
Miley sedikit terkejut ketika tuan Baron benar-benar terlihat marah, gadis itu bergerak mundur ketika beberapa pria berbadan tegap datang dari arah pintu utama dan mendekati tuan Baron yang akan memberi perintah..
Tubuh Miley gemetar ketika melihat tubuh sang ayah dan ibunya di seret...tiba-tiba dari arah belakang, seseorang menarik tangannya keluar dari ruangan, rupanya yang menariknya adalah pengasuhnya..wanita berusia hampir 50 tahun itu sangat gusar,...menarik Miley menuju pinggir jalan dan terus menjauhi rumah besar itu...
''Kau harus segera pergi dari tempat ini, apa kau dengar itu...jika kau terlambat maka tuan Baron akan tetap membawamu..''
''Apa maksudmu bibi...'ucap Miley ketakutan...
Wanita itu lalu menarik Miley untuk bersembunyi di salah satu pohon besar di pinggir jalan, ketika iring-iringan mobil tuan Baron keluar dari rumah besar milik tuan Benyamin...
''Oh...Miley..syukurlah aku menarikmu dengan cepat..jika terlambat sedikit saja maka kau tak akan pernah lolos..''
Wanita itu memeluk Miley dengan erat...dia di tugaskan tuan Benyamin untuk mengasuh gadis cantik ini sejak usia 3 tahun...dan dia sudah menyayangi Miley seperti anaknya sendiri..
Miley meneteskan airmatanya..menyadari dia baru saja lolos dari jebakan orang tuanya..
''Bibi....bisakah kau berkata jujur kepadaku..''ucap Miley dengan mata berkaca-kaca..
Wanita itu mengangguk..ia lalu mengeluarkan sebuah surat yang dia simpan di dalam amplop dan sebuah tas berisi ijasah Miley...wanita itu tersenyum..
''Bibi punya sedikit uang, dan semua tentangmu sudah bibi tulis disini....jadi Miley..kau bisa membacanya..yang perlu kau tau adalah kau harus bisa sembunyi..kau..harus bisa berlindung dari tuan Baron yang pasti akan memburumu..''
''Tapi aku sudah tidak...''
'Tapi kau masih muda dan cantik,...mungkin dia tak akan menikahimu tapi...dia bisa menjadikanmu budaknya..karna itu Miley...kau harus pergi jauh dari sini..apa kau mengerti..dan waktu itu di mulai dari sekarang..''
''Tapi...''
''Kita tak punya banyak waktu Miley....pergilah sekarang...''
Wanita itu segera menyetop taxi lalu dengan cepat, ia mendorong tubuh Miley masuk ke dalam...
''Bibi.....bagaimana bisa aku hidup sendiri..''
''Tuhan akan menolongmu anakku..pergilah..''
Wanita itu menyetop taxi...dan akhirnya Miley pergi dengan membawa pakaian di tubuhnya...ia meneteskan airmatanya..semua sudah berakhir, kehidupannya berubah dalam sekejap...sekarang dia benar-benar tidak punya apapun untuk bertahan..
Bagaimana sekarang........
***********
Miley menghabiskan waktunya duduk di taman kota dan merenung, ia harus bagaimana sekarang, hari sudah hampir malam...jadi ia harus mencari tempat tinggal sekarang..
Ayolah Miley..duduk saja tak akan memberimu makan..
Miley bangkit dari kursi taman dan sambil membawa tas di punggungnya..gadis itu keluar dari taman dan menatap sekelilingnya lalu menemukan sebuah cafe..dengan percaya diri dia melangkah mendekati cafe itu dan membukanya..
Rupanya di dalam ada seorang pria tampan yang duduk di meja casier...
keduanya bertatapan...pria itu mengerutkan keningnya..
__ADS_1
''Maaf...tapi apa kau tidak melihat tulisan di kaca...cafe sedang tutup..''ucap pria itu tenang..
Miley memberanikan diri untuk tersenyum..dia mendekati sang pria dan berdehem..
''Eehm....apakah kau butuh..''
''Butuh apa....apa kau mau menawarkan dirimu....astaga kau masih muda...apa kau tidak punya pekerjaan lain..''desis pria itu sinis..
''Menawarkan diri...yah aku bermaksud untuk...''
Pria itu meletakan pulpen di tangannya sedikit keras hingga Miley terkejut...
