Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Menjadi Tenang


__ADS_3

Syakira terus mendekap Miley hingga gadis itu merasa tenang dan menghentikan tangisnya...


meski cukup lama dia merasakan pelukan hangat itu...


hingga akhirnya Miley menyadari kalau dia telah memeluk wanita asing dan merasa tidak enak..


Miley menarik pelukannya dan menghapus airmatanya....dia masih mencoba tersenyum merasa malu karna meluapkan perasaannya.


''Maafkan aku nyonya..''


Syakira mengangguk penuh pengertian...ia menyentuh wajah Miley yang sembab dan menghapuskan airmatanya..


''Siapa namamu..''


''Miley...''


''Baiklah kau boleh memanggilku Mommy Syakira...''


''Tidak..kau bukan mommyku, aku akan memanggil Nyonya Syakira itu lebih pantas..''


Meski sedikit tak rela tapi Syakira tak ingin memaksa Miley memanggilnya dengan Mommy...


Syakira menoleh dan menemukan Miley sedang menghabiskan eskrim rasa vanilanya..melihat eskrim Vanila membuatnya teringat dengan suaminya Rive...dia adalah penggila eskrim Vanila...


''Apa kau suka sekali pada rasa Vanila..''ucap Syakira menatap mata Miley..


''Yah nyonya...aku punya koleksi parfum dan semua yang bersentuhan dengan Vanila...''


''Kebetulan sekali, suami tante juga menyukai harum Vanila...dia adalah penggila Vanila..''


Miley mengangguk..kebetulan saja..


''Oya...dimana kau tinggal...''


''Aku bekerja di cafe Green tak jauh dari sini,...''


''Yang di depannya ada taman kecil itu..''tebak Syakira .


''Benar nyonya...aku bekerja disana..''


''Wah...kapan-kapan Tante akan mampir...''


''Tentu saja...kami punya meu baru, ada rasa rasa vanila, jika bisa bawa juga suami tante agar bisa menikmati kue dan minuman dengan rasa Vanila..''


''Tentu...aku akan mengajak suamiku, meski tante tidak tau apakah dia mau ikut atau tidak..''


''Psti mau ikut...kalau tuan juga menyukai Vanila..''


Tak berapa lama kemudian, seorang gadis berusia 15 tahun mendekati mereka, dia menatao Miley dan Mommy yang tampak langsung akrab..


''Mommy...''


''Ah....kenalkan dia putri kedua tante, namanya Nala..''

__ADS_1


Mileye mengangguk ramah dan mengulurkan tangannya, sementara Nala menatap wajah Miley yang terlihat sedikit mirip dengan Mommy...ia mengerutkan kening...merasa tidak suka kalau ada gadis lain yang mencoba mendekati ibunya,...Nala bersikap sinis.


''Sebutkan saja namamu..''


''Nala.......''suara Syakira meninggi tak suka dengan sikap Nala yang tidak sopan.


''Mommy maaf...aku akan menunggu Mommy di mobil.''


Nala meninggalkan Syakira dan Miley yang bingung...


''Nyonya...''


''Tidak..bukan salahmu Miley..anak itu memang sedikit berbeda..''


''Baiklah lebih baik tante pulang sekarang..''


Syakira sebenarnya berat ingin berpisah dengan Miley...


''Ehm..bisakah bibi meminta nomor ponselmu..''tanya Syakira penasaran.


Miley membeku..mengapa wanita ini sangat penasaran dengannya..


**********


Plak!!!!


Syakira menampar wajah Nala ketika mereka sudah sampai di dalam mobil, gadis remaja itu hanya mampu meringis dengan mata berkaca-kaca.


''Mengapa Mommy memukulku..''


''Lancang...mengapa kau bersikap seperti itu pada Miley.''


''Jadi semua ini karna gadis yang baru saja Mommy jumpai itu yah..''ucap Nala cemburu.


''Sebenarnya apa yang kau inginkan Nala..mengapa kau bersikap seperti ini..''


Nala melonggarkan tenggorokannya, sudah lama dia gerah..karna Mommy selalu membicarakan kak Ana yang hilang, Mommy selalu membicarakan kak Ana yang tidak ada di depannya dan akan sangat marah jika Lana atau pun Nathan menegurnya agar berhenti..sudah 15 tahun dan cukup..mungkin saja kak Ana sudah tak ada di dunia ini...mengapa Mommy tidak menyerah saja dan menerima kenyataan kalau kakak tak ada lagi..


''Mommy...aku lelah...aku tau Mommy melihat kemiripan di antara kita pada gadis itu...aku mengerti namun Mommy keterlaluan dengan bersikap sedekat itu kepadanya..dia orang lain..bagaimana kalau dia memanfaatkan Mommy..lagi pula Mommy tak akan mendapatkan sosok Kak Ana di dalam diri gadis bernama Miley itu sampai kapanpun..karna mungkin saja kak Miley sudah meninggal..''


Deg!!!!!


Syakira tidak menyangka kalau Nala mampu mengatakan hal itu pada kakaknya, meski Ana belum di temukan bukankah dia harus tetap berusaha mencari,..


''Turun dari mobilku sekarang..''teriak Syakira menahan amarah..


Wajah Nala menjadi pucat..


''Mommy...''


Syakira menatap supirnya...dengan tajam..


''Kau turunlah dan naik taxi, kawal Nala berjalan kaki sampai kerumah..awas jika kau sampai melanggar operintahku...dan untukmu Nala...Mommy sangat kecewa padamu...bagaimana pun kak Ana lahir dari rahim Mommy..bagaimana bisa kau meminta seorang ibu melupakan anaknya...airmata Syakira menetes..jadi turunlah..ucapkan maaf sepanjang jalan...supir akan merekammu di jalan jika kau tidak bicara maka kau akan Mommy tempatkan di asrama...''

__ADS_1


Supir pun keluar dan membimbing Nala keluar dari mobil, sementara Syakira membawa mobil meninggalkan gadis yang menangis..dia hanya ingin cinta utuh dari Mommy...Nala benci ketika di dalam ingatan Momm selalu kak Ana..dan kak Ana...


''Nona Nala..silahkan berjalan..agar tidak gelap sampai dirumah.''ucap sang cupir menundukan kepalanya dalam-dalam.


Dengan sangat terpaksa, Nala melangkah pelan...di bawah teriknya matahari, gadis itu meneteskan airmatanya..mengapa Mommy tega padanya...


************


Miley baru saja turun dari taxi dan membawa sisa barangnya dari kampus ketika, ia mendapati seorang pria tampan menatap matannya...


''Miley..''


''Tuan Arron..''


Pria itu mendekat...


''Mengapa kau lama sekali..''ucap Arron mengerutkan kening.


Miley mendekati Arron dan memperlihatkan beberapa buku yang dia peluk di dadanya..


''Ada banyak penjelasan jika tuan punya banyak waktu..''ucap Miley tersenyum..


Arron mendekati Miley dan tersenyum..


''Apakah semua sudah beres...padahal aku ingin kau kuliah saja..''


''Tidak....aku tak akan pernah membebani siapapun..memangnya mengapa kalau tidak kuliah.''


''Tapi itu penting Miley..''


''SMA saja sudah cukup...aku hidup sebatang kara di dunia ini..bagiku makan lebih penting dari pada melanjutkan sekolah...aku tidak akan pernah memaksakan diriku lagi...aku merasa cukup puas dengan apa yang ada padaku..''


Arron terpana...dengan sikap Miley yang tau diri, dia tak ingin memaksakan keadaan..dia gadis 19 tahun yang sangat dewasa dari cara berpikir, dan hal itu membuat Arron merasa semakin tertarik padanya


''Jika tidak ada yang ingin tuan bicarakan maka aku harus masuk..buku-buku ini cukup berat..''


''Baiklah,..masuklah dan istirahat saja...aku harus ke kantor sekarang..''


''Baik...''balas Miley melangkah masuk ke dalam cafe dengan Arron yang tersenyum salah tingkah..astaga mengapa hatinya bergetar begini...? pria itu tersenyum ketika melangkah menuju mobilnya..


Malam harinya....


Sudah pukul 11 malam..


Miley baru saja akan mengunci pintu cafe...para pelanggan sudah pulang dan hal yang sama juga di lakukan karyawan yang lain mereka sudah pulang sejak tadi..tuan Arron juga sudah pulang ke apartemennya sendiri..


Dan ketika Miley sudah menutup pintu, gadis itu kembali mengerutkan kening ketika ia mendengar ketukan di pintu...


Miley menoleh dan mendekati pintu dengan cepat...gadis itu tidak curiga sama sekali mungkin saja mereka salah satu karwayan cafe yang mungkin melupakan sesuatu..


Miley mendekati pintu dan membukanya dalam sekejap dan gadis itu begitu syok melihat apa yang ada di hadapannya..


Tubuh Miley menegang ketakutan..........

__ADS_1


Tidak.............


__ADS_2