Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Cemburu


__ADS_3

Marco melangkah ke bagian paling depan untuk menyaksikan pergelaran busana yang menghadirkan banyak orang yang ber uang disana...


Marco duduk di barisan paling depan sembari menatap awas pada sosok Serena yang masih belum keluar...yah..ini pertama kalinya bagi Marco untuk menyaksikan pergelaran busana yang memakan waktu lama...Marco sering mendapatkan undangan dari beberapa rekan bisnisnya namun dia tak pernah bersedia untuk memenuhi undangan mereka..namun kini berbeda..dia tidak sedang melihat orang lain namun dia sedang menunggu Serena wanita yang telah menjadi milikknya...ada dorongan besar dalam diri Marco untuk berada di dekat Serena dan melindunginya..


Beberapa saat kemudian para model pun keluar dan mata Marco meneliti beberapa yang lewat di depannya, dia hanya mengernyit..


Dimana Serena...mengapa dia lama sekali...?


Marco mencoba sabar menunggu pujaan hatinya melangkah di depan matanya..dan tak berapa lama kemudian gadis itu pun muncul namun kali ini kemunculannya membuat Marco menggertakan gigi...Serena tampak anggun ketika melangkah..aura kencantikannya menyebar dan mengundang rasa kagum dari siapapun yang melihatnya termasuk Marco namun yang membuat Marco terkejut adalah..Serena muncul tidak sendiri namun bersama seorang pria dia memakai pakaian dengan warna senada dengan yang di pakai Serena...keduanya saling menggenggam jemari dan melangkah berkeliling...


Marco tak habis pikir mengapa mereka berpakaian seperti pakaian pernikahan...dan mengapa harus di depannya..


Marco mengepalkan tangannya..tak salah lagi semua ulah pria kemayu itu...


Sial...rupanya dia ingin bermain-main dengan Marco yah...dia belum tau siapa Marco sebenarnya..


Marco bangkit bahkan dia tidak tahan melihat Serena dan pria itu saling menggenggam tangan...emosinya memuncak....


Hingga Serena sedikit heran ketika menatap Marco yang meninggalkan bangku penonton..mau tau mau dia kecewa..apakah Mark tidak suka karna dia dan teman modelnya menggenggam tangan...


Bagaimana ini...? Serena menjadi resah...


Sementara itu Marco melangkah menuju ruang ganti dan ketika ia melangkah...asistennya menahannya..


''Tuan Marco..''


Pria itu menoleh...


''Fredd......''


''Tuan Marco...apa yang akan tuan lakukan...''


''Menghabisi pria kemayu itu..beraninya dia memasangkan Serena untuk membuatku cemburu...aku akan menghabisinya dengan tanganku.''


Marco hendak melangkah namun...Fredd menundukan kepala di hadapannnya..


''Aku akan....mengatasinya untuk tuan Marco..tuan harus ingat jika tuan disini dengan memakai identitas tuan Mark...semua akan kacau jika tuan melakukan sesuatu...bahkan nona Serena akan dengan mudah tau siapa sebenarnya tuan Marco...''


Marco akhirnya menurut...dia menatap Fred dengan tajam..


''Aku tak mau tau pastikan agar dia menerima pelajaran berharga katakan semua itu dari aku..'' desis Marco tajam.

__ADS_1


''Baiklah....silahkan tuan menunggu saja aku akan melakukannya untuk tuan Marco..''


''Bagus Fred....jangan kecewakan aku...''ucap Marco memberi peringatan..


Fred pun mengangguk patuh lalu segera meninggalkan Marco sendirian....sementara pria itu melangkah sedikit jauh dia bisa melihat Serena mengakhiri tampilannya dengan memberi hormat pada semua tamu yang datang...dan hal itu membuat Marco sama sekali tak setuju...ia merasa tidak bisa menerima pekerjaan Serena sebagai model...Marco adalah pria yang tak tahan jika miliknya di sentuh orang lain.


*****


Serena kembali ke belakang panggung dan langsung ke ruang ganti...seluruh pikirannya tertuju pada Mark yang meninggalkan bangku penonton dengan tatapan beku..astaga mengapa Serena menjadi tidak tenang begini..


