Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Keadaan Yang Terbalik


__ADS_3

Serena tidak menyangka kalau apa yang dia lakukan justru menjadi bumerang baginya, tentu saja dia bukan ingin membunuh Marco..ia terbawa emosi dan secara tak sadar menekan pistol...namun di mata Marco dan Matteo dia sudah tak lebih dari seorang istri dan ibu yang tega ingin menyakiti suaminya sendiri...


Airmata Serena menetes ketika membayangkan kalau Matteo akan membencinya sementara Marco mengambil kesempatan itu untuk semakin menekannya,....


''Mengapa kau kejam padaku Marco...jangan pisahkan aku dan anakku...''isak Serena dengan kesedihan yang jelas di matanya.


Marco menggertakan giginya dia mendekatkan wajahnya...


''Aku memang sengaja menaruh pistol untuk menguji sejauh mana kebencianmu kepadaku Serena..setelah sekian lama kita berpisah...setelah banyak yang aku lalui dan kau harus tau itu tak mudah,....aku mencintaimu terlepas dari semua dosaku di masa lalu...tapi apa yang kau lakukan Serena...di kepala dan hatimu, selalu mengatakan hal yang sama..aku pria jahat, aku pendosa, aku tidak terampuni..karna itu kau telah mengambil keputusan untuk menembakku tanpa memperhitungkan mungkin saja anak kita akan melihat...''


Airmata Serena berguguran membayangkan betapa bodohnya dia...ingin sekali lepas dari cengkraman Marco tanpa berpikir panjang dan akibat yang dia timbulkan..sungguh Serena tak sanggup membayangkan bagaimana perasaan Matteo sekarang..melihatnya mengarahkan pistol pada Marco tadi...


Tubuh Serena menjadi lemah...apa artinya pergi kalau tidak bersama Matteo....apa gunanya lari jika Matteo membencinya....wanita itu mengangkat wajahnya menatap mata Marco yang tajam...


''Aku tau kau sudah sering memanipulasi wanita dan itu juga terjadi kepada Luna bukan....kau bahkan membunuhnya...''


''Hati-hati kalau kau bicara apalagi kau sudah menuduhku Serena...entah dari mana kau tau cerita tentang Luna...baiklah kau ingin mendengar cerita lengkapnya...'' teriak Marco dengan murka..


Serena menjadi takut sekarang...sekali lagi dia takut telah melakukan kesalahan besar, dia taku apa yang dia tuduhkan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri...


''Marco lepaskan aku,....apa kau takut sekarang dengan masa lalu yang mengejarmu tanpa jeda....aku tak akan tinggal diam....''


''Luna adalah mantan tunanganku..aku mengakuinya, aku mencintainya dengan begitu besar dan kau tau mengapa kami tidak jadi menikah....''


Hening.........


Serena melonggarkan tenggorokannya dengan susah payah....ia takut kalau apa yang dia tuduhkan malah menyerangnya,....airmata Serena mengalir.


''Kau selingkuh,kau melakukan kekerasan padanya...pria sepertimu..''


''Luna selingkuh dengan sahabatku...itulah kebenarannya Serena...''


''Apa.......''jerit Serena melebarkan matanya..


Marco mengangguk tanpa ragu..


''Luna selingkuh dariku karna aku yang terlalu sibuk di dalam pekerjaanku Serena...disaat aku sangat mencintainya..lalu pertengkaran pun terjadi aku sangat marah dan dia merasa bersalah....dan akhirnya dia memutuskan bunuh diri karna rasa bersalahnya....apa kau puas Serena...jadi informasi yang kau dapatkan itu sama sekali tidak benar kalau aku yang membunuhnya...aku belum sempat dan dia lebih dahulu mengakiri hidupnya..kau boleh menyelidikinya di kepolisian sekarang...baru kau bisa menuduhku.'' Marco melepaskan rengkuhannya pada Serena dan melangkah melewati Syakira untuk keluar dari kamar, meninggalkan Serena yang tersungkur penuh rasa bersalah..


Mengapa sekarang posisinya berubah menjadi seorang penjahat...mengapa rasanya ini tidak adil untuknya..mengapa dia begitu bodoh...

__ADS_1


ia tak ingin kehilangan Matteo...tidak mau...


Serena menangis sendirian di dalam kamar...


************


Sementara........


Marco keluar dari kamar dan melangkah mendekati Matteo yang duduk di atas sofa...mereka saling memandang dengan arti yang sama...


