
Marco tersenyum ketika beberapa mobil mendekatinya dan anak buahnya keluar dari sana dan segera mendekati Marco yang berdiri dengan tegap...beruntung dia segera menghubungi anak buahnya tepat waktu dan mereka datang dalam waktu yang cepat..
''Tuan Marco...apa tuan baik-baik saja..''tanya anak buahnya menundukan kepalanya penuh hormat..
''Aku ingin mencari Serena sekarang, apa kau sudah mencari Mark sampai saat ini.''tanya Marco melangkah menuju mobil..
''Tuan Mark berada di kediamannya..''
''Bagus...aku akan menemuianya dan menjemput istriku...ayo kita pergi sekarang..''ucap Marco dengan tatapan tajam.
''Baik tuan..''
Mereka lalu melangkah meninggalkan tempat itu dengan cepat, Marco menggertakan gigi ketika ia menyadari Mark benar-benar menentangnya...kali ini tiada maaf untuk Mark.
***********
Mark membuka pintu dan membeku melihat kedatangan Elena...
''Untuk apa kau kemari...aku heran mengapa kau sama sekali tidak punya rasa malu Elena..''ucap Mark terlihat kesal.
Elena menoleh dan membeku di tempatnya...sepertinya perjuangannya akan panjang sekarang...Mark melihatnya seperti wanita murahan yang tidak tau malu..
namun Elena jauh dari kata menyerah sedikitpun..ia melangkah masuk dengan senyuman dingin..
''Karna aku adalah istrimu jadi mulai sekarang...aku akan tinggal disini..''
Elena tidak membiarkan Mark bicara ketika Elena menarik koper yang masih berada di luar..menariknya ke dalam seolah menantang Mark untuk marah.
''Apa maksudmu Elena....''ucap Mark kesal sekali...
''Aku sungguh-sungguh....aku akan tinggal dirumah ini denganmu..''
Mark memijit pelipisnya dia tak terima ketika ada seorang wanita yang bersikap tidak tau malu kepadanya..Mark mendekat hingga matanya tajam membara...tak ada yang bisa tinggal disini selain Serena .
''Aku peringatkan padamu kalau aku tak akan menerimamu dari sini..cepat keluar dari sini Elena..''
Mark mendekati Elena dan mencekal tangannya lalu mengarahkannya menuju pintu hingga wanita itu menghempaskan pegangan Mark hingga pria itu terdiam..
''Jangan lupa aku...sedang mengandung anakmu...aku akan setuju cerai denganmu begitu anak ini lahir apa kau mengerti Mark...dan selama aku hamil maka kau harus bertanggung jawab..''
''Licik...kau pikir kau bisa mendapatkan apapun yang kau inginkan Elena..''
''Aku tak akan mengejarmu lagi Mark...aku tak ingin apapun darimu aku menyerah....tapi anak ini tidak bersalah Mark...dia tak pernah meminta di lahirkan.''jerit Elena dengan mata yang basah...
Hening....
__ADS_1
Mark terdiam...
''Apa maksudmu...''
''Bukankah aku sudah bilang...kita jalan masing-masing saja usia kandunganku sudah dua bulan dan itu artinya aku hanya menumpang di rumah ini selama 7 bulan..setelah anak ini lahir maka kita akan bercerai dan aku pergi dari rumah ini...''ucap Elena menguatkan dirinya...ketika airmatanya menetes..
Mark terdiam....pegangannya terlepas dari lengan Elena...ia pun menghela nafas...lalu mengusap wajahnya dengan kasar..
''Baiklah......aku setuju tapi ingat kita tinggal di lantai yang berbeda kau...akan menempati kamar tamu...''
Mendengar hal itu membuat Elena mengangguk dengan berat hati..dan ketika Mark melangkah meninggalkannya wanita itu hanya bisa tertunduk,....demi anak dalam kandungannya dalam 7 bulan dia harus bisa merebut perhatian Mark dengan cepat atau ia akan benar-benar kehilangan Mark dan cinta untuk selamanya.
******************
Kapal yang di tumpangi oleh Serena dan bibi Berta telah meninggalkan pelabuhan, hanya ada lautan biru yang terlihat sejauh mata memandang..
