Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Tertarik


__ADS_3

''Siapa namamu...''tanya Marco penasaran..


Matteo menoleh dan tersenyum..


''Namaku adalah Matteo..''


''Matteo..'ulang Marco..


''Yah...paman boleh memanggilku Matteo lalu siapa nama paman..''


Marco tersenyum...


''Namaku Marco Antonio, kau bisa memanggilku paman Marco..''


''Nama yang bagus..''puji Matteo ramah..


Keduanya saling melemparkan senyuman nyaman satu sama lain...


Untuk pertama kalinya dalam hidup Marco dia menunggu seorang anak kecil untuk minum...ia juga heran mengapa dia sesabar itu..


Di perhatikannya lagi pria kecil itu hendak mengambil segelas cola, namun Marco menangkap gelas yang akan di minum Matteo dan menatapnya dengan tajam..


''Jangan terlalu berlebihan tampan...kali ini Mommy mu pasti akan marah..''


Sebaliknya Marco meneguk Cola di dalam gelas itu sampai setengah gelas dan hal itu sanggup membuat Matteo melebarkan matanya tak terima..dia lantas bersedekap, memasang wajah cemberut,..


''Jangan menghabiskannya..sisakan sedikit untukku..''ucap Matteo yang sangat menyukai Cola dalam hidupnya.


Marco melirik gelasnya, lalu memberikan sisanya pada Matteo yang langsung menyambar gelas cola itu dan menghabiskannya...dia lalu bersendawa yang lucu hingga keduanya tertawa bersama...


''Apa kau puas...''lirik Marco menggoda Matteo...


''Tentu saja aku puas....''


''Kau nakal..''ucap Marco sambil ikut menyapa beberapa tamu yang melintasi mereka...


Matteo melirik penasaran, karna paman Marco hanya sendirian, tanpa istri dan anak....


''Ehm..paman, mengapa datang sendiri, apakah paman sudah menikah..lalu punya anak..''


Pertanyaan Matteo yang polos sanggup merubah wajah Marco menjadi sedih...pria itu berdehem..


''Paman kehilangan istri dan mungkin juga anak, singkatnya untuk sementara paman tak punya siapapun..''


Hening........


Matteo pun mengerti karna Mommy juga sama....sendirian...


''Mommy ku juga sendirian, mungkin Daddyku pergi entah kemana..''


''Kau tidak bertanya pada Mommy..''


''No..Mommy selalu menangis ketika aku bertanya dan aku tidak bertanya lagi..'' Matteo tampak sedih..dan entah mengapa kesedihan itu menular pada Marco pria itu pun melonggarkan tenggorokannya.


Marco melirik sekelilingnya...


''Sebenarnya paman malas berada di tempat ramai ini..'' Marco mengalihkan kesedihan Matteo...


''Yah...lebih baik melihat bulan..''ucap Matteo pelan..


Marco seketika menatap mata pria kecil itu...


''Kau menyukai bulan...itu artinya kita sama...'' tatap Marco begitu tertarik..

__ADS_1


''Yah aku menyukai bulan...paman juga menyukainya...bagaimana kalau kita pergi dari sini paman..''


Marco pun mengangguk...


''Baiklah....lagi pula paman kesepian...''


Marco hendak melangkah namun, dia terkejut melihat Matteo masih sempat menyambar botol cola dan membawanya..


''Kau curang Matteo..kau tak boleh minum lagi...''


Matteo melangkah menjauh...pria kecil itu menyembunyikan botol cola di belakang punggungnya, ia takut Marco akan mengambil kembali..


''Ini pesta paman..ayolah...hanya sedikit..'' pinta Matteo dengan wajah memelas..


Marco akhirnya menyerah..ia terkekeh melihat sikap Matteo...pria itu bersedekap..


''Mungkin kita butuh ayam goreng..''


''Yah.......''


Keduanya lantas tersenyum dan melangkah bersama mencari bulan.


**********


Sementara itu, Serena tampak sibuk mengawasi pesta yang sedang berlangsung, beruntung dia punya tim yang hebat yang bekerja dengan sepenuh hati mereka jadi..sepanjang Serena mengontrol dia tidak menemukan sedikitpun kekurangan atau pun kegagalan yang terlihat disana..Serena tersenyum puas..


Ketika dia hendak melangkah, Serena terkejut ketika tubuhnya bertubrukan dengan seseorang di belakangnya....


''Maaf....''


''Serena ini aku...''


Serena mengangkat wajahnya dan langsung tersenyum melihat Axel berdiri dengan senyuman tampan di wajahnya..


''Tuan Axel....''


''Lalu...haruskah aku menyebut nama...? Tapi itu tidak sopan..''


Axel bersedekap....


''Sopan...di mataku kau tetap sopan...''


