Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Mengampuni


__ADS_3

Syakira dan Rive cukup terkejut karna di luar dugaan mereka Anna memeluk dengan erat hingga tangisan pun pecah saat itu juga..


Syakira dan Rive mendekap Anna begitupun sebaliknya..


''Cukup Mommy...aku sudah mengerti sekarang,kita menanggung kesakitan yang sama.. Mommy...Daddy....maafkan aku yang berpikir kalau kalian membuangku..sungguh rasanya teramat menyakitkan ketika aku tau kalau orang tuaku ternyata lebih menderita...Mommy...Daddy...aku minta maaf..''bisik Anna sedih..


Airmata Syakira mengalir deras, wanita itu pun menangis dengan penuh rasa bahagia, hal yang sama di lakukan oleh Rive airmata lega itu mengalir...


Pelukan itu terlepas hingga, Anna membiarkan Syakira dan Rive menghapus airmatanya..


''Kita akan memulainya dari awal putriku, walaupun sudah sangat terlambat untukmu tapi Daddy dan Mommy berjanji akan memberikan kasih sayang padamu..''ucap Rive membelai rambut Anna dengan lembut hingga gadis itu mengangguk..


''Daddy......''


Anna kembali mendekap Rive dan menangis sekali lagi...selama ini dia selalu merindukan pelukan ayah,...dulu Ayah angkatnya tak pernah memberikan dia kasih sayang dan hanya memintanya belajar dan belajar...dan ketika merasakan pelukan ini, Anna begitu bahagia,...sungguh bahagia...


Syakira menatap Rive yang mendekap Anna dan menangis bersama..wanita itu tersenyum lega meski masih ikut menangis,....Rive telah menemukan putri kecilnya kembali...dan Syakira harap mereka tidak terlambat untuk mengobati luka hati Anna saat ini yah...ia benar-benar berharap itu...


*************


Matteo berdiri menunggu dengan sabar ketika Miley atau Anna sudah sejak tadi di dalam ruangan, keluarganya sudah pulang sementara dirinya masih berdiri disana....sampai akhirnya pintu terbuka dan Anna keluar dari sana sembari mengusap airmatanya...langkahnya terhenti ketika ia berhadapan dengan Mattew yang menatapnya dengan tajam..


Anna membeku di tempatnya lalu menatap Mattew sedikit takut, bagaimana pun dia pergi begitu saja tanpa satu kata dari apartemen mereka..


''Hai....aku harus memanggilmu apa...Anna atau Miley...''


Mattew mendekati Anna yang berdiri kaku di tempatnya..


keduanya saling melemparkan senyum....


''Anna....itu adalah jati diriku Mattew....'


Pria itu mengangguk dan menatap mata Anna dan memenjaranya disana...


''Apakah kau sudah lega sekarang sayang..''


''Yah aku lega Mattew...semua kesalahpahaman berakhir sekarang.''


Mattew mengulurkan tangannya...sementara Anna pun memberikan jemarinya, bersatu dengan Mattew...gadis itu mengangkat wajahnya...


''Kau tidak marah karna aku melarikan diri dari apartement..''


Mattew memincingkan matanya...ia tersenyum..


''Tentu saja...aku marah..''


''Jadi kau marah..''ucap Anna melebarkan matanya..


Mattew menarik tubuh Anna hingga dalam sekejap berpindah di dalam pelukannya pria itu tersenyum, ketika menatap mata Anna yang sedikit bengkak karna menangis...


''Yah...jadi sebaiknya kau memikirkan cara untuk membuatku senang..dan melupakan rasa marahku..''


''Kau mau apa...''


''Aku ingin makan malam sekarang juga..''


'Baiklah....aku juga lapar, setelah makan malam aku harus kembali kerumah sakit Mommy ingin selalu ada di dekatku..''ucap Anna..


''Tentu aku mengerti hal itu....Anna..bagaimana kalau kita pergi sekarang..''

__ADS_1


''Hum....baiklah....''


Mattew akhirnya membawa Anna pulang untuk mandi lalu makan malam bersama, di rumah sakit Rive tetap menemani Syakira...


**********


Amanda melirik ponselnya, ini adalah waktu yang di janjikan temannya di club...kesempatan itu datang ketika kak Mattew sedang pergi makan malam, gadis itu keluar dari lift dan menghampiri sang Mommy yang sedang bersama beberapa orang bagian wo..mereka sedang membicarakan tanggal pernikahan yang di undur karna menunggu Mommy Syakira keluar dari rumah sakit..


Serena menatap Amanda yang tampak manis dengan dres yang cukup pendek..


''Mommy...''


''Kau mau kemana..''


''Aku mau menghadiri acara ulangtahun temanku..''


''Teman siapa..''


''Hani.....apa Mommy lupa..''


''Hani...tapi minta ijin kak Mattew dulu kasitau lokasimu jangan pergi tanpa memberitau..''


