Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Sebenarnya....


__ADS_3


Dion baru saja ingin mengatakan segala apa yang ada di dalam kepalanya tentu saja dia kenal dengan si kembar identik yang mempunyai latar belakang pekerjaan yang saling bertolak belakang, dialah Marco dan Mark Antonio, Marco adalah seorang mafia yang terkenal kejam sementara Mark memilih pekerjaan sebagai seorang Dokter...sungguh berbeda si kembar dalam menjalani hidup. Marco lalu mendekati Serena dan ingin jujur...


''Sebenarnya saudara kembar Mark adalah.....''


Dion hampir mengucapkannya namun dia membeku ketika melihat sosok pria tiba-tiba saja mendekat dengan tatapan tajamnya...


''Selamat siang sayang..''


Marco langsung merangkul Serena dan membuat gadis itu terkejut dan menoleh...ia langsung tersenyum..


'Mark.....''


Marco mengangguk sambil menatap Dion penuh arti dan tanpa menebak lama, Dion sudah bisa merasakan kalau yang berdiri di hadapannya bukanlah dokter Mark namun kembarannya..tatapan mereka berbeda tentu saja hal itu cukup membuat Dion yakin kalau di depannya adalah Marco...


Marco mengulurkan tangannya..


''Apa kabar Dion,....sepertinya kau terkejut sekali apakah kau sudah sembuh dari depresimu...''desis Marco dengan suara yang dingin..


''Depresi..''jerit Serena dan Dion bersamaan...


''Apa maksudmu sayang...''tanya Serena penasaran...


Sementara Dion membeku, dia tidak depresi namun ia tau kalau Marco ingin dia mengakui...kalau tidak maka dia tak akan baik-baik saja..dia jelas menerima ancaman terbuka dari Marco sang mafia...


Marco tersenyum sambil meletakan tangan posesifnya melingkari pinggang Serena di hadapan Dion..


''Dia sering berhalusinasi, kalau tidak minum obat, kebetulan dia di tangani salah satu teman dokterku sayang...''


''Apa itu benar Dion...astaga...aku ikut prihatin..''


Dion mengerang di dalam hati....jika dia membantah dia yakin dia tak akan tenang..jalan satu-satunya adalah menyerah...


''Serena...aku minta maaf, tapi apa yang di katakan dokter Mark benar...''


''Astaga pantas saja...aku hampir percaya padamu..''ucap Serena sedikit kesal..


''Maaf,.....''


''Sudahlah sayang..maklum saja, dia sedang sakit..''Marco mengusap punggung Serena..


''Baiklah...semoga kau cepat sembuh Dion..''

__ADS_1


''Terimakasih Serena...''


Serena menganggukan kepala, sementara Marco menatap kekasihnya dengan lekat..


''Kau masuk saja di mobil aku....harus bicara pada Dion tentang penyakitnya...temanku sedang menitip pesan...''


Serena mengangguk, dia menatap Dion yang menjadi pucat...astaga dia pucat pasti karna gugup dengan penyakitnya....


''Dion..kau pasti bisa melalui ini hum....jangan patah semangat okey...''


''Ba...baiklah Serena...aku mengerti..''balas Dion dengan senyuman pasrah di wajahnya...


Serena melangkah menuju mobil, meninggalkan Dion bersama Marco yang tersenyum dan mendekati Dion yang sedang berdiri dengan wajah takut...


''Marco.....''


''Baiklah....aku tak akan pernah menyangkal, kita saling mengenal karna memang rumah kita berdekatan sewaktu masih muda tapi Dion....aku ingin memperingatkan sesuatu kepadamu....jika kau tidak menjaga perkataanmu maka...kau mungkin akan merasakan kemarahanku...apa kau mengerti itu...''


Dion mengangguk patuh...dia tau benar siapa Marco pria pemarah ini bahkan tidak akan bersikap lunak jika dia macam-macam...


''Aku.....aku mengerti Marco, tapi mengapa kau harus berbohong..padahal dokter Mark sedang berada di luar negri..''


Marco mendekat dia menepuk pundak Dion cukup keras hingga membuat pria itu merasa sakit di bahunya...


''Dion.....semua yang aku lakukan bukan urusanmu, kau hanya perlu menutup mata dan telingamu kalau tidak kau akan kehilangan keduanya...kau mengerti bukan...''


'Aaa...aaku berjanji Marco...''