Serena berdiri di pinggiran kapal, dan menatap lautan luas di depannya dengan mata yang basah...akhirnya dia benar-benar mendapatlan kebebasan itu sendiri..Serena benar-benar tak menyangka kalau Mark begitu baik padanya...Serena tak sengaja menatap jemarinya yang terpasang cincin pernikahan dengan Marco...
Entah bagaimana Marco sekarang dia pasti sangat marah padanya, Serena mengatupkan kedua tangannya ia berharap tak akan pernah di temukan oleh Marco meski ada sedikit kekosongan di dalam hatinya karna selamanya dia tak akan pernah bertemu dengan Marco lagi..
''Serena...minum dulu..''
Bibi Berta membawa coklat panas kepadanya dengan senyuman seorang ibu,...Serena menoleh dan tersenyum...
Berta mengangguk, banyak hal terjadi kepadanya, uang hasil tabungannya habis karna di tipu keluarganya sendiri, bahkan anak yang dia banggakan tidak menaruh hormat kepadanya jadi Berta baru sadar kalau sebenarnya tempatnya adalah bersama Serena..karna memang sebagian besar waktunya hanya untuk Serena....Berta memutuskan kembali pada Serena nya..
''Bibi merindukanmu Serena...''
''Terimakasih sudah kembali dan mendampingiku bibi..''
Berta tersenyum hangat...
''Tentu saja....bibi akan mendampingimu di sepanjang usia...''
Berta menatap cincin di jari manis Serena...
''Kau sudah menikah..''
Serena tersenyum walau airmatanya kembali menetes di wajahnya yang sendu..
''Bibi tau aku menikah dengan siapa...''
Berta menggeleng....mereka putus komunikasi selama ini..dan ketika bertemu tuan Mark dia juga tidak menjelaskan kondisi Serena...
''Siapa....apakah pria itu terkenal...''
__ADS_1
Serena menundukan kepalanya....kali ini tangisannya lebih keras dari sebelumnya..hingga Berta mengerutkan kening..
''Serena apa yang terjadi..''
''Aku menikah dengan Marco Antonio bibi...aku menikah dengan pria kejam itu..''isak Serena begitu hancur..
''Apa.......'' jerit Berta dengan mata yang melebar..
''Yah...Mark adalah saudara kembar Marco tapi dia baik sekali...''
Pantas saja ketika bertemu dokter Mark, dia merasa wajah itu tak asing padahal mereka adalah kembar....
''Tuan Marco Antonio sang mafia itu...Serena...'' wajah Bibi Berta berubah pucat.
Wanita itu meraih tubuh Serena untuk memeluknya dengan erat menenangkan Serena yang terguncang..
''Tidak apa-apa Serena..semua sudah berakhir sekarang..tidak apa-apa lagi pula kalian tak akan bertemu lagi..''bisik Berta menangkan Serena..
''Aku harap begitu bibi...aku takut sekali padanya...aku tak mau bertemu dengannya lagi..''
''Bibi akan melindungimu mulai sekarang...''ucap Berta sekali lagi menenangkan Serena.
Serena mengangguk patuh..yah semua sudah berakhir,..dia tak akan pernah bertemu dengan pria itu..tidak akan..
****************
Mark dan Elena sedang duduk makan malam ketika ada suara ribut di depan pintu...
Mark meletakan peralatan makannya dan melirik ke arah pintu..
''Siapa yang datang..''
Elena pun tak kalah terkejut ia menoleh ketika Mark bangkit dari tempat duduk dan melangkah menuju pintu..
Elena ikut di belakangnya,.....
Ketika pelayan membuka pintu depan, beberapa orang pria bersenjata masuk dan dengan wajah dingin..dan pandangan mengancam...pelayan begitu ketakutan hingga gemetar..
Di antara beberapa pria itu, muncul sosok Marco yang melangkah masuk memegang pistol, dia menatap Mark dengan tajam sambil mengarahkan pistol ke arahnya..
''Katakan dimana istriku atau kau benar-benar akan mati sekarang Mark..''teriak Marco dengan suara lantang..
Mark menghela nafas dia sedikit takut menghadapi kemarahan Marco yang meledak......
''Marco...sebenarnya.....''
__ADS_1