Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Terjebak Situasi


__ADS_3

Syakira benar-benar tak menyangka dengan ucapan Marco padanya tentang seorang istri...


''Wah....ternyata istri tuan Marco adalah nyonya Serena, istriku adalah menitip salam,katanya dia biasa langganan di butik nyonya Serena..''


Serena menundukan kepalanya dalam-dalam dia pun tersenyum..


''Sampaikan salamku pada istri tuan...aku sangat berterimakasih kepadanya...''


''Nyonya Serena ternyata sangat rendah hati...betapa beruntungnya tuan Marco..''


Marco hanya menatap mata Serena yang begitu cantik, rasa lelah dan putus asa selama penantian dan pencarian 5 tahun sudah tidak di ingatnya lagi..Marco memastikan tak akan pernah membiarkan Serena menghilang lagi...apalagi sudah ada Matteo di antara mereka Marco benar-benar tak akan melepas wanita ini.


Sementara Axel yang sedari tadi menatap mereka lalu mengerutkan kening..


''Maafkan aku tuan Marco..maaf atas kelancanganku, bukan berarti aku meragukan pernikahan kalian namun,...selama ini Serena hidup sendirian bersama Matteo...aku berpikir dia adalah seorang Single parent dan pekerja keras, jadi aku sempat berpikir kalau apa yang tuan sampaikan terlalu berbeda..dengan kenyataan..''


Serena dan Marco saling menatap, sementara beberapa teman Marco juga menaruh perhatian dengan ucapan yang keluar dari bibir Axel..


Marco mengeraskan wajahnya dia tersenyum dingin...


''Itu adalah rahasia rumah tangga kami Axel, pandangan Marco menyipit tajam....bukan berarti aku tidak terlihat lantas semua orang bisa menganggapnya sebagai kesempatan......''


Axel tertawa dingin.....sementara beberapa teman Marco mulai menjauh karna sedikit segan dengan ketegangan di antara Marco dan Axel..


''Serena yang mengakuinya kalau dia adalah single parents jadi tuan Marco aku akan jujur kalau aku jatuh cinta padanya......''


Marco mendekat dan menyipitkan matanya dengan tajam...


''Apa kau sadar dengan semua perkataanmu Axel...aku peringatkan padamu kalau aku.......''


''Bisakah kau menjaga kalian....di depan anakku..''ucap Serena dengan gusar..ia menutp mata Matteo yang ketakutan..


Bahkan Matteo menjadi bingung dengan pertengkaran kedua pria di depannya.


Marco dan Axel pun membeku di tempat, masing-masing saling masih dengan tatapan dingin..


''Kau tak akan pernah mendapatkan apa yang di inginkan hatimu Axel....jadi sebelum semua terlambat maka menyerahlah...Serena adalah istri dan Matteo anak kandungku...kau bahkan sudah kalah sebelum berperang..''


Marco lalu membalikan tubuhnya dan menatap Serena yang terpaku...


''Ayo kita pulang sayang...''ucap Marco lalu mendekati Matteo yang rupanya sudah mulai mengantuk, lalu mengambilnya untuk menggendongnya..sementara Serena menjadi tidak enak pada Axel..dan beberapa tamu yang menatap mereka dengan berbeda...


Serena tak ingin membuat masalah di pesta, jadi pulang bersama Marco adalah pilihan yang tepat..

__ADS_1


Axel mengepalkan tangannya ketika melihat Serena pasrah di bawa pergi..


''Aku harus pergi Axel....''


Serena berbalik dan hendak melangkah...namun Axel mendekat hingga keduanya bertatapan tajam...


''Aku tidak akan menyerah..''desis Axel tajam..


Serena menjadi pucat namun, sesungguhnya Axel sedang menggali lubangnya sendiri...dia tidak tau siapa Marco sebenarnya ya ampun,...mengapa Serena ada di situasi seperti ini...


Serena tidak menjawab dan hanya menunduk hormat...lalu melangkah mengikuti langkah Marco di depannya, Fred mengikuti Marco dan Serena dari belakang lalu memakai earphone dia mulai menghubungi anak buahnya yang tak jauh darinya..untuk melindungi Marco..


Sampai di luar gedung, Marco menoleh dan menatap Fredd...


''Kita akan ke Hotel sekarang...''ucap Marco yang masih menggendong Matteo yang tertidur..


Serena yang mendengar hal itu mendekati Marco yang melangkah menuju mobil, sementara Serena cemas..


''Marco....''