''Apa kau tidak malu menawarkan diri padaku..kau bahkan masih sangat muda...kau sudah mau menjual diri.....kau...''
''Apa...jual diri..''ulang Miley tersinggung..
Pria itu bersedekap...
''Bukankah aku berkata benar...''
Miley memincingkan matanya sinis...dia tertawa kesal...mengapa pria memandangnya sebagai perempuan nakal...
''Aku kira penampilanmu cukup bermartabat, aku pikir dengan melihatmu aku akan meletakan dirimu tinggi kau pasti berpendidikan dan berkelas..tapi aku pikir semuanya salah karna apa....kau adalah pria dengan pikiran yang kotor....aku pikir aku bisa menawarkan diriku untuk menjadi pegawaimu....tapi kau malah menghinaku...apa kau sedang bercanda...''
Mata Miley melirik sebuah minuman coklat dingin di depannya...ia melonggarkan tenggorokannya..lalu merebut minuman itu dan meneguknya...
Pria di depannya melebarkan matanya...ia kehilangan kata melihat sikap Miley..
Miley membalikan tubuhnya dan menyeret tubuhnya ke arah pintu namun, suara di belakangnya menghentikan langkahnya..
''Tunggu.....aku minta maaf, apa kau bisa kembali..''
Miley tersenyum lega..lalu membalikan tubuhnya dan menatap pria yang sedang menatapnya tajam..
''Jadi apakah kau kasian padaku.....''ucap Miley dengan mata berbinar.
Pria itu akhirnya tertawa....
''Siapa namamu...'' liriknya tajam..
''Namaku Miley....dan kau tuan...siapa namamu..''
''Arron......namaku Arron...apa kau serius ingin menjadi pegawaiku..''
Miley mendekati pria yang tampak terpesona kepadanya, ia bersedekap..
''Tapi aku punya syarat..kau tau aku banyak pengalaman aku bekerja profesional jadi,...''
Arron mendekat mengusir jarak di antara mereka...hingga Miley terdiam...
''Baiklah apa syaratmu..dan juga bukti bahwa kau pekerja berpengalaman..''tatapnya dingin..
__ADS_1
''Aku ingin tinggal di dalam cafe ini, aku berjanji akan bekerja keras...aku tidak punya tempat tinggal...dan mengenai keahlianku kau akan melihat sendiri betapa aku sangat rajin..''
Arron memandang ke sekelilingnya...memang dia punya satu kamar kosong...
''Apakah tidak masalah kau tinggal sendiri...kau tidak takut hantu..''
''Hantu yang takut padaku..''balas Miley cepat..
Arron tersenyum, terus menatap Miley dengan penuh penilaian..gadis ini jujur..
''Baiklah kau di terima...aku harus makan malam sekarang jadi apakah kau...''
''Tidak aku sudah kenyang......''kata-kata Miley menguap dengan cepat..
Miley terbatuk-batuk dan seketika...wajahnya menjadi pucat karna malu ketika perut Miley berbunyi karna lapar..
Kriukkk......
Arron memejamkan matanya...
''Jadi kau lapar....?''
''Eehm..sedikit...''
''Baiklah ikut aku sekarang.........''ucap Arron melangkah lebih dahulu keluar dari Cafe dan Miley mengikutinya..
**********
Sementara Matteo menuruni tangga, dia bertemu dengan sang mommy..
''Kau mau kemana malam-malam begini sayang...''
''Aku ingin menemui Arron..''
''Arron...''ulang Serena mencoba mengingat..
''Yah....dia sahabatmu kan...pria manis berwajah oriental itu..bukankah dia sedang di luar negri..''
''Yah...dia baru saja kembali...''
''Tapi Sayang..bagaimana kalau besok saja kau keluar menemui Arron.''pinta Serena..
''Mengapa aku harus menunda..''
''Paman Rive dan bibi Syakira mengundang kita makan malam..dia juga ingin memberikanmu foto masa kecil Anna dulu..mungkin saja kau akan menemukan petunjuk..''
Matteo akhirnya mengangguk...ia tak bisa menolak permintaan sang Mommy...Matteo dalam mod yang buruk karna dia tidak juga menemukan Miley..entah dimana gadis itu sekarang namun dia tak akan menyerah..
''Baik Mommy..ayo......''Matteo memeluk Serena dan mereka keluar rumah..
__ADS_1