Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Menyembunyikan Kebenaran


__ADS_3

Marco terdengar lebih waspada dari sebelumnya, pria itu memandang Serena yang masih berada di makam dan menghela nafas....


Mark tidak pernah melupakan Serena...bagaimana bisa, padahal Marco telah memiliki gadis ini..


Mark : Hallo.....Serena...apa kau mendengarku..?


Marco : Mark......


Mark : Marco...apakah itu kau, oh syukurlah...Marco aku sedang dalam masalah sekarang, bagaimana ini....aku ingin pulang menemui Serena namun, sepertinya tidak mudah...bagaimana kabar Serena..apakah dia baik-baik saja..


Marco : Menghela nafas.....) Ketika kau pergi banyak yang terjadi Mark....termasuk pada Serena...


Mark : Apa maksudmu...


Marco : Serena sudah pergi dia menghilang begitu saja aku tak bisa melakukan apapun untuk menemukannya..


Deg!!!!


Mark : Apa maksudmu Marco..tidak mungkin kalau Serena...hilang..


Marco : Benar Mark...aku sebenarnya ingin mengatakan segalanya kepadamu namun aku tau kau pasti akan terluka karna itu sekarang akulah yang memegang ponselnya...


Mark : Tidak mungkin....Marco...


Marco : Maafkan aku harus merahasiakan ini darimu Mark...aku juga akan kembali ke kotaku.....


Mark : Hening..........Marco, bagaimana mungkin...


Marco : Aku akan mengirimkan semua berkasnya padamu Mark..semua terjadi dengan sangat cepat dan aku..telah mengirim orang untuk mencarinya namun sampai saat ini Serena masih belum aku temukan.


Mark : Aku akan pulang dalam minggu ini Marco dan aku akan mencari Serena...


Marco : Terserah padamu Mark....orangku akan menjemputmu..


Mark : Ya ampun jangan katakan ini semua adalah benar...Marco aku tak bisa kehilangannya..aku tak bisa....


Marco : Semua sudah terjadi Mark...maafkan aku...


Mark : Tapi.........


Ttttt..........


Ponsel dimatikan dengan segera..Marco mengepalkan tangannya, dia tidak punya pilihan selain menghilangkan semua jejak Serena yah....dia tak akan pernah melepas Serena.....


Pria itu lalu mengambil ponselnya sendiri dan menelfon anak buahnya...


''Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku....''


Marco meletakan kembali ponsel milik Serena dan keluar dari mobil menghampiri Serena yang masih berada di makam....


***************

__ADS_1


Mark melemparkan ponselnya sampai hancur di tanah..apakah berita itu benar, tidak mungkin Serena menghilang..tidak mungkin,...


Pria itu bangkit dan melangkah masuk ke dalam kamarnya, besok dia akan melakukan penerbangan pertama Mark tak bisa menunggu lagi...dia tak bisa duduk diam dan menunggu apa yang akan terjadi jalan satu-satunya adalah kembali pulang kerumah..


dan itu akan dia lakukan sekarang juga....


Langkah Mark terhenti melihat Elena juga sudah siap untuk pulang bersamanya...


pria itu lalu melangkah mendekati Elena...


''Apa kau benar-benar tak punya malu untuk tetap mengikutiku Elena..''


Elena mengepalkan tangannya..


''Jangan lupa kalau aku sedang mengandung anakmu...jangan lupa bahwa aku adalah istrimu jadi wajar saja kalau aku ingin ikut denganmu untuk pulang ke negara kita..''


Hening.......


''Elena.....''


''Mark...aku tak bisa tinggal disini sendiri, ini bahaya untuk anak kita...''


''Anakmu saja Elena karna aku tidak akan pernah mengakuinya sebagai anakku..apa kau mengerti..''


Elena memejamkan matanya ketika Mark melangkah meninggalkan dia sendiri...sangat menyakitkan ketika pria yang kau cintai tidak mencintaimu sedikitpun...hal itu sangat melelahkan jiwa Elena...


Namun...dia tak akan menyerah..dia akan punya anak meski Mark tidak menginginkan anak ini tapi dia akan berjuang untuk mendapatkan hati Elena...sampai kapanpun..


Setelah kembali dari makam, Marco tidak menunggu waktu pria itu langsung membawa Serena ke bandara untuk menaiki pesawat..segalanya di lakukan Marco dengan terburu-buru hingga Serena bahkan tidak sempat kembali kerumah lama....