Axel mendekati Serena yang tampak cantik malam ini dengan gaun berwarna coklat keemasan yang menjuntai panjang menutupi mata kakinya...sementara pandangan Serena memutar ke segala arah dia terlihat begitu cemas..bagaimana kalau Marco aa di acara ini...bagaimana kalau Marco melihatnya...


Serena menjadi pucat...


''Aaiisss....aku lupa harus mencari Matteo..anak itu aku sudah mencarinya..bagaimana pun ini sudah terlalu lama...aku takut dia tersesat..


Axel mengangguk...sayangnya dia tak bisa ikut mencari karna dia harus menemui tuan Marco...yah..seingat Axel tuan Marco belum datang ke pesta ini..


''Baiklah sebenarnya aku ingin menari Matteo bersama denganmu tapi...aku juga harus mencari seorang tamu penting..''ucap Axel mengernyit..


Serena pun mengangguk mengerti tentu saja dia tau posisi Axel..yang bertanggung jawab pada tamu pentingnya..


''Baiklah...kita akan bertemu lagi..''ucap Serena pamit dan melangkah meninggalkan Axel yang terpana masih memandangnya, meski sudah mempunyai Anak, tubuh Serena tetaplah seorang gadis yang cantik dan sempurnya...Axel menghela nafas...Serena teramat mempesona..


dan Axel sudah memutuskan bahwa ia akan mengejar Serena sampai mendapatkannya...yah....dia juga akan menerima Matteo seperti anaknya sendiri...


********


Marco tersenyum ketika Matteo melahap ayam goreng yang dia pesan melalui Fred yang berdiri di belakangnya...


''Apa kau menyukainya..''tanya Marco yang menatap Matteo dengan pandangan dalam, dulu ketika masih kecil dia juga menyukai ayam goreng dan cola Marco bahkan berebut dengan Mark..

__ADS_1


''Ini enak sekali paman...di banding makan makanan hotel aku tidak suka..''


Fred dan Marco saling menatap dengan senyuman lucu...


''Dia mirip sekali dengan tuan..''ucap Fredd menebak..


''Yah aku pikir begitu Fred....aku menyukai anak ini..''


''Tuan lebih banyak tersenyum..''ucap Fred setuju..


Sementara Marco pun menyadari itu..dia lalu kembali menatap mata Matteo yang benar-benar serupa dengannya dan mengangguk...


''Aku akan menemui orang tuanya...''


Fred pun mengangguk namun ia melirik jam di tangannya..


''Tuan,...saatnya masuk ke dalam pesta, semua orang akan mencari anda..''ucap Fred menundukan kepalanya..


Marco melirik Matteo yang menatapnya dengan ekspresi tak ingin di tinggal..


''Jangan tinggalkan aku paman Marco..''ucap Matteo melepas potongan ayam yang dia pegang..


Marco akhirnya menyerah..


''Baikllah ayo kemari, paman akan membersihkanmu lalu kita masuk ke dalam sekaligus mencari Mommy mu..''


''Yey.....'' Matteo melompat senang..


Ia mendekat dan membiarkan Marco membersihkan mulut kecilnya dengan tisue basah yang di beli Fred tadi...pemandangan itu sungguh membuat hati siapapun menjadi hangat, mereka seperti sepasang ayah dan anak yang saling mencintai hingga Fred ikut haru...


''Nah..kau sudah tampan sekarang, ayo saatnya kita berpesta..''


''Baik paman.......''


Matteo menyambut tangan Marco lalu mereka melangkah bersama menuju tempat acara..


***********


Matteo hilang....?


Serena mendadak pucat ketika dia mencari Marco di tempat yang dia janjikan namun putranya tak ada disana...


Mata Serena berkaca-kaca, jantungnya berdegup kencang...bagaimana ini dimana Matteo...


Dengan putus asa, Serena kembali masuk ke dalam area pesta dan matanya menangkap putranya saling menggenggam tangan dengan seorang pria di belakangnya...Serena tersenyum..pandangannya berfokus pada Matteo yang melangkah tampak akrab dengan pria dewasa itu..


Serena mengangkat ujung gaunnya untuk mengejar Matteo...wanita muda itu mendekat hingga akhirnya dia sampai di dekat Matteo dan mencekal tangan putranya hingga sontak Marco dan Matteo membalikan tubuhnya serentak..


Deg........


Deg...........


Deg................


''Matteo dari mana saja kau, kau membuat Mommy cemas..'' jerit Serena tidak memperhatikan ekspresi terkejut yang di tunjukan Marco...


''Mommy...........''


''Serena................'' suara Marco tertahan di udara..


Melihat Serena berada di depannya dia seperti bermimpi........


Serena terkejut ketika matanya kembali bertemu dengan mata abu terang yang begitu tajam itu..

__ADS_1


''Tidak.........'' desah Serena dengan mata berkaca-kaca...



__ADS_2