''Baik Mommy....tenang saja,...''ucap Amanda tersenyum.


Gadis itu lalu memeluk sang Mommy dengan erat dan mengecupnya lantas meninggalkan rumah dengan cepat..


''Pastikan ponselmu aktif..'' ucap Serena mengingatkan..


''Baik Mommy........''


Amanda lantas meluncur bersama mobil mewahnya menuju sebuah club yang cukup jauh dari rumahnya, ini pertama kalinya ia merahasiakan segalanya dari Mommy..


Tak berapa lama kemudian mobil mewah Amanda sampai di sebuah club yang cukup ramai...ia memperbaiki riasannya agar terlihat lebih dewasa dari usianya yang baru 16 tahun..


Gadis itu keluar dari sana dan segera melangkah masuk ke dalam club dengan menunjukan identitas palsu yang sama di gunakan teman-temannya..


Amanda pun berhasil masuk ke dalam Club sementara teman-temannya dan seorang kakak kelas yang menyukainya tersenyum kepadanya..


''Amanda........''


Amanda meluncur mendekati mereka tersenyum..


''Hai....Tina, Hani dan Lydia..''sapa Amanda memeluk mereka..


Sementara seorang pria muda menatapnya dengan pandangan yang dalam..


''Hai...Tristan..''ucap Amanda dengan senyman malu-malu..


''Aku pikir kau tak datang..kau akan membuatku kecewa Amanda..''


''Cie..cie......''goda beberapa temannya..


''Semuanya ayo minum...aku yang traktir,...''ucap Tristan tersenyum, matanya tak beranjak dari Amanda yang begitu cantik malam ini...yah..dia terlalu cantik malam ini..


Mereka dengan senang hati mulai memesan minuman..


''Ayolah minum sedikit saja, masa kau minum orange juss sih..''ucap Tina tak terima..


''Keluargaku akan membunuhku jika aku nekat....''ucap Amanda merasa tidak enak..

__ADS_1


Tak lama setelah itu Tristan datang dengan membawa segelas minuman memabukan di tangannya dan memberikannya pada Amanda..


''Ayolah....sekali saja Amanda...''pinta Tristan dengan suara yang parau.


Amanda terkejut, dia menjadi serba salah ingin menolak tapi dia menyukai Tristan..bagaimana sekarang...?


''Tapi Tristan...''


''Ayolah demi aku..Amanda...''Tristan terus membujuk..


Akhirnya Amanda menyerah...gadis itu mengambil minuman di tangannya..hingga Tristan tersenyum menang...


Namun ketika Amanda baru saja ingin minum..ada kilatan lampu blits camera..dalam sekejap memotret Amanda yang tengah memegang gelas..


Amanda terkejut seketika, namun ketika dia menatap sosok yang memotret itu, wajahnya menjadi pucat apalagi menyadari kalau pria itu menatapnya dengan tajam..


''Inikah pesta yang kau banggakan Amanda...''


Amanda gemetar seketika...gelas yang dia pegang jatuh seketika, Tristan sangat marah dia mendekati pria di depannya dan mencoba untuk melawan..


''Siapa kau...mengapa kau mengacaukan acara kami..''


Pria itu tersenyum dingin, tak berapa lama kemudian, muncul di belakangnya beberapa pria bertubuh tegap di belakangnya..


''Tuan...''


''Tangkap mereka semua...mereka adalah gadis di bawah umur dan pria itulah yang menjadi tersangkanya..pastikan juga orang tua dan sekolah mengetahuinya..''


''Oh..tidak...matilah Amanda kalau begitu..''


Gadis itu mendekati pria di depannya dan menunduk minta maaf..


''Ayolah aku mohon..lepaskan kami..please..kau juga pernah menjadi remaja kau pernah nakal..''


''Tidak...aku tidak pernah sepertimu..''


Amanda mulai kesal..apalagi ketika pria itu melangkah pergi..


''Yah...Arron....jangan pergi..haisss..apakah dia marah karna aku tidak mengajaknya..dia kan terlalu tua...''gerutu Amanda berlari mengejar Arron..sementara teman-temannya di tarik paksa keluar dari Club...


Arron tersenyum ketika Amanda mengejarnya di belakangnya...


''Hei tunggu........''


Arron berbalik dan Amanda hampir saja menabraknya..


''Ada apa....''


''Apa yang akan kau lakukan sekarang..''


Arron tersenyum sambil menunjukan fto Amanda sedang memegang gelas..


''Aku penasaran bagaimana sikap Mattew dan kedua orang tuamu ketika melihat putri kecilnya masuk ke dalam Club dengan nekat, menggunakan identitas palsu...''


''Oh...tidak...aku mohon...jangan mengatakan apapun...please..aku akan melakukan apapun yang kau mau kak Arron....''Amanda memohon...


Arron terkekeh..


''Apapun Amanda...''

__ADS_1


'Yah....tentu saja..''ucap Amanda memohon.


__ADS_2