Pria itu menoleh tajam..


''Masuk ke mobil Serena..''


''Tidak...aku tidak mau, kau mau membawa kami kemana...Matteo harus pulang karna besok dia harus sekolah...''


ia lalu melirik Fredd mengambil alih tubuh Matteo untuk di bawa masuk ke dalam limosin yang terparkir..


''Fredd....jangan ambil anakku...''jerit Serena tak terima..


Serena ingin mendekati Fred namun sekali lagi Marco menariknya dengan keras hingga tubuh mereka merapat...


''Apa kau sedang membuat aku marah...Serena...''


''Kau tiba-tiba datang, masih banyak hal yang harus kita bicarakan Marco..sudah 5 tahun kita berpisah..bukankah terlalu cepat kau membawa kami...''


Marco tertawa keras hingga Serena menjadi takut, ia masih bisa mengingat bagaimana pria itu menekannya dan mengancamnya dulu...


Airmata Serena menetes...


''Bahkan sampai 5 tahun pun kau sama sekali tidak berubah Marco...''


''Aku berubah dan tidak itu tergantung dirimu Serena..lihatlah hanya 5 tahun dan aku sama sekali tidak menceraikanmu namun ketika kita bertemu kau malah menganggapku orang asing...aku tersinggung...jadi sebaiknya masuk atau kau tak akan pernah melihat Matteo lagi...''

__ADS_1


''Dia anakku Marco..''


''Kau juga lupa kalau dia bukan hanya anakkmu tapi anakku....kau memisahkan kami selama 5 tahun Serena...aku tak akan membiarkanmu memisahkan kami lagi...ikut masuk ke mobil atau semuanya selesai...''


Marco melepaskan tubuh Serena lalu melangkah menuju mobil dan masuk ke dalan sana, pintu mobil masih terbuka sementara Serena meneteskan airmata, pria gila ini selalu bisa mengancamnya dan sialnya Serena tak bisa melepaskan diri begitu saja...


Hoh....bukankah itu terlalu kejam...??


''Serena...masuk atau aku meninggalkanmu..''ucap Marco memberi pilihan...


Serena mengepalkan tangannya dia kesal karna harus menyerah..namun ketika Marco hendak menutup pintu mobil, Serena menjerit...


''Jangan tinggalkan aku Marco...''


Serena sekali lagi harus mengalah, tentu saja ia tak bisa jauh dari Matteo sedikitpun, bagi seorang ibu itu adalah hukuman terberat baginya...


Serena masuk ke dalam mobil lalu meraih Matteo untuk memeluknya..sementara Marco hanya menatap Serena yang takut padanya..pria itu mengeraskan pandangannya...Marco tak bicara sepatah kata pun dan memilih menyandarkan tubuhnya di sandaran mobil sementara Serena hanya menghela nafas...diam-diam ia menatap Marco yang memejamkan matanya, dia terlihat manis ketika memejamkan matanya, Serena terus menatap Marco dengan waspada.


Apa rencana Marco, mengapa dia merasa takut sekali...Serena sungguh takut kehilangan Matteo...tidak akan pernah...dia ijinkan Matteo jauh darinya meski itu bersama Marco.


********


Mobil akhirnya sampai di sebuah Hotel mewah yang ada di kota itu, Marco langsung tersadar dari tidur kilatnya dia lantas menatap Serena yang mulai lelah...


''Berikan Matteo padaku..''


''Tidak..kau akan membawanya..''


''Kau juga turun Serena...sekarang..''


''Baiklah....''


Mereka lalu turun dari mobil dan melangkah bersama menuju kamar Hotel, dan sampai di dalam kamar Hotel yang teramat luas itu, ada dua kamar besaar, juga kamar utama..


Marco membawa tubuh Matteo untuk tidur di kamar miliknya sementara Serena menjadi gugup...mengapa mereka bertiga seperti sedang berlibur bersama...? Serena berdiri di tengah ruangan dengan gugup sampai Marco keluar dari kamar Matteo...keduanya mendekat...


Serena lantas memberanikan dirinya ingin masuk ke dalam kamar Matteo namun sebelum ia sempat masuk, Serena terkejut ketika Marco menarik tangannya...hingga setengah memeluknya..


Deg!!!!!


Keduanya bertatapan tajam...


''Kau pikir kau mau kemana...Serena, kita bahkan belum menyelesaikan masalah di antara kita..''

__ADS_1


Marco melirik bibir Serena yang menggoda..


''Marco......''


__ADS_2