Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Tak Berdaya


__ADS_3

Serena mengeluh ketika Marco menindih tubuhnya...pria itu tersenyum dan ketika menatap dari atas tubuh Serena...


Mata mereka bertemu dengan tatapan yang berbeda...ada rindu, benci dan berjuta perasaan samar yang mulai bercampur menjadi satu...


Marco melirik bibir Serena yang merah menggoda...sementara Serena berusaha kuat menepis godaan dari pria yang di bencinya..


Serena mengeluh ketika Marco mulai mencekal kedua tangannya dan membawanya ke atas dan mengunci tubuhnya agar tidak bisa bergerak...


''Serena,...''


''Marco cukup.....apa yang terjadi denganmu mengapa kau seperti ini..''


Srak.....


Gaun indah yang menutupi tubuh Serena kini terhempas lepas dan meninggalkan keindahan yang sudah lama tidak di liat Marco..


Semuannya masih sama..milik yang selama ini dia mimpikan dalam tidurnya..


mata Marco berbinar terang tentu saja seluruh tubuh Serena yang dulunya membuat dirinya candu kini kembali kepadanya...


Serena mengerang, berusaha kuat meronta untuk melepaskan dirinya...namun tentu saja Marco bukanlah lawan yang lemah..


''Marco...bagaimana kalau Matteo bangun dan mencariku..'' tatap Serena dengan kecemasan yang tergambar jelas di wajahnya...


Mendengar hal itu Marco terkekeh...


''Sssst..bahkan suaramu tak akan sampai keluar kamar...sayangku, bagaimana kalau kita menyelesaikan ini...aku suamimu dan aku masih berhak atasmu...kau tidak lupa itu kan sayang...''


Serena mengeluh ketika bibir panas Marco mulai menyentuh permukaan dadanya dan bermain di sana dengan lidahnya yang begitu ahli..sementara jemarinya yang lain bergerak turun dan menyentuh milik Serena yang sudah lama tidak di singgahinya..


Serena tak berdaya di bawah kungkungan Marco yang begitu posesif...tubuhnya bergetar ketika jemari Marco mulai menyiksanya dalam kenikmatan...


''Marco......''


''Yah..manis...panggil namaku...aku bahagia ketika kau hanya memikirkanku ketika kita bercinta....''


''Aaarggh.....''

__ADS_1


Serena menjerit ketika miliknya di terobos oleh sesuatu yang keras dan sesak di bawah sana...Marco menggertakan giginya ketika dia sadar kalau milik Serena begitu hangat membungkus dirinya...


Marco memeluk Serena dan kembali melum** bibirnya dengan panas, ketika tubuh Serena memberi kenikmatan ganda padanya..sudah lama rasanya..Marco tidak merasakan percintaan seindah ini....sungguh seumur hidup bahkan hanya Serena yang ada di dalam pikirannya...


Marco menghentakan tubuhnya dalam-dalam, menikmati keindahan percintaan antara mereka...menatap Serena yang mulai menyerah dalam sentuhannya...


Serena nya yang cantik...dan selalu menggemaskan...Marco tak bisa memikirkan wanita lain selain Serena...hanya Serena..dan mengenai Axel...dia akan memikirkan cara untuk menyingkirkan pria yang jauh lebih muda itu dari istrinya karna Marco tau benar bahwa Axel jauh dari kata menyerah...namun Marco akan memastikan kalau dia adalah pemenangnya...tentu saja dia tak ingin kehilangan istri dan anakknya..


Marco tersenyum ketika menatap wajah Serena yang manis, bibirnya bengkak, tak ketinggalan beberapa tanda di dadanya yang menjadi bekas ciuman Marco yang terlalu panas...kepadanya..


''Aku mencintaimu Serena....''bisik Marco sebelum menggerakan tubuhnya memasuki Serena lebih dalam lagi dan membawa istrinya menuju puncak...


*****************


Pagi yang dingin, untuk pertama kalinya Serena tertidur pulas setelah semalam Marco tidak melepaskan dirinya, Marco pun juga masih terlelap di bawah selimut yang sama dengan Serena, mereka berpelukan dengan tubuh yang polos karna kelelahan..


