
Ketika bibir mereka begitu dekat, ketika getaran itu mulai menyapa...Marco menghentikan keinginannya untuk mencium Serena...
Yah..sebenarnya bisa saja dia mencium gadis ini namun, Marco ingat kalau sekarang Serena mengenalnya sebagai seorang dokter Mark Antonio...bukan Marco, apalagi adik kembarnya mencintai Serena...
Perasaan ini sungguh membuatnya kesal...dan ketika menatap mata Serena yang bening pria itu menjauh seketika...Serena juga berdebar karna selama ini Mark tak pernah bersikap sejauh ini..yah tentu saja....Mark selalu menjaga sikapnya berbeda dengan sekarang, pria ini tampak frontal dan tidak sedikitpun ingin menutupi apa yang ada di hatinya..
''Apa kau mengerti perasaanku ketika melihatmu menggenggam tangan pria lain...apakah kau mengerti sekarang Serena...''
''Aaa....aku.....''
Serena butuh minum sekarang, wanita itu lalu mengambil minuman dan meneguknya sampai habis lalu menatap mata Mark yang terlalu tajam...mengapa dia baru memperhatikan kalau Mark tampak berbeda...mirip seseorang meski Serena belum tau siapa dia....
''Aku ingin bertanya padamu Serena...apakah kau juga merasakan perasaan yang sama denganku atau kau tidak merasakan apapun...''tanya Marco dengan serius, astaga mengapa harus seperti ini..
''Mark....sebenarnya...''
''Aku jatuh cinta padamu Serena...dan aku cemburu hari ini..apakah kau bisa menerima perasaanku dan kita memulai hubungan ini dari awal....''
Serena berkaca-kaca....entah mengapa Mark tampak lebih berani untuk menyakinkannya dan Serena sangat menghargai semua itu...
Ketika Mark menggenggam tangannya dan mengecupnya Serena begitu bahagia,..ia pun tersenyum ketika Mark menatap matanya dengan tajam..
''Katakan jawabanmu Serena aku...butuh jawabanmu sekarang...'' ucap Marco tak sabar..
Serena mengangkat bahunya ia tersenyum...
''Baiklah...sejak awal kau adalah malaikat pelindungku, kau...yang telah melindungiku ketika aku sedang merasa hancur karna sesuatu...'' airmata Serena menetes di matanya dan hal itu membuat Marco menatapnya dengan kebekuan..apakah semua ini karana dirinya...Serena tersakiti...?
''Serena...apa yang sebenarnya terjadi,...'
Gadis itu mengangkat wajahnya dengan pandangan yang menyedihkan..jika mengingat luka yang di torehkan pria bernama Marco sungguh membuat Serena seakan tak mau hidup lagi..betapa menyakitkan untuk di ingat....sementara Marco tau kesakitan terbesar yang di rasakan Serena adalah karna dirinya...
''Aku bukan gadis yang kau kira...Mark..''
''Apa maksudmu...mengapa kau mengatakan hal itu...sayang aku mencintaimu dan aku...''
''Aku sudah tidak perawan..''ucap Serena dengan susah payah..
Bahkan gadis itu menggigit bibirnya ketika bicara, dia sangat malu mengatakan semua ini namun dia harus jujur karna dia tak ingin membohongi Mark yang baik hati..
__ADS_1
''Apa.......''
Marco merasa nyeri ketika pria yang menghancurkan Serena adalah dirinya,...Marco mengusap wajahnya....matanya berkaca-kaca...
''Aku merasa aku sangat kotor dan malu Mark..''
''Siapa yang melakukannya..''
Terdengar bodoh ketika Marco menanyakannya karna sebenarnya dialah pria yang kejam itu yang telah merenggut kesucian Serena yang cantik..dan di akui Marco dirinya teramat menyesal menyadari airmata Serena begitu menyedihkan sekarang...
''Dia pria yang kejam Mark..aku sangat membencinya bahkan...aku tak pernah membayangkan kalau di dunia ini ada orang yang sekejam itu..bahkan dia tidak luluh melihat airmataku dia.....memaksaku....''
Tangisan Serena pecah saat itu juga, gadis itu menutup wajahnya dengan tangan ketika membayangkan bagaimana Marco dengan kasar memaksanya untuk memuaskan nafsunya..bahkan sejak saat itu Serena sering bermimpi buruk di tengah malam dan menangis sendirian...
