Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Hidup Baru


__ADS_3

5 Tahun Kemudian.......


Serena memasuki sebuah ruangan meting kecil yang sudah menunggu empat orang anak buahnya yang menunggu,


''Selamat pagi Nyonya Serena...''


''Selamat pagi...senang sekali melihat kalian semua pagi ini..''


Serena lalu duduk sambil membuka beberapa file yang berisi beberapa contoh bibit bunga baru yang menjadi bakal tanaman hias mereka..


''Nyonya Serena...ada banyak sekali permintaan bunga yang masuk melalui Rumah bunga....jadi kami cukup kewalahan nyonya Serena..bisakah kita menambah beberapa tenaga...''


Serena pun mengangguk..


''Baiklah...kalau boleh aku tau bunga apa yang paling di cari,..''


''Variates Anggrek berwarna-warni juga ada berbagai macam mawar...beberapa perusahaan besar mulai menawarkan kerjasama dengan kita..''ucap Riki seorang anak buahnya..


Serena mengangguk mengerti, memang beberapa hari ini dia cukup sibuk dengan butik nya dan sedikit menelantarkan bisnis bunga dan tanaman hias miliknya namun ketika datang tadi dia mengunjungi toko yang sekaligus taman bunga, hatinya menjadi tersentuh melihat banyak bunga yang telah tumbuh dengan subur dan cantik jelita...hal itu membuat hati Serena senang sekaligus bersalah tentu saja dia sangat menyukai bunga dan sedikit sedih karna dia kurang memperhatikan mereka..


''Baiklah, terserah padamu kalau kau memang ingin menambah para pekerja...tapi pastikan mereka akan bekerja dengan baik dan awasi mereka..tanaman hias dan bunga-bunga ini adalah sumber penghasilan kita jadi aku tak mau kalau terjadi sesuatu..''


Riki mengangguk patuh...


''Nyonya Serena tenang saja...kami akan melakukan yang terbaik..''ucap Riki patuh..


Serena tersenyum...


Terimakasih karna kalian telah membantuku sejauh ini..mari kita berjuang agar semua ini tidak menjadi sia-sia...''


''Baik nyonya Serena..''ucap mereka serempak..


Serena tersenyum puas...setelah selesai melakukan meting, dia keluar sebentar untuk memeriksa taman bunga miliknya..hatinya menghangat melihat warna warni bunga yang begitu memanjakan mata..tentu saja, berada disini membuatnya damai..kota ini sangat indah dan membuat siapapun akan betah sebagai tempat untuk tinggal...Serena mengenang...Mark memberinya cukup uang untuknya bertahan hidup bahkan membuka usaha bunga, yang awalnya kecil berubah menjadi lebih besar, banyak keuntungan yang di dapatkan Serena hingga ia bisa membuka butik dengan namanya sendiri...hal itu menjadi kebanggaannya sendiri..Serena merasa hidupnya selama 5 tahun ini begitu berbeda...dia berhasil melepaskan diri dari bayang masa lalu yang mengikatnya di belakang...


Masih berdiri disana....Serena terkejut ketika ada telp dari rumah...ia pun mengambil ponsel dan mengerutkan kening....


''Bibi Berta....''desahnya dengan sedikit gusar...Serena memutuskan untuk segera mengangkat ponselnya,..


Serena : Hallo bibi Berta, kali ini ada apa lagi...


Berta : Serena, bibi sudah tidak tau apa yang terjadi...Matteo, kali ini sekolah kembali meminta bibi untuk memberikan surat untukmu..

__ADS_1


Serena : Anak itu...apa yang dia inginkan, mengapa dia keras kepala..


Berta : Serena..sekali-kali luangkan waktu untuknya...


Serena : Aku sibuk bibi...dan aku, sama sekali tak nyaman melihat wajahnya..sudahlah aku harus ke butik, jadi bibi saja yang pergi ke sekolah..


Berta : Tapi....Serena....


Titttt........


Serena mematikan ponselnya dan membeku disana....ia lalu meletakan ponselnya di dalam tas miliknya, lalu melangkah pergi meninggalkan Rumah Bunga menuju butiik, terserah pada Matteo ingin berbuat apa karna Serena sudah tak tau bagaimana menangani anak keras kepala itu..