Di mata Marco dia dan Matteo adalah seperti kembar, tatapan yang sama dan begitu kompak..tentu saja..Marco akan merebut kembali apa yang sejak awal menjadi miliknya..dan untuk itu dia akan melakukan apapun..


Marco mendekati Matteo lalu duduk di sampingnya..


''Apa yang akan terjadi selanjutnya Dad...apakah kita terlalu kejam pada Mommy..'' tanya Matteo melirik Marco yang seolah tenggelam dengan pikirannya.


''Tenang saja..Mommy akan menjadi milik kita asal...kita berdua tetap bekerja sama seperti ini...'' Marco melirik putranya yang tersenyum..


''Baiklah...aku ingin kita tinggal bersama...Dad...''


''Dan percayalah semua itu tidak mudah selama Mommy membenci Daddy...''sambung Marco tajam..


''Aku akan menurut padamu...Daddy...''ucap Matteo dengan sungguh-sungguh..


Marco menoleh...dan tersenyum...


''Kita akan menjadi sebuah keluarga yang bahagia,...percayalah Matteo..''


Matteo pun tersenyum ketika Marco meraih tubuhnya dengan erat dan mendekapnya dengan penuh cinta...Matteo sungguh merindukan Daddy selama ini...dia rindu pelukan dan saat ini mendapatkannya...Daddy nya adalah pria yang keren..dia akan memamerkannya pada teman sekolahnya...jadi Matteo tak akan membiarkan Marco meninggalkannya lagi...


******************


Serena terkejut ketika pintu kamar kembali terbuka...dia baru saja memakai pakaiannya ketika Marco masuk dengan tatapan dingin...pria itu sama sekali tidak perduli pada Serena yang menatapnya..


Marco menuju lemari dan mengambil beberapa senjata yang menemaninya dan melilitkan senjata itu di pinggangnya lalu mengambil jas miliknya dan memakainya..namun sekali lagi Marco tidak sedikitpun melirik pada Serena..


Ketika dia ingin keluar kamar..Serena menghalanginya..


''Mau kemana...apa kau mau meninggalkanku disini..'' tatap Serena takut.

__ADS_1


Marco menoleh dengan dingin,...


''Anak buahku telah menemukan sebuah rumah yang bagus di Kota ini...aku berniat membuka perusahaan di kota ini...jadi aku akan kerumahku bersama Matteo, jika kau mau ikut silahkan tapi jika kau keras kepala maka kau boleh memilih jalan berbeda..kau boleh pulang sendiri...''ucap Marco dingin..


Marco melangkah melewati Serena begitu saja hingga wanita itu tak terima..


''Tunggu,....jangan mencoba pergi Marco..''


Marco seketika menghentikan langkahnya...dia menatap mata Serena yang hampir menangis...walau masih tertutup dengan sedikit keangkuhan seorang Serena..


''Lalu kau mau apa...bukankah kau membenciku...''


Serena mendekati Marco dan menatapnya tajam..


''Aku yakin kau telah mencuci otak anakku..''


''Dia anakku juga Serena..aku harap kau ingat itu bahwa tak ada seorang pun ayah di dunia ini yang akan membiarkan anaknya menderita begitu juga aku.....jadi keluarkan semua pikiran itu dari kepalaku..aku harus pergi karna Matteo sedang menunggu..''


Marco lalu melangkah melewati Serena lagi, namun kali ini langkahnya kembali tertahan karna Serena menarik lengannya dengan putus asa...


Keduanya kembali bertatapan...


''Jangan pergi dulu...''


''Ada apa denganmu Serena..kau tidak berpikir kalau kita akan tetap tinggal di Hotel bukan...kau boleh kembali kerumahmu tapi aku akan bersama Matteo..''


''Tidak...bagaimana bisa kau memisahkan seorang anak dari ibunya, itu adalah dosa besar...''


''Jadi apa maksudmu sebenarnya Serena...Matteo bahkan takut melihatmu sekarang..''


''Aku akan ikut....aku akan merebut kembali hati anakku, aku yakin sekali dia sedang tersesat...Serena berdehem gugup ketika Marco cukup terkejut dengan keputusannya...''


''Jadi kau benar-benar akan ikut Serena..''


''Yah tentu saja...aku melahirkannya dengan susah payah dan aku tak rela jika dia membenciku...''desis Serena ketus lalu meraih tasnya dan melangkah lebih dahulu keluar kamar,...


Sementara Marco diam-diam tersenyum...


''Selamat datang Serena...aku tak akan melepaskanmu..''desah Marco penuh janji...

__ADS_1


__ADS_2