
Marco sungguh syok menyadari Serena memeluknya dengan erat, jantungnya berdebar kencang menyadari gadis ini tidak mengenalinya,..
Marco langsung sadar kalau tampilannya kini berubah dan menyerupai Mark hanya saja dia tidak memakai kacamata...entah Marco harus senang atau sedih dengan kejadian ini...
Hening...
Serena mengerutkan kening ketika Mark tidak membalas pelukannya...gadis itu menjauhkan tubuhnya dan menyipitkan matanya..
''Benar kata bibi kau sangat aneh...''ucapnya tersenyum.
''Serena......''
''Sssst....jangan bicara apapun dan makan dulu,....aku telah membuatkan makanan kesukaanmu, hari ini aku belajar masak dengan baik..''
Marco masih bingung namun hanya menurut ketika gadis itu menariknya untuk bangun dan mereka mendekati meja makan yang memang tersedia di kamar milik Mark...
Marco hanya diam saja...dia masih takut untuk membuat Serena terkejut...mengapa Serena tidak mengenalinya sama sekali...?
''Duduklah.....dan makan dulu...selagi hangat..''
Marco menurut tanpa bicara dan hanya memperhatikan gerak gerik gadis ini ketika melayaninya makan....Marco sama sekali tidak ingin melepas pandangan dari Serena yang semakin cantik...
''Apa kau tidak makan...''Marco mencoba bicara dan menilai apakah dia mengenali sesuatu..
Gadis itu mengangkat wajahnya dan mengerutkan kening..
''Sejak cara menatapmu seperti itu...seperti seorang Mafia kejam saja..''
__ADS_1
''Mafia kejam...''
''Yah....aku pernah menonton tema tentang para mafia dan aku tak menyangka kalau kau memiliki tatapan itu dan juga seseorang...'' suara Serena terdengar berat...
Marco memilih, baiklah tak apa menjadi Mark apalagi dengan berbagai keuntungan yang akan dia dapatkan tentu saja...Serena berada di dalam genggamannya sekarang, bagaimana pun dia telah mencari Serena begitu lama dan tak menyangka akan menemukannya di rumah adiknya sendiri..
''Suara seseorang..apakah seorang pria...siapa dia...''Marco sedikit mendesak Serena hingga mereka saling menatap..
Serena terdiam....mengapa dia merasa tatapan Mark sama persis dengan Marco...?
Serena memijit pelipisnya..
''Bukan siapa-siapa dia bukan sosok yang penting bagiku..''
''Benarkah...aku yakin kau membencinya...''
Serena mengangguk..
Marco tertawa hingga Serena menatapnya..
''Ada apa...''
''Ini sangat enak Serena...''
''Benarkah..''
''Yah....apa kau mau mencobanya..''
__ADS_1
Serena terdiam ketika dengan berani Mark mengambil sup itu dan memasukannya ke dalam mulutnya..mengapa sikap Mark aneh..dia terlihat lebih berani dan tidak kaku...biasanya Mark akan bersikap formal dan menjaga jarak meski dia pernah menyatakan cinta..
Serena terdiam sebentar namun tak menolak suapan Mark kepadanya..mereka memakai sendok yang sama...gadis itu terdiam menyadari Marco makan dengan lahap dia senang tapi sedikit merasa aneh...benar kata pelayan kalau sikap Mark sedikit berubah...
''Mengapa menatapku seperti itu Serena...aku tersinggung..''ucap Marco dengan tajam..
Serena sontak membuang pandangan...gadis itu menjadi gugup..sikap Mark sungguh tak seperti biasanya, apakah kepalanya terbentur sesuatu.?
Setelah makanan itu selesai, Marco tersenyum..
''Aku lapar sekali...''
''Baiklah....sekarang kau istirahat...aku akan pergi sebentar Mark..''
Serena bangkit dari tempat duduk namun Mark menahan langkahnya...hingga Serena menoleh...
''Mark....''
''Jangan pergi.....Serena...''suara Marco melembut hingga Serena menoleh...
''Hah....''
Serena mendekat hingga wajah mereka begitu dekat saat ini...
Marco sungguh tak pernah membayangkan kalau dia bisa sedekat ini dengan Serena..bahkan hal ini tak pernah dia bayangkan karna terakhir kali pertemuan mereka Serena berulangkali mengatakan dia membenci Marco...
Namun ketika Serena seakan tak memberi jarak...Marco mulai menjadi serakah..perasaan ingin memiliki Serena berkembang di luar kendalinya...
__ADS_1
''Apa kau sakit...''ucap Serena dengan tatapan khawatir...
Deg!!!!!!