''Bagus....anak buahku akan mengawasimu jika kau berani macam-macam maka....dor........kau akan mati..''Marco tersenyum di wajah dinginnya..


Hingga Dion merasa ngeri sendiri, mengapa Serena malah terlibat dengan saudara kembar dokter Mark yang kejam...oh..jika saja dia punya kesempatan untuk bicara.....tapi jelas ancaman Marco...dia akan di awasi mulai dari sekarang..


''Ba...baiklah,.....aku berjanji...''


''Kau pintar...pastikan kau meminum obat atau ke psikiater karna kau mungkin membutuhkannya..aku pergi Dion..''


Dion mengangguk, wajahnya sungguh tegang dan hanya berdiri menatap Marco yang melangkah menuju mobil lalu meninggalkan kampus, di saat itulah...Dion tersungkur....jantungnya berdebar kencang, ya ampun..dia sedang di ancam...hoh...betapa mengerikannya Marco Antonio..


***********


Serena menatap Mark yang tampan siang ini, dia juga terkesan dengan perlakukan Mark yang begitu baik..dia melihat dari jauh ketika Dion menatap Mark tanpa berkedip seolah terpesona dengan kebaikan dokter tampan ini...


Sungguh, bukankah Serena beruntung bisa mendapatkan pria ini...Mami Flow benar...kalau hidupnya akan bahagia...tentu saja...dia akan mencoba bahagia...

__ADS_1


''Mengapa tersenyum sendiri...apa kau terpesona padaku..''goda Marco sembari fokus menyetir..


Serena menggigit bibirnya...dia gugup sekali..


''Yah....aku kagum sekali padamu, aku terpesona aku jatuh cinta...mengapa kau tampan sekali dokter Mark...''


Marco menoleh....


''Katakan padaku, apakah sejak awal pertemuan kita kau sudah jatuh cinta padaku..''


Serena membeku, coba untuk mengingat pertemuan awal mereka...namun dia kemudian menggeleng, dulu Dokter Mark sangat kaku dan menjaga sikap, dia berhati-hati namun belakangan ini ketika sikap Mark berubah menjadi sedikit lebih agresif, dan romantis, hal itu membuat Serena begitu bahagia....dia jatuh cinta pada Mark tanpa mampu mengendalikan perasaannya sendiri...


''Dulu kau sangat menjaga sikapmu Mark...kau berhati-hati sekali...aku maklum karna sebelumnya kau berniat menjadikan aku adik angkat...tapi saat itu aku juga aku belum merasakan perasaan cinta..hanya rasa hormat dan juga kagum..tapi belakangan ini kau berubah kau menjadi seseorang yang sedikit agresif dan juga begitu manis...kau sering menunjukan perasaannmu di permukaan dan aku merasa saat itulah aku jatuh cinta padamu..''


Marco mengangguk bahagia itu artinya Serena sebenarnya jatuh cinta kepadanya dan bukan Mark....itu artinya dalam hal perasaan, Marco sebenarnya adalah pemenangnya..


Pria itu menghentikan laju mobilnya di tengah jalan yang sepi..persisnya di sebuah tebing tinggi yang menghadap ke lautan lepas di bawah sana..


''Mengapa berhenti...''tanya Serena..


Namun dia terkejut ketika Mark mengulurkan tangannya setelah sebelumnya pria itu menggeser kursi mobilnya ke belakang agar memudahkan Serena berpindah tempat....


''Kemarilah..duduk di pangkuanku..''bisik Marco dengan lembut...


Serena lalu mengangguk patuh, mengulurkan tangannya hingga jatuh tepat di atas pangkuan Mark...pria itu melingkari tangannya ke punggung Serena dan mengusapnya..


''Kau tau aku juga mencintaimu Serena..''


''Yah....aku tak memiliki keraguan sedikitpun Mark..kau adalah malaikat penolongku..''


Wajah Marco sedikit berkabut...


''Malaikat penolong....''ulang Marco dengan suara yang serak...


''Yah..bagiku kau adalah segalanya, kau yang menolongku...aku juga mencintaimu Mark...''


Hening....


Marco tersenyum pasrah...biarlah, saat ini dia membiarkan Serena menyebut nama Mark sebelum semuanya berubah...


Marco menarik tubuh Serena merapat di dada bidangnya dan mendekatkan bibirnya untuk sesaat kemudian...pria itu melum** bibir Serena dengan lembut dan penuh cinta...


Terbakarlah Marco.............

__ADS_1


Skip.......



__ADS_2