Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Tak Adil


__ADS_3

Serena masih mengintip di balik jendela dan membeku di tempatnya, melihat kebersamaan Marco dan juga Matteo yang menyentuh hati...


Namun...tetap saja dia belum bisa menerima Marco kembali, entah sampai kapan...rasanya ada hati kecilnya yang masih belum bisa mengampuni Marco...dan dia terjebak sekarang...antara perasaan anaknya juga hatinya...Serena tak bisa memutuskan segalanya sekarang...


Matteo mengangkat wajahnya dan langaung tersenyum lebar..


''Mommy..........'' teriak Matteo dengan mata berbinar..


Serena mendekat menatap putranya yang tampak senang...Serena lalu duduk bersama Matteo dan memangkunya sementara Marco menatap keindahan di depannya...alangkah indahnya hidupnya sekarang..meski dia tau Serena masih belum bisa mengampuninya dengan sepenuh hati namun...Marco tak akan menyerah sekarang...dia akan membuktikan kalau dia akan berubah demi istrinya..


''Main apa sih sama Daddy..''ucap Serena sekilas menatap mata Marco yang memenjara matanya sedari tadi...


''Main lego dengan Daddy....kami akan membuat istana untuk Mommy....benar kan Daddy..''lirik Matteo antusias..


''Tentu...ayo kita buat istana untuk mommy agar Mommy bahagia..''ucap Marco kembali melirik Serena yang terdiam..


''Baiklah ayo bermain Mommy...''


Demi Matteo, maka Serena dan Marco mau tak mau bermain bersama, sampai siang hari...mereka memesan makanan di Hotel..melihat keceriaan di wajah Matteo tak ayal membuat Serena semakin bahagia begitu juga Marco, menemani Matteo sepanjang hari menimbulkan kedekatan tak biasa yang mulai tidak di sadari keduanya..sampai akhirnya Matteo tertidur kembali...


Serena dan Marco kelelahan ketika bermain bersama Matteo....bagaimana tidak..kamar Hotel di sulap menjadi tempat permaianan tembak-tembakan ala Matteo...dia tak henti-hentinya lelah bermain sampai akhirnya jatuh ke karpet dan tertidur sendiri...


Marco menggendong tubuh kecil itu ke kamar miliknya dan menidurkannya..sementara Serena menyandarkan tubuhnya di sofa..sudah lama dia tidak berlarian seperti tadi apalagi harus bermain...sungguh kegiatan baru yang menguras tenaganya..


Marco keluar dari kamar dan menatap Serena yang memejamkan matanya, pria itu melangkah dan menngambil tempat duduk di depan Serena lalu berdehem, hingga Serena membuka matanya..dan langsung bertemu dengan mata Marco yang tajam kepadanya...wanita itu lalu menegakan tubuhnya, posisinya menjadi serius..dia terbiasa gugup dan takut di depan Marco...


''Bukankah kita harus bicara...''ucap Marco membuka pembicaraan..


''Baiklah...tapi kembalikan dulu ponselku, aku harus menelfon bibi Berta karna aku yakin semalam dia pasti khawatir..''

__ADS_1


''Baiklah akan aku kembalikan setelah kita bicara..''


Hening...mau tak mau Serena mengalah, bukan berarti dia kalah tapi dia tak ingin Matteo mendengar pertengkaran mereka..


''Baiklah...''


Marco akhirnya mulai pembicaraannya..


''Aku ingin kita mulai tinggal bersama Serena...aku akan membeli rumah yang baru lalu kau juga Matteo dan bibi Berta pindah kerumah baru kita.'' ucap Marco dengan tegas..


Serena berkaca-kaca seketika, dia menatap Marco dengan tajam..


'Bukankah kau terlalu cepat memutuskan segalanya Marco...lagi pula..rumah yang aku tempati sekarang adalah rumah yang baru saja aku beli....kau seharusnya memberi aku waktu Marco.''


''Tidak....5 tahun adalah waktu yang cukup bagimu Serena, aku tak ingin berpisah sedetikpun dengan putraku apa kau mengerti...''


''Tapi kau terlalu kejam Marco..kita baru saja bertemu jadi semua ini terlalu mendadak aku..tidak setuju...''


''Apakah kau sengaja ingin terus bertemu dengan Axel...begitu..''


''Aku sama sekali tidak pernah berpikir seperti itu Marco....''


