
Pagi ini berbeda..
Serena turun dari lantai tiga bersama Marco..Serena tak mampu menghindar ketika Marco menggenggam tangannya dengan erat...bukan tanpa alasan karna mereka sama-sama telah berjanji untuk bersikap normal seperti suami istri selama 3 bulan...dan hal itu di mulai dari sekarang..
meski kesal, Serena tak punya pilihan selain mengikuti semua permainan ini sampai selesai..besar harapannya mereka gagal dalam waktu 3 bulan..
''Apa kau lelah sayang...''ucap Marco membimbing Serena keluar dari lift..
Serena mencoba tersenyum walau hambar...
''Semalam kau melakukannya cukup brutal menurutku...aku hampir tak bisa ke Butik pagi ini dan ke kantor WO ku..''balas Serena mencoba tersenyum..
''5 tahun..aku kehausan...maafkan aku sayang, aku berjanji menahan diriku..''
''Aku baik-baik saja sayang..''balas Serena lemah..
Marco tersenyum dan membawa Serena ke ruang makan dan mendudukannya di kursi tepat di sampingnya dan Matteo..bibi Berta juga makan bersama mereka..
''Selamat pagi bibi Berta dan pangeran tampan Mommy...'' bisik Serena mendekatkan wajahnya ingin mencium Matteo namun putranya malah melirik Marco hingga darah Serena mendidih karna bahkan putranya patuh pada Marco..
''Matteo sayang,..maafkan Mommy yah...Mommy akan mencoba untuk berubah lagi pula...kami sudah berdua sudah berbaikan..bukan begitu sayang..''bisik Marco menggenggam tangan Serena dengan erat di depan bibi Berta dan Matteo..
Serena menatap sang bibi dengan tatapan pasrah mereka seolah saling mengerti..
''Benarkah Mommy dan Daddy sudah berbaikan.''
''Tentu saja sayang semua ini karna dirimu...Mommy dan Daddy mulai sekarang akan melakukan segalanya demi kebahagiaanmu..''ucap Serena tersenyum..
Matteo pun tak mampu menahan perasaan bahagianya hingga matanya berkaca-kaca, dan pemandangan itu mau tak mau membuat Marco dan Serena saling menatap....
''Baiklah...kalau begitu aku minta sebuah syarat agar aku percaya bahwa Mommy dan Daddy sudah berbaikan..''ucap Matteo masih tenang..
Serena tentu saja akan melakukan apapun demi maaf putranya,..apapun akan dia lakukan...
''Baiklah katakan apa syaratnya sayang, Mommy janji akan melakukannya untukmu..''
Matteo menajamkan tatapannya...
''Apa mommy janji...jika ya maka Mommy tak bisa berubah pikiran atau Mommy akan menyakitiku...''
Serena merasa takut sekarang, dia menatap Marco yang sedang menyesap kopi paginya dalam diam...lalu Serena menatap mata bibi Berta dengan tatapan minta tolong..
''Ini pertama kalinya Matteo meminta satu hal...dan bibi yakin dia tak akan membuatmu susah..''ucap bibi Berta berusaha meyakinkan Serena..
__ADS_1
Hening...
Marco mengambil kopinya sambil menyeruputnya dalam ketenangan ia melirik putranya yang tersenyum kepadanya..
Sementara Serena di landa cemas..namun dia tak punya pilihan sama sekali...atau dia akan mendapat tatapan tajam dari sang putra..
''Baiklah sayang, sekarang katakan apa maumu...apa syarat yang kau mau Mommy penuhi..''
Matteo pun mengangguk penuh senyuman...ia lalu menatap sang Mommy yang menunggu ucapannya..
''Mommy tau aku sendirian selama ini...''
''Yah...kau anak tunggal kami...lalu kenapa..'' tanya Serena dengan wajah polos..
Matteo menghela nafas...
''Aku ingin seorang adik, aku tak ingin selamanya hidup sebagai anak tunggal...jadi apakah Mommy bisa memberikannya untukku..'' tanya Matteo dengan penuh harap..
Serena merasa sesak nafas hanya dengan mendengar permintaan Matteo, sementara...bibi Berta juga tampak terkejut namun dia memang mengerti kerinduan Matteo...dia butuh teman dan seorang adik..
''Sayang....mengenai adik..Mommy tak bisa berjanji...semua kehendak Tuhan...''
''Tuhan akan merestui kita jika kita berusaha keras...perkataanku benar bukan..''sambung Marco dengan lembut..
''Dua...'' ulang Serena tampak syok..
********
''Selamat pagi nyonya Serena..'' sapa para karyawannya di Butik..
''Selamat pagi....apakah ada yang mencariku hari ini..''tanya Serena melangkah menuju tangga..
''Tuan Axel sedang menunggu nyonya di ruangan..''
Serena menoleh..
''Tuan Axel...''ulang Serena seakan tak percaya...
''Yah...beliau sudah menunggu nyonya di ruangan..''
Serena berbalik dan memijit pelipisnya...bagaimana sekarang....ia sudah lelah dengan permintaan Matteo yang membuatnya pusing, sekarang dia harus menemui Axel...tentu saja hal ini membuatnya lelah..
Namun bagaimana pun Serena harus menghadapi masalahnya bukan...? Ia akhirnya melangkah naik dan membuka pintu ruangan..
__ADS_1
Axel seketika berdiri ketika melihat kedatangannya, ini pertama kalinya mereka bertemu setelah acara pernikahan yang di hadiri Serena..
''Hai...Serena..''
''Axel....apakah sudah dari tadi menunggu, maaf karna sedikit macet tadi jadi aku terlambat..''Serena mencoba basa-basi.
Wanita itu bergabung dengan Axel yang duduk di sofa...pria itu menatap Serena dengan tajam..
''Apakah semua baik-baik saja..''tanya Axel..
Serena mengangguk lalu tersenyum...ia melonggarkan tenggorokannya...
''Semua baik-baik saja dan aku sudah kembali pada suamiku jika itu maksudmu Axel..''
''Apa....kau kembali padanya bagaimana bisa...bukankah aku sudah mengatakan informasi kepadamu tentang Luna mantan kekasihnya..''
''Sudahlah Axel...lagi pula itu adalah masalahku dan biarkan aku yang menyelesaikannya..''ucap Serena tenang..
''Katakan apa yang terjadi...''
Serena bangkit dari sofa dan melangkah menjauh namun Axel tak tinggal diam, pria itu mendekati Serena dan menariknya agar wanita itu berbalik...
''Serena...''
''Tuan Axel....aku harap kau tau posisimu...''Serena menurunkan pandangannya pada cengkraman Axel yang posesif...
''Serena...katakan apa yang terjadi...bukankah Luna benar mantan kekasih Marco...aku pikir dia sudah tertangkap basah karna masa lalunya yang kotor kemudian menyerah namun apa yang terjadi ini...mengapa malah sepertinya kau yang menyerah Serena..''
''Lepaskan aku tuan Axel....kau tau apa yang sebenarnya terjadi pada Luna...dia adalah gadis yang telah menghianati Marco dengan pria lain lalu dia putus asa, karna mereka bertengkat dan kau tau apa yang terjadi selanjutnya tuan Axel....Luna yang memutuskan bunuh diri dan kau pikir ini yang akan menjadi salah Marco...tidak...itu tak mungkin terjadi...bukannya kau membantuku malah kau semakin menjerumuskan aku...tuan Axel....aku pikir kita tak ada hubungan apapun bukan, jadi...bisakah aku minta mulai sekarang kita menjaga jarak...karna aku tak bisa membiarkan diriku di dalam masalah...dan aku harap berhenti datang ke kantor...ada banyak mata-mata disini jadi aku tak mau mencari masalah..''
Serena menghempaskan pegangannnya dengan tatapan beku...wanita itu berniat melangkah ke pintu keluar namun sekali lagi, Axel melakukan sesuatu di luar kendali...
Pria itu memeluk tubuh Serena dari belakang hingga wanita itu menghentikan lngkahnya sebentar..
''Serena...jangan memintaku pergi...aku mencintaimu Serena dan aku...tak ingin kehilanganmu..'
''Lepas apa kau sudah gila tuan Axel..aku punya suami dan anak...''
''Tapi kau tidak bahagia bersama dengan mereka bukan...aku akan menerimamu dengan tangan terbuka Serena...jika kau mau biarkan saja Matteo bersama Marco sedangkan kau bersama denganku..bagaimana..''bisik Axel membujuk...
Serena terdiam di tempatnya, matanya berkaca-kaca...
''Apa........''
__ADS_1