''Terimakasih untuk malam ini Darling, kau sangat cantik dan memukau..''ucap sang desainer kemayu di depannya..


''Baiklah terimakasih Meri..''ucap Serena dengan senyum skeptis..


Setelah mengganti pakaiannya gadis itu lalu keluar dari ruang ganti dan sempat bertubrukan dengan beberapa pria yang berjas hitam...mereka memberi hormat kepadanya dan masuk...mengapa mereka bersikap seperti itu...padahal Serena tidak mengenal mereka...


Serena hanya memberi senyuman dan melangkah buru-buru keluar dari sana...


Serena menghentikan langkahnya ketika melihat Mark duduk di atas mobil sambil menghisap sebatang rokok miliknya disana..


Serena menghela nafas...mendekati Mark dengan kerutan di dahinya..sejak kapan Mark menghisap sebatang rokok...?


''Ehm.....mengapa merokok disini, astaga padahal kau seorang Dokter...''


''Aku lapar..''keluh Serena dengan senyuman di wajahnya..


Marco sama sekali tidak menjawabnya pria itu lalu turun dari mobil dan melewati Serena begitu saja..dia masuk ke dalam mobil...di ikuti Serena yang masuk lalu duduk di sebelahnya..


''Kita akan makan dimana...''


Marco menoleh dan menatap Serena yang tampak lelah...sungguh dia marah sekali mengapa gadis ini menyukai modeling....namun entah mengapa dia tak tega marah pada Serena..bahkan dia telah mengambil apa yang paling berharga dari gadis ini..


''Aku punya tempat bagus...kita akan makan disana..''ucap Marco memilih mengalahkan egonya..


Serena mengangguk patuh lalu tersenyum..ketika dia sadar Marco langsung membuang rokoknya ketika dia meminta..


Mereka pun pergi meninggalkan gedung itu...


*********


Di sebuah restoran di atas bukit dengan di hiasi bulan purnama malam ini sungguh indah...Serena baru tau kalau Mark punya tempat bagus disini..

__ADS_1


Semua makanan lezat tersedia di atas meja dan Serena mulai menikmatinya..sementara Marco hanya menatapnya dengan tajam..


''Mengapa kau tidak makan...''


''Aku masih tak bisa menelan makanan..''ucapnya meneguk sebuah minuman beralkohol..sungguh kebiasaan baru di mata Serena..


''Apakah kau marah karna melihatku tadi..''


Marco mengangkat wajahnya dia sudah tak bisa menahan perasaannya lagi..dia tak tahan jika ada pria lain yang menggenggam tangan Serena seperti tadi....jiwanya meronta marah melihat itu semua...


''Aku tak ingin membahasnya...''


''Mengapa....tapi aku ingin membahasnya..''ucap Serena dengan tegas..


Sementara Marco kembali meneguk minumannya..


''Ketika melihatmu tadi membuat aku sakit kepala...aku sangat marah Serena mengapa kau harus melakukan itu semua...memperlihatkan wajahmu di depan orang lain aku cemburu...aku tak tahan dan sejujurnya aku tak setuju ketika kau menjadi seorang model..''ucap Marco dengan tegas..


Serena terdiam seketika....gadis itu menghela nafas..


''Mark bukankah kau yang mendukungku sejak awal...kau ingin aku menjadi apa yang aku inginkan....aku ingin menjadi seorang Desainer dan model jadi aku bisa...''


''Bagaimana kalau menjadi seorang Desainer saja,..aku akan lebih setuju jika tidak melihatmu berada disana....sambil mempertontonkan tubuhmu.''


Serena mengangkat wajahnya..


''Apa kau sedang cemburu padaku Mark astaga kau membuatku terkejut...''


Suara Serena terputus ketika Marco bangkit dari tempat duduknya...ia mendekatkan wajahnya hingga hanya beberapa inci saja jika Serena bergerak maka mereka akan berciuman...


Serena begitu gugup ketika Marco melirik bibirnya..


''Aku memang cemburu Serena...kau tau mengapa...aku mencintaimu...''


Deg!!!


Serena membeku...


''Mark..........''


Suara Serena bergetar ketika bibir Marco hendak mendarat di bibirnya...

__ADS_1


Jantung Serena berdebar.....


__ADS_2