''Lalu mengapa kau ragu..kau selalu bersembunyi dari kesalahanku di masa lalu...Serena aku tak akan membiarkan diriku di permainkan...kau adalah istriku yang sah...ikut aku atau aku benar-benar akan hilang kesabaran.''ucap Marco dengan suara tajam..


Marco bangkit dari tempat duduknya..dia melangkah menuju tas miliknya dan mengambil ponsel Serena...dan memberikannya pada Serena..ketika Serena akan berdiri dan mengambilnya Marco menarik tubuh Serena membentur tubuh kokohnya sembari mereka terus bertatapan tajam..


''Kau adalah milikku Serena, jika aku mendapatimu dekat dengan Axel maka kau akan melihat kehancuran pria muda itu...aku tidak main-main Serena..kau akan menyesalinya namun semua sudah terlambat..''


Serena sungguh kesal dengan ancaman Marco yang selalu sama..menekannya dengan kejam, hingga membuatnya tak bisa berkutik...Serena menghela nafas...

__ADS_1


''Marco.....jangan lupa aku masih membencimu kau ingat itu,...bahkan aku tak tau bagaimana cara menghapus rasa benciku padamu...kau..''


''Maka cobalah mencintaiku Serena, mungkin dengan cara itu kebencianmu akan hilang...gampang bukan..''


Deg!!!


Marco mengulurkan tangannya untuk menghapus airmata yang jatuh di pipi Serena...


''Sebesar kebencianmu padaku Serena, maka kau harus ingat sebesar itulah rasa cintaku padamu..jadi mari kita liat apa yang terjadi selanjutnya...'


''Kau kejam Marco...kau bahkan tak mengerti perasaanku...''


''Aku tidak mengerti perasaanmu Serena..apakah kau tidak berlebihan mengatakannya..''


Serena melonggarkan tenggorokannya dengan susah payah...ketika Marco mendekatkan wajahnya...


''Aku tak perlu lagi mengatakan padamu bagaimana aku terpaksa hidup dengan bayanganmu selama 5 tahun..Serena..selama aku masih hidup maka aku tak akan pernah melepaskanmu hanya sedetikpun...bekas luka tembak di punggungku adalah bukti kalau kau telah di takdirkan menjadi milikku...kau harus ingat itu..''


Marco kemudian melepaskan pelukannya, dan melangkah pergi menuju kamar dan menutup pintu sementara Serena tak kuasa menahan tangisnya,..wanita itu menundukan kepalanya dalam-dalam...bagaimana bisa dia bertahan sekarang, bagaimana bisa dia bertahan hidup bersama Marco...mengapa Marco tidak pergi saja selamanya dari kehidupannya..


Sungguh semua hal itu membuat Serena sungguh frustasi..hingga ia mulai hilang harapan..


Ponsel Serena berdering hingga ia menurunkan pandangannya..


Ada pesan masuk dan beberapa panggilan dari Axel untuknya..Serena memejamkan matanya..dia bersandar di sofa...semua hal ini akan membuatnya gila...mengangkat telp Axel disini sama saja dengan bunuh diri....menyadari Marco sangat kejam, dan hal itu sudah di ketahui Serena..dia pun tak bisa melakukan apapun saat ini, ada resiko besar jika Serena berani melawan Marco..karna itu Serena memilih memutus panggilan dari Axel kepadanya...dan ia akhirnya menghubungi Berta untuk mengabarkan kalau saat ini dia sedang bersama Marco dan Matteo, Berta cukup terkejut namun dia memilih mengerti dengan semua informasi yang dia terima dari Serena, dan mendukung keputusan Serena...


Akhirnya Serena memutus sambungan telp...wanita itu lalu meletakan ponselnya di atas sofa begitu saja...lalu dia bangkit melangkah menuju kamar...membuka pintu pandangan Serena jatuh pada sosok Marco yang tertidur lelap di ranjang..


Sementara ada pistol yang tergeletak di samping meja ranjang...Serena menghela nafas ketika pistol itu seakan memanggilnya....bagaimana kalau dia menembak Marco ketika pria itu tidur..dan semuanya akan selesai...

__ADS_1


Serena mendekat dan meraih pistol itu..lalu menatap mata Marco yang tertutup....


Serena mengeraskan wajahnya....


__ADS_2