Marco mengepalkan tangannya dengan erat...semua yang di sampaikan Serena sungguh membuat jantungnya berdebar kencang...sejahat itukah dirinya di mata Serena...
Karna tak sanggup melihat airmata yang jatuh dari mata Serena, Marco lalu bangkit dan meraih tubuh Serena bersamanya dan menatap matanya, jemari Marco bergerak menghapus jejak airmata di wajah lembab Serena..
Dialah pria yang telah melukai Serena dan ia berjanji akan mengobati luka hati Serena dengan cintanya..
Keduanya bertatapan tajam...
''Meski aku...tidak suci lagi Mark...kau benar-benar akan menerimaku..''ucap Serena berusaha menatap mata Marco yang terlihat menderita..
''Yah.....aku menerimamu Serena..karna aku mencintaimu..dengan tulus...maafkan aku..''
''Kau tak perlu minta maaf, bukan salahmu...tapi salah Marco...aku berharap semoga Tuhan membalasnya,...aku sangat membencinya...''
''Ssst,....benci dan cinta hanya setipis kabut....jangan pernah membenci seseorang terlalu besar...karna bisa saja hatimu akan berbalik mencintainya lebih besar dari sebelumnya..''
Deg!!!!!
Serena membeku di tempatnya..bagaimana bisa hati Mark sebaik ini..bahkan pada Marco pria yang tidak di kenalnya..sungguh Serena merasa bahagia,....
''Mark........''
''Lupakan semua masa lalumu karna aku....akan mencintaimu mulai dari sekarang hingga kau lupa bahwa kau pernah merasakan sakit di hatimu..''
Deg!!!!
__ADS_1
Malam yang indah di bawah bulan purnama, suasana yang romantis dan....hati Serena yang berbunga-bunga gadis itu menyerah pada pesona Mark yang terlalu indah untuk dia rasakan...
''Terimakasih...aku senang sekali malam ini...Mark..''
Marco menghela nafas..meski saat ini Serena menganggapnya Mark saudara kembarnya tak apa...karna Marco sudah bertekad akan menebus kesalahannya di masa lalu dengan membahagiakan Serena....dengan sekuat hatinya..
Marco meraih tubuh Serena untuk jatuh ke dalam pelukannya dan mendekapnya dengan erat....gadis itu teramat senang menyadari hidupnya sudah bahagia..dia akan melakukan apapun untuk menjaga hubungan ini..
''Jadi kau adalah kekasihku sekarang..''bisik Marco lembut..
''Yah...ayo kita memulai semua dari awal Mark....aku adalah kekasihmu..'' bisik Serena pelan..
Marco menatap mata Serena di bawah bulan dan ia tersenyum...
''Bisakah aku menciummu...Serena...''
Gadis itu tersenyum dan menganggukan kepalanya....ia sedikit gugup ketika Marco menahan dagunya...pria itu menatap Serena dengan tajam....
''Serena aku mencintaimu..''
Usai berkata...Marco mendaratkan bibirnya di bibir Serena dan melum**nya dengan lembut..pelukan mereka semakin merapat dan ciuman yang semakin dalam...
Serena bahagia menyadari Mark menciumnya dengan begitu lembut namun begitu ahli hingga untuk beberapa saat....keduanya tenggelam, dalam ciuman-ciuman manis yang menggetarkan jiwa...
*************
Sementara...
Disebuah padang yang luas...Mark baru saja memeriksa pasien yang kehilangan banyak darah...dan menghentikan pendarahannya..
Pria itu keluar dari dalam rumah kecil yang menampung para korban perang, pria itu menghela nafas...dia teramat merindukan Serena..
Apa yang sedang di lakukan Serena sekarang, mengapa sulit sekali menghubunginya belakangan ini....bahkan Marco juga sulit untuk di hubungi..apakah mereka masih marah karna dia pergi tanpa pemberitahuan...?
Mark mengusap wajahnya....ingin sekali dia cepat pulang dan menemui Serena...
Tiba-tiba ada bunyi tembakan dari kejauhan dan membuat Mark harus bersembunyi..pria itu lalu bergabung dengan yang lain termasuk dokter Elen di persembunyian bawah tanah..
Sementara pasukan musuh mendekat....
__ADS_1