Sampai terdengar suara ketukan di pintu kamar, yang membuat Marco lebih dahulu terjaga, pria itu lantas membuka mata lebar dan terkejut ketika dia sadar kalau yang datang adalah Matteo, ada suara kecil di luar pintu yang memanggil nama Mommy...Marco seketika bangkit dan ia masih melirik Serena yang terlelap tak sedikitpun bergerak di posisinya semula...hal itu membuat Marco tersenyum puas...pria itu mendekatkan wajahnya dan mendaratkan kecupan di bibir Serena dengan lembut dan singkat karna ketukan di pintu terdengar semakin keras..


Marco bergegas bangun dan menyambar celannya dan melangkah tanpa baju...ia mendekati pintu dan segera membukanya..


''Mommy........''suara Matteo pelan ketika Marco lah yang membuka pintu..


''Daddy........''


Marco segera keluar dari kamar dan tak lupa menutup pintu di belakangnya, di angkatnya tubuh Matteo berpindah di gendongannya dan melangkah menuju balkon dan keluar dari sana untuk menghirup udara segar...


''Anak Daddy sudah bangun...''


''Hum...mana Mommy....''


''Mommy masih tidur karna Mommy sangat lelah jadi tak masalah kalau kau bersama Daddy dulu..''


''Yah...tidak masalah..''jawab Matteo mengumpulkan kesadaran penuhnya..


''Aku mau susu...Daddy...''


''Susu....apakah kau ingat merk susu yang biasa kau minum..''

__ADS_1


''Yah....aku ingat...''


''Baiklah tampan, bagaimana kalau kita mandi bersama lalu turun ke bawah lalu cari susu untukmu dan beberapa camilan dan roti untuk Mommy bagaimana...''


Matteo mengangguk antusias..


''Yah....aku senang sekali, Daddy akan mandi bersamaku..''


''Tentu...''


''Ayo kita akan mandi di kamarmu..''


''Baik Daddy...''


Marco lantas membawa Matteo menuju kamar dan mandi bersama putranya...lalu meninggalkan Serena di kamar Hotel sendirian...


*****


Serena membalikan tubuhnya dan mengerang, astaga,..dia merasa daerah intinya tak nyaman...wanita muda itu membuka mata dan langsung merasa sakit kepala menyerangnya, ia langsung duduk bersandar di kepala ranjang untuk mengumpulkan kesadaran penuhnya..Serena memejamkan mata sesaat ketika dia mengingat apa yang terjadi semalam..


Mereka bercinta,....Marco memaksanya untk bercinta lebih dari sekali..tubuhnya kelelahan..di liriknya sebelah ranjang menyadari Marco tak ada di sampingnya, pria itu telah pergi...sekarang Serena harus mandi dan mencari ponselnya....karna semalam karna tak ingin di ganggu, Marco menyimpan ponselnya dengan cepat...


Serena pun akhirnya bangkit dari ranjang lalu melangkah masuk ke dalam toilet...


***


Tak lama kemudian Serena sudah keluar dalam keaadaan yang segar setelah habis mandi...wanita itu melangkah ke arah lemari dan mencari mungkin saja ada sebuah gaun atau apapun untuk di pakainya dan syukurlah sudah ada dan sesuai ukurannya, Serena yakin kalau Marco yang memesan untuknya...


Serena pun melangkah menuju balkon kamar dan menatap matahari yang terbit di depan matanya...


Serena termenung....ia berlari sudah sangat jauh namun tetap saja...Marco bisa menemukannya, entah bagaimana lagi dia menjalani hidup dan masa depannya sekarang, Serena juga memikirkan anaknya Matteo....apa yang harus dia lakukan..sementara dia masih memendam kebencian pada Marco meski tak sebanyak dulu...


Entahlah....Serena juga tak tau bagaimana ia menjalani hidup sekarang, Serena berada di dalam dilema...


Serena akhirrnya memakai dres lalu merapikan ranjang mereka dan keluar dari kamar....dan hal pertama yang membuat Serena terkejut adalah..


Marco sedang duduk memangku Matteo...mereka sedang berada di Balkon dan membeli banyak mainan yang sangat banyak dan sedang bermain bersama...mau tak mau pemandangan itu menghangatkan hati Serena..sekeras apapun hatinya membenci namun...ketika melihat senyum lepas Matteo saat ini rasanya Serena bisa menukar apapun di dalam hidupnya..bahkan rela berjalan di atas duri hanya untuk melihat senyum di wajah Matteo...

__ADS_1


Oh...Tuhan..dia harus bagaimana sekarang......



__ADS_2