*************


Hingga sore hari...Serena kembali kerumah dengan wajah yang cukup lelah..baru saja membuka pintu ia di kejutkan dengan sikap Matteo yang membuat darahnya mendidih,....anak berusia 5 tahun itu sedang menjatuhkan sebuah fas bunga mahal milik Serena yang menjadi kesayangannya...Serena menjadi murka...


''Apa yang kau lakukan....Matteo..''jerit Serena marah.


Matteo menoleh dan gemetar melihat kedatangan Serena di depan pintu,..


''Mommy.....''


''Kau memecahkan vas kesayanganku Matteo ya ampun....''


'Mommy...aku minta maaf..''


''Maaf...kau selalu melakukan kesalahan dan pada akhirnya kau minta maaf...Matteo aku mohon jangan membuatku kesal..bisakah kau melakukannya..bisakah..''Serena mengguncang tubuh Matteo hingga anak itu akhirnya meneteskan airmata...


''Mommy sangat lelah...sangat lelah dan berhenti membuatku sulit okey...kau paling nakal di sekolah....kau bahkan tidak pernah mau mendengar siapapun...''jerit Serena kesal..


Matteo tertunduk..airmatanya mengalir namun tak ada suara yang keluar dari sana...hingga Serena semakin kesal lalu melangkah meninggalkan Matteo yang terus meneteskan airmatanya..hingga akhirnya Berta pun masuk dan mendekatinya dengan tatapan sedih..


''Matteo......ada apa..''


''Bibi Berta...''tangis Matteo pecah di dalam pelukan Berta..


Wanita paruh baya itu memeluk Matteo kecil yang terguncang...


''Anak yang tampan...ada apa...katakan mengapa kau menangis...''


''Mommy marah karna aku memecahkan vas bunga milik Mommy...bibi...aku minta maaf, apakah aku anak yang nakal..''

__ADS_1


''Oh..sayang....Matteo bukan anak yang nakal tapi Matteo hanya terlalu aktif..''


''Tapi Mommy marah...''


Berta menjauhkan tubuh Matteo dan menatap matanya...


''Mommy sangat lelah mencari uang untuk Matteo jadi jangan pernah membuat Mommy marah...bagaimana kalau Matteo ambil bunga ini lalu ke kamar Mommy dan minta maaf..bagaimana...''


Matteo langsung diam seketika, dia mendengarkan perkataan Berta dengan baik...


''Tapi...apakah Mommy akan menerimanya..''


Berta mengangguk....


''Tapi Matteo harus janji kalau Matteo akan menjadi anak yang baik..jangan mengganggu barang milik mommy dan jika Matteo ingin bermain maka minta Mommy untuk menemani Matteo bermain...''


''Tapi Mommy tidak mau main denganku bibi...''


Berta menghela nafas...Serena masih belum bisa berdamai dengan masa lalunya..


''Matteo harus menunjukan perubahan pada Mommy agar Mommy bisa tau kalau Matteo sudah menjadi anak pintar..''


Matteo akhirnya mengangguk patuh..


''Baiklah.....bibi Berta..''


********


Serena duduk di kamarnya sambil membalas pesan dari salah satu anak buahnya di rumah bunga, ada pesanan untuk pesta bulan ini..sebuah pesta pernikahan yang megah akan di gelar di kota ini..pesta autdor yang bertemakan pesta taman..


Serena pun meminta Silvi agar menerima lebih banyak pegawai yang akan di butuhkan di hari H nanti..masih minggu depan namun dia harus segera menyiapkan segalanya..


Ketika sedang serius di ponselnya...ada gerakan pintu yang terbuka...dan Serena tau dia adalah Matteo...wanita itu buru-buru berbaring di sofa untuk pura-pura tidur...


Langkah Matteo amat pelan ketika dia tau kalau Serena sudah tidur..ia mengambil selimut dan menariknya untuk menutup tubuh Serena...untuk kemudian memeluknya..


''Mommy....maafkan aku, apakah aku anak yang nakal sekali..apakah aku menyusahkan Mommy...''bisik Matteo di pelukan Serena...


Hati Serena begitu remuk menyadari kalau Matteo sedang mendekapnya dengan erat..


''Aku mencintaimu Mommy.....aku janji tidak nakal lagi...''isak Matteo semakin mendekap Serena dengan erat...

__ADS_1


Deg!!!!


__ADS_2