
Miley menatap sekelilingnya dan ia baru menyadari bahwa di lantai dua ini sudah kosong dan sepi..Nana entah kemana dengan beberapa pasangan lainnya yang lenyap begitu saja dari pandangannya kini tinggalah dirinya dengan pria mesum yang mencoba menggodanya di club malam..
Miley bergerak mundur sementara Matteo melangkah maju mendekatinya...
''Apakah malam ini kau membawa ponselmu untuk merekam semuanya..ayo rekam aku dan ancamlah aku dengan kesombonganmu itu..Miley..''
Miley mengepalkan tangannya, itukan sebabnya di depan pintu masuk tadi mereka di haruskan melepas tasnya dengan alasan demi keamanan..
Cih....Miley sudah yakin pasti pria inilah yang merencanakan segalanya..
''Apa maumu..''ucap Miley mengepalkan tangannya...
''Mauku....apakah kau benar-benar akan menyerahkan dirimu dengan sukarela jika aku meminta...''ucap Matteo bersedekap...
Miley seketika menghentikan langkahnya...dia merenung sebentar, mengamati seorang pria asing di depannya yang terlihat begitu siap menerkamnya jika dia melawan..tentu saja bagi Miley..ini adalah hal yang tak mungkin untuk lari...Miley yakin kalau anak buah pria ini pasti berjaga di luar..dia bukan pria sembarangan...
Matteo sedikit terkejut melihat sikap Miley yang tiba-tiba berhenti..seolah menyerah, pria itu menoleh waspada kalau saja Miley sedang mempersiapkan sesuatu untuk menyerangnya..
''Jadi...kau ingin tidur denganku..''ucap Miley dengan tatapan tajam..
Matteo terdiam, sekali lagi dia mengerutkan keningnya...ada apa dengan gadis ini....
''Katakan padaku apa kau menginginkanku...''ulang Miley menantang..
Matteo mendekat..
''Jika ya apa kau akan menyerahkan dirimu..''
Miley melonggarkan tenggorokannya..yah...kalau kemarin dia menolak..kalau kemarin dia menjaga betul dirinya maka prinsip itu sudah runtuh darinya menyadari kalau Ayah akan menjualnya pada pria tua itu dan Miley tak akan membuat semuanya mudah...dia akan menghancurkan dirinya bersama dengan impian ayah dan ibunya...yah...dan satu-satunya cara adalah ia harus rela kehilangan kesuciannya demi membalaskan dendam pada orang tuanya..
Miley berdehem..
''Baiklah aku akan menyerahkan diriku padamu..''
Rupanya kerelaaan hati Miley di tanggapi lain oleh Matteo dia berpikir bahwa Miley hanya sedang bersembunyi di balik wajah lugunya padahal dia adalah seorang gadis murahan..
Mereka masih saling menatap tajam..
''Cih,....lupakan saja...aku tak akan menyentuh seorang gadis yang munafik..''
''Munafik...kau benar-benar sedang menghinaku Matteo..''
Matteo memijit pelipisnya...Miley bahkan masih mengingat namanya, mungkin saja gadis ini mengincarnya demi sesuatu..
Matteo mengangguk tanpa ragu..
''Katakan padaku mengapa kau berubah pikiran..awalnya kau bahkan mengancamku ingin menyebarkan identitasku..kau bahkan menyebutku Hina...ingat..''
Miley terbatuk-batuk..yah..dia melakukan itu pada Matteo...
''Aku hanya sedang ingin melakukannya..''jawab Miley jujur..
''Jadi maksudmu kau sudah pernah melakukan dengan pria lain..waah..mengapa aku bertanya tentu saja kau pasti sudah terbiasa.''
__ADS_1
Namun belum sempat Matteo benar-benar menyelesaikan ucapannya..terdengar suara..
Plak!!!!
Pria itu meringis karna sekali lagi Miley menampar wajahnya..gadis ini terlalu berani..
''Kau.......''
Miley bersedekap dia kesal, tersinggung dan marah....
''Rupanya kau terlalu angkuh dan sombong, terserah apa katamu...baik..itu lebih baik kalau tidak tidak pernah saling mengganggu...terserah kau bilang aku wanita munafik, penggoda...terserah...aku tidak harus meyakinkan pria sepertimu bukan...karna di dunia ini bukan hanya kau....jadi jika kau tidak keberatan aku mau turun ke bawah dan menikmati pesta dan mungkin menemukan pasangan kencan...''
''Miley...''
Suara Matteo terputus karna Miley tidak menunggu jawaban darinya, wanita itu lantas berbalik memakai topengnya kembali dan turun dari lantai dua meninggalkan Matteo dengan pandangan beku..
Sial....sial....sial...
Apakah dia kekasihmu, tunangannmu, calon istrimu hingga kau bahkan masih mengintrogasinya, dia bahkan gadis asing, tak masalah kalau dirinya suci atau tidak bukan..habiskan satu malam dengannya malah rasa penasaranmu akan hilang..hardik Matteo dalam hati..
Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar lalu menghela nafas...apakah itu berarti Miley akan mencari pria lain dan melakukannya...
Haiis....gadis itu sudah gila...apa yang ada di pikirannya...?? Matteo melangkah cepat menuju tangga dan turun ke lantai satu..
*************
Sementara...
Miley tak mampu menyembunyikan wajah kesalnya..apakah dia seorang pangeran, cih...gayanya seperti darah biru bahkan untuk menghabiskan malam dia masih mencoba menuduh Miley...dan gadis itu benar-benar serius tentang ia akan mencari pasangan untuk menghabiskan malam dengannya..yah....dia tak ingin menjadi gadis perawan, dia tak akan pernah sudi di nikahkan dengan pria tua bangka dan satu-satunya cara untuk menghindar dari pernikahan adalah menghancurkan dirinya dan kesuciannya...agar tidak membuat orangtuanya menang..
Milley tidak hati-hati berjalan, karna pikirannya melamun jauh...dan ia tersandung gaunnya sendiri lalu menubruk seorang pria di depannya...
''Maafkan aku Nona...''
''Tidak...aku yang bersalah..''balas Miley mencoba menegakan tubuhnya..
Pria di depannya cukup tampan,...dan terlihat manis,..
ia menuntun Miley berdiri tegak...hingga keduanya saling melemparkan senyum..
''Senang bertemu denganmu Nona...''
''Namaku Miley...''
Gadis itu mengulurkan tangannya...dan di balas oleh pria di depannya..
''Namaku Dilan...''balas sang pria mengulurkan tangannya..
''Baiklah Dilan..terimakasih karna sudah menolongku karna jika tidak mungkin aku sudah mencium lantai..''sambung Miley malu-malu..
''Kata orang rasa sakit akan di tutupi oleh rasa malu..''
''Yah..kau benar..''Miley tertawa..
__ADS_1
Lalu gadis itu membuka topengnya, hal yang sama di lakukan Dilan..pria itu tampak sangat tampan...
''Jadi bagaimana kalau kita berdansa...''ajak Dilan dengan tatapan gugup..
''Dansa...tapi aku tak bisa,...''
''Aku akan mengajarkanmu Miley..''
''Baiklah...''
Miley dan Dilan akhirnya turun ke lantai dansa dan dalam sekejap mereka menjadi akrab..hal itu membuat keduanya tak berhenti tersenyum..
Dilan pandai menceritakan hal lucu dan membuat Miley tertawa..
''Apa kau percaya kalau aku masih perawan di usiaku..yang hampir 19 tahun..''tanya Miley dengan wajah serius...
Dilan berdehem..suasana berubah hangat di ikuti lagu romantis...
''Mengapa kau mengatakan hal itu padaku Miley...''
''Aku hanya ingin kau tau saja...jika kau ingin kita bisa menghabiskan waktu bersama malam ini...''ucap Miley dengan wajah polos..
Wajah Dilan berubah merah padam..ini pertama kalinya seorang gadis cantik yang mengajaknya bercinta duluan apalagi dia mengatakannya dengan jujur...
''Miley...aku hanya..''
''Kau mau tidak....''
''Apa yang terjadi denganmu..yah meski aku heran karna kau masih perawan tapi...apa kau tidak punya kekasih..''
''Tidak...aku jelek jadi tak ada yang suka padaku.''sambung Miley lagi-lagi mengejutkan Dilan..
Serasa mendapatkan kejutan indah...Dilan mendekatkan wajahnya dan hendak mencium bibir Miley namun mereka terkejut ketika sebuah tangan menarik Dilan dengan keras dan..
Bughhhh!!!!!
Semua tamu pesta menjadi terkejut melihat Matteo memukul Dilan dengan kekuatan penuh..tubuh pria itu jatuh tersungkur di lantai..
''Dilan......''jerit Miley histeris..dia ingin mendekati Dilan namun.di luar dugaan Matteo menarik tangannya..
''Pestanya bubar,...''teriaknya murka..
Dengan sigap anak buahnya langsung mengusir para tamu...sementara Matteo menarik Miley menuju lantai atas..
''Hey ada apa denganmu..lepaskan aku...Matteo..''
''Diam.....beraninya kau ingin menyerahkan dirimu pada pria itu...''
''Lepaskan aku..apa perdulimu...lepas..''
Matteo menghempaskan pegangan tangannya pada Miley...keduanya saling menatap tajam..
''Baiklah..jika kau ingin melakukannya maka pria itu adalah aku..'' Matteo melepas jas miliknya..
__ADS_1
''Apa......''jerit Miley dengan wajah pucat..