
''Semgoa kita bisa jadi sahabat..''ucap Arron ramah..
Nathan akhirnya menganggukan kepalanya...
''Tentu saja...aku berharap itu.''ucap Nathan beku..
''Baiklah kalau begitu aku harus kembali..jangan lupa Amanda...aku menunggu kedatanganmu besok..'
''Baiklah...aku akan kesana..''
Arron lalu pamit dan pergi meninggalkan Amanda dan Nathan....setelah kepergian Arron..gadis itu lantas membalikan tubuhnya lalu melangkah memasuki halaman rumahnya..
''Apa dia kekasihmu..''tanya Nathan penasaran..
Amanda menghentikan langkahnya lalu menoleh...ia tersenyum lembut...
''Mengapa kau bertanya seperti itu...gadis itu mendekati Nathan yang sedang menatapnya...kita berdua akan menjadi saudar ipar karna sebentar lagi kedua kakak kita akan menikah..jadi...tolong singkirkan semua perasaan aneh di hatimu karna kita hanya akan menjadi sepasang saudara,..selamat malam Nathan..''
Amanda lalu memasuk rumahnya dan tidak menengok ke belakang, Nathan hanya mampu menghela nafas...mengapa ini sedikit menyakitkan...?
Pria itu lantas memasuki rumahnya sendiri dan menutup pintu..
**************
''Aku dan Anna sudah memutuskan bahwa kami akan menunda pernikahan sampai bulan depan...karna aku ingin pernikahan kami juga di hadiri oleh Nala adik Anna..''ucap Mattew sembari menggenggam jemari Anna..
''Well....semua terserah pada kalian berdua yang pasti kami akan terus mendukung kalian..'''ucap Marco di setujui oleh seluruh keluarga..
''Terimakasih untuk kalian berdua...yang sudah berbesar hati untuk menunggu adik kalian..''ucap Rive lega..
''Daddy..tentu saja...aku akan mengatasi ini semua..tenang saja..Nala akan kembali pada kita setelah mendapatkan syok terapi...''
''Aku penasaran apa yang kakak rencanakan..''tanya Amanda antusias..
''Kau akan tau Amanda...Nala akan pulang dan meminta maaf..''ucap Anna berjanji..
''Baiklah karna kakak sudah bilang begitu maka kami akan menunggu dengan sabar...aku akan mulai mempersiapkan gaun terindahku..''ucap Amanda antusias..
''Tentu saja sayang...''balas Serena tersenyum pada putrinya..
Sementara dari jauh, Nathan hanya mampu terdiam..mampukah dia melupakan Amanda....?
***********
Hari pertama Amanda magang di cafe milik Arron...gadis itu memasang wajah kusut karna Arron memintanya melayani pelanggan yang datang..dan seumur hidupnya Amanda tak pernah melakukan hal itu...hingga dia menjadi bingung sendiri..dan sedikit kesal.
__ADS_1
''Antarkan pesanan ini pada pelanggan disana..''tunjuk Arron..
Hari ini Arron memutuskan dia tak akan ke kantor dan menemani Amanda bekerja di hari pertama..dia ingin melihat bagaimana sikap Amanda ketika dia melayani pelanggan..
''Baiklah aku akan kesana..''
Amanda melangkah sambil membawa satu minuman di tangannya...gadis itu melangkah hati-hati karna tak ingin minuman itu tumpah di tangannya..tanpa sadar bahwa dirinya di tatap oleh seorang pria yang memesan minuman..
Ketika hampir sampai tiba-tiba saja..kakinya di tendang seseorang hingga tubuhnya goyah dan menjatuhkan minuman dan tumpah seketika.
Brughh....
Amarah Amanda langsung naik seketika, gadis itu bangkit dan menoleh...dan tertawa kesal menyadari seorang gadis remaja sepertinya menatapnya dengan tajam...
''Kalo jalan itu liat-liat dong...pake mata..''umpatnya sengaja,..
Amanda tak bisa menunggu, gadis itu berdiri melemparkan nampan sembarangan dan bangkit berdiri..sementara mereka menjadi tontonan....pengunjung cafe lainnya..
''Apa kau tidak salah bicara..kau yang menendangku brengsek...'' Amanda mendekat tangannya sudah di udara hendak memukul namun...
Sebuah tangan menahannya..Amanda menoleh dan membeku melihat Arron berdiri dngan tatapan tak terbaca..ia menggeleng...
''Lepaskan aku....kau tidak melihat dia yang duluan menendangku...''teriak Amanda tidak terima..
''Apa....''teriak Amanda tidak terima..
Gadis ini menendangnya dan Arron malah menahan tangannya,...bukankah keterlaluan...?
Arron tersenyum lalu menggenggam jemari Amanda dan menghadapi gadis di depannya...
''Minta maaf padanya atau kau tidak akan aku lepaskan..''gumam Arron dengan ketenangan.
''Cih...meminta maaf pada pelayan ini...apakah kau sedang bercanda..''
''Di cafeku aku tak ingin ada yang bersikap kurang ajar pada siapapun...dia adalah gadis istimewa jadi...minta maaf sekarang..'' ucap Arron penuh penekanan..
''Tidak mau.....''
Arron kembali tersenyum lembut..
''Baiklah....kau yang keras kepala, jadi sekarang juga aku akan memasukanmu ke penjara atas perbuatan tak menyenangkan dan aku jamin...aku tak akan pernah membuatmu cepat berada disana...''
Wajah sang gadis berubah pucat....apalagi dari arah belakang, ada beberap pria yang masuk dan menariknya keluar dengan paksa....dan langsung menyeretnya ke kantor polisi..sementara para pengunjung cafe yang lain saling memandang satu sama lain...pria berkelas yang menyelesaikan masalah dengan tenang...mereka menatap kagum...
Sementara Arron memandang Amanda yang sudah basah oleh minuman tadi...ia tersenyum..
__ADS_1
''Ikut aku Amanda...kau perlu berganti baju..''ucap Arron menarik Amanda bersamanya...
Setelah mereka pergi, pria yang melepas kacamatanya tadi menggertakan giginya, dia adalah Tristan..kakak kelas Amanda, jadi Amanda dan pria ini...mereka sepasang kekasih...bagaimana itu mungkin..wajah Tristan terlihat begitu kecewa.
********
Amanda hanya menatap beku ketika Arron membersihkan bajunya yang tadi ternoda oleh minuman, Amanda telah berganti baju...sementara Arron sedang membersihkan noda yang tertinggal..
Keduanya menatap melalui cermin..
''Mengapa wajahmu seperti itu...masih marah..''
''Yah...dadaku sesak karna aku tak bisa memukulnya..''ucap Amanda kesal.
Mendengar hal itu Arron hanya tertawa..
''Kau dan kakakmu mempunyai emosi yang sama...''
''Sudah tau begitu mengapa kau melarangku memukulnya..''tanya Amanda mengerutkan kening..
Arron menghentikan kegiatannya membiarkan noda yang sudah hilang itu terbilas air yang mengalir..ia menatap Amanda dengan pandangan dalam...
''Mattew berbeda denganmu..kau adalah seorang gadis...usiamu bahkan baru akan genap 17 tahun sebulan lagi...kau masih mudah dan tidak baik kalau seorang wanita itu kasar apalagi suka membalas kekerasan dengan kekerasan...aku lebih suka menyelesaikan balasan dengan bermain cantik...tanpa kita harus mengotori tangan kita..''
Amanda memutar bolamatanya dengan jengah..
sementara Arron mendekatkan wajahnya..
''Kau masih terlalu kecil untuk berkelahi..''
''Masih kecil..''ulang Amanda mengerutkan kening..
''Tentu saja....aku menganggapmu adikku karna itu....aku mengingatkanmu dan menjagamu lagi pula...Mattew sahabatku..''ucap Arron tersenyum..
Namun senyum Arron menguap ketika melihat wajah kecewa yang di tunjukan Amanda...
''Amanda....''
''Aku....harus...pergi sekarang..''ucap Amanda membalikan tubuhnya dan meninggalkan Arron yang membeku disana..
Sial...mengapa dia mengatakan hal itu....? Arron lantas melangkah mengejar Amanda sampai ke luar...Amanda sudah menuruni tangga...dan langkah Arron terhenti ketika..Nathan sedang berbicara dengan Amanda..mereka tampak sangat dekat..Amanda tersenyum manis pada Nathan dan mengajaknya untuk duduk di salah satu sofa...
Arron mengepalkan tangannya dia memejamkan matanya...bagaimana mungkin dia cemburu...Amanda hanya anak kecil....hanya anak kecil di matanya tak akan pernah berubah..yah, bukankah seperti itu..
Namun mengapa dia tak terima...Arron kemudian menuruni tangga dan mendekati Nathan dan Amanda yang sedang bicara,..
__ADS_1