan polos dari sang putra, ia baru sadar kalau selama ini hubungannya dan Matteo begitu dingin dan hanya berkomunikasi dengan formal, hal itu cukup membuat Serena sedih yah....biar bagaimana pun Matteo juga adalah darah dagingnya...tentu sajan bagian dari dirinya, Serena baru sadar ketika Matteo hilang hari ini...rasanya ingin mati saja..dia tak bisa membayangkan hidup tanpa Matteo...
Serena menjauhkan tubuh Matteo dan menatap mata tajam Matteo seolah menuduh kepadanya...
''Mommy minta maaf kalau selama ini Mommy bersikap dingin padamu sayang..apakah kau sedih..''airmata Serena menumpuk disana..dia sungguh tak menyangka jika dirinya yang telah memusuhi putranya sendiri...Serena sungguh menyesal...
''Mommy...aku tau Mommy pasti sibuk meski aku sedih aku tak mengapa,...aku seorang anak laki-laki yang kuat..''ucap Matteo tersenyum meski airmatanya menetes..
__ADS_1
''Oh sayangku mengapa kau menangis..''
Serena menghapus jejak airmata Matteo yang terus mengalir..padahal dia juga menangis..
''Aku merindukan pelukan Mommy...''bisik Matteo tak bisa menahan emosinya...
Serena begitu hancur mendengar ucapan Matteo ia kembali memeluk sang putra dan menangis..
''Maafkan Mommy sayang....maaf...Mommy janji...akan selalu memelukmu..''bisik Serena terluka..
''Aku berjalan kaki hari ini untuk membuat Mommy bangga padaku, bahwa aku bukan anak nakal...aku anak yang kuat dan tidak cengeng...''
''Mommy sangat bangga padamu Matteo..sangat bangga, tapi cukup...Mommy akan mengantar dan menjemputmu mulai sekarang...ayo perbaiki hubungan kita Matteo apakah kau setuju.''tanya Serena penuh harap...
''Yah....aku setuju...aku mencintaimu Mommy..''
Serena menghela nafas lega..
''Sayangku..putraku, Mommy lebih mencintaimu anakku...''bisik Serena penuh cinta...
Mereka masih saling memeluk, hingga Serena membawa Matteo masuk dan menemaninya makan lalu tidur di kamarnya..
Malam pun tiba.....
Serena tidur sembari memeluk tubuh kecil Matteo sambil membacakan cerita..
''Besok kau mau menemani Mommy ke pesta...''ajak Serena antusias..
''Baiklah aku akan menamani Mommy..''balas Matteo tersenyum..
''Bagus...sebenarnya Mommy juga bekerja disana mengawasi karyawan disana..jadi kita tak bisa terus bersama sepanjang acara kau boleh mencari teman atau apapun asal tetap di dekat Mommy..''
''Baiklah...Matteo menatap Serena yang memejamkan matanya...
''Mommy...apakah aku boleh bertanya sesuatu...''
'Katakan sayang..''
''Dimana Daddy ku...''
Deg!!!!!
Serena membuka matanya...dan menghela nafas....dia cukup syok dengan pertanyaan Matteo..
''Daddymu...dia..''
__ADS_1