
Serena menatap mata Marco yang menajam kepadanya..
''Bagus....apakah kau tidak sedang berbohong Serena..jadi apa yang terjadi ketika kalian diruanganmu..''bisik Marco sambil jemarinya menjelelajah kulit mulus Serena yang putih mulus..
Serena masih tak sadar sedang di manfaatkan karna di dalam kepalanya, dia hanya ingin menjelaskan situasi sebenarnya di dalam ruangan itu agar tak ada lagi tuduhan yang datang padanya karna Serena tak ingin Matteo juga tau dan malah salah paham kepadanya..
Tubuh mereka masih merapat di tembok, hari masih pagi namun entah mengapa diruangan ber AC ini terasa panas....
''Jadi aku keruanganku dan menemukan Axel sudah ada disana...''
''Benarkah kapan dia datang menurutmu..''sambung Marco dengan kini dua jemarinya menyelinap di dalam blose Serena dan melepaskan pengait bra miliknya..
Keduanya bertatapan...
''Aaa....aku tidak tau sejak kapan dia ada disana..begitu aku tiba dia sudah ada, kata asistenku dia sudah hadir 30 menit sebelumnya..''ungkap Serena mencoba menahan godaaan jemari Marco yang mulai menyentuh permukaan pa yu da ra Serena yang ranum..
Mata Marco terbakar kini dia semakin menghimpit tubuh Serena hingga wanita itu sama sekali tidak bisa bergerak..
Srak.....
Blouse itu jatuh melorot sampai dada, Serena mengerutkan kening ketika dia menundukan kepalanya namun sekali lagi mata Marco menajam..
''Apa tujuannya datang padamu.....''
Dalam sekejap atasan Serena, melorot turun sampai ke pinggang..namun matanya masih menahan pandangannya pada Serena...hingga wanita itu merasa terancam...
''Katakan apa tujuannya Serena...apakah dia membujukmu untuk meninggalkan putra kita dan memilihnya..''
Dari mana Marco tau..mengapa semua ini begitu membuat Serena bingung...
Serena mengerang ketika bibir panas Marco mendarat di ujung pa yu da ra nya dan mulai melum**nya..
''Marco apa yang kau lakukan..''
Serena terkejut ketika dia menyadari kalau Marco sudah polos sementara dirinya tak bisa bergerak sedikitpun...
''Apa kau sedang memanfaatkan aku Marco..''
Oh....shitt.....Serena tak bisa lagi melepaskan diri ketika bibir panas Marco tidak melepaskannya...pria itu meremas, menghis** dan melum** put*** pa yu da ra Serena dengan penuh gairah,....tubuh Serena di kunci hingga dia tak bisa melawan dan hanya menerima semua kenikmatan yang terlalu indah datang padanya..pertahanan Serena mulai runtuh,..ego dan amarahnya mulai luntur seiring sentuhan Marco yang terlalu panas kepadanya..
Hingga...
Marco menganggkat tubuh Serena dan membaringkannya ke atas ranjang, Serena pasrah..matanya berkabut di selimuti gairah apalagi Marco yang terlihat begitu terbakar...
Pria itu bergerak naik ke atas tubuh Serena setelah memastikan tubuh istrinya polos di bawah tubuhnya..
__ADS_1
Mata mereka saling memandang...
''Kau pikir aku akan melepasmu bersamanya Serena...kau adalah milikku..''bisik Marco dengan suara parau..
Serena ingin membantah namun, kata-katanya menggantung ketika milik Marco yang mengeras bergerak masuk dan menggetarkan tubuhnya...Serena mengerang nikmat ketika tubuh mereka bersatu...
Yah...walau dia mengutuki tubuhnya yang berhianat namun melawan Marco adalah sia-sia..
Marco kembali melum** bibir Serena sembari jemari mereka saling bertautan,..
''Aku tidak pernah memilihnya..''bisik Serena di sela hentakan Marco yang begitu keras di bawah sana...
''Benarkah.....kau lebih memilih aku dan anak kita..''
''Aku memilih anak kita dan bukan dirimu..''suara Serena mulai tersengal apalagi Marco kembali memasukinya sedikit kasar dengan tujuan menghukum..
Pria itu bergerak teratur dengan perasaan nikmat yang begitu membungkusnya...ia kembali mengecup bibir Serena sambil tersenyum..
''Aku dan anakku satu paket, kau tak bisa memilih antara satu..''
''Aku bisa dan aku akan buktikan...''
''Tapi bagaimana dengan jadwal bulanannmu apakah kau sudah teratur,..''
''Aku menggunakan pil kb...''sambung Serena pamer..
Marco mendekatkan wajahnya sembari terus menggilas bibir Serena yang ranum dan sedikit bengkak, katakan padaku bagaimana kau bisa selugu itu..
''Aaarrrrgg.....Marco...aaah.....apa maksudmu..''desis Serena mencoba fokus,.
Marco bergerak layaknya penunggang kuda yang gagah memacu kudanya...
ia mendekatkan wajahnya dan tersenyum...
''Kita liat apa yang akan terjadi manisku...''
''Marco tidak..jangan katakan..''
Tubuh Serena bergerak ingin menyudahi semuanya namun Marco tetap menahan tubuh Serena di bawahnya,...kembali pria itu memasuki Serena dengan ritme yang cukup cepat...jemarinya kembali meremas kedua pa yu da ra nya masing-masing dan bibirnya kembali melum** bibi Serena..
Hingga akhirnya, Marco membawa Serena meraih puncak bersama, tubuh keduanya bergetar di ketika menikmati kepuasan bersama...
Bibir Marco menjelajah bibi Serena dan meyambut sisa kenikmatan yang selama ini begitu dia dambakan...hingga Marco