Mereka akhirnya sampai di atas pesawat...dan Marco hanya menghela nafas lega ketika pesawat sudah di udara...


''Apa yang kau pikirkan sayang, bukankah kita terlalu buru-buru..''ucap Serena dengan khawatir...


Marco menoleh dan membeku melihat wajah Serena yang manis...bagaimana kalau Serena tau segalanya apa reaksi gadis ini...?


''Aku tidak memikirkan apapun Serena...aku mempersiapkan pernikahan kita dan begitu kita sampai maka kita akan mulai mempersiapkan acara pernikahan..aku tak sabar lagi menjadikanmu istriku..''


''Aku juga tak sabar menjadi istrimu Marco...''keduanya saling melemparkan senyuman...


''Baiklah..sekarang kau istirahat saja Serena.....perjalanan kita akan lama...kau butuh tidur,...''


''Baiklah....''


Serena lalu menyadarkan tubuhnya di pelukan Marco untuk selanjutnya tertidur di pelukan Marco..


Sementara pikiran Marco terbang menjauh mengembara pada Mark....yah...ini adalah yang terbaik, membawa Serena pergi jauh agar Mark tidak menemukan mereka...tentu saja Marco akan melakukan apapun untuk melindungi Serena dari informasi dari luar...


Marco memejamkan matanya....pria itu tersenyum puas....


******************

__ADS_1


Dua hari kemudian....


Ini pertama kalinya bagi Serena keluar dari sebuah rumah besar milik Marco, di kota kecil yang baru saja mereka datangi...dia mengalami kelelahan akibat penerbangan yang panjang....


Rumah ini amat luas dengan halaman yang cukup jauh mencapai gerbang...Serena cukup tercengang, disini penjagaannya berbeda karna setiap sudut rumah dia menemukan beberapa orang pria bertubuh tegap dan tinggi berjaga...


Serena sedikit heran karna sebagai seorang Dokter, Mark terlalu dingin..dirumah lamanya, Mark tak pernah di temani oleh para pria berwajah batu ini setidaknya dia tak pernah melihat mereka di sekitar Mark..tatapan mereka begitu tajam..walau ketika melihat Serena mereka langsung menundukan kepala tanda penghormatan..Serena menyimpan semua tanda tanya itu di dalam kepalanya...tentu saja,..mungkin dia akan bertanya jika semua yang dia liat tak bisa dia toleransi lagi...


Serena hanya menghela nafas...


''Nona Serena...silahkan masuk ke ruang pertemuan, tuan Mark sudah menunggu nona disana..''


Ucapan seorang pelayan di belakang Serena sanggup membuat gadis itu terkejut..


''Ruang pertemuan....dimana....''


''Di lantai 5....''


''Lantai 5...''ulang Serena sedikit syok..


Ketika bangun tidur dia sudah di buat terpana dengan kamar tidurnya yang sangat mewah, kemewahan ini lebih dari pada yang telah dia alami sebelumnya bersama Mark di kota asal mereka...Mark seolah merubah dirinya ketika sampai di kota ini..


''Baiklah....bisakah kau mengantarku...''


''Tentu saja nona..mari ikut saya..''ucap pelayan melangkah bersama Serena menuju lift...


Ting!!!


Lift transparan itu sangat mewah dengan dominasi warna emas...


Tak berapa lama kemudian mereka keluar dari sana...menuju sebuah pintu utama yang besar dan satu-satunya...


''Apa kau yakin disini..''


''Tentu....silahkan masuk nona..''


Sang pelayan lalu menekan sebuah tombol dan saat itu juga sebuah cahaya berwarna biru keluar dari pintu atas dan melewati Serena seolah memindainya..tak lama kemudian pintu mewah itu terbuka...


Dan Serena melangkah.....


Gadis itu membeku melihat pemandangan di depan matanya...


''Mark..........''


Suara Serena terputus...ia sungguh terkejut setengah mati....apa yang terjadi ini..matanya melebar melihat ada banyak orang pria yang membungkuk ke arahnya...


Tubuh Serena menjadi lemah ketika dandann mereka persis seperti anak buah seorang Marco pada waktu menyerang Mami dulu....


Serena memijit pelipisnya...ia lebih terkejut ketika sosok Mark mendekatinya....dengan tampilan berbeda....


Gadis itu menggeleng tak mau percaya dengan penglihatannya....

__ADS_1


''Tidak mungkin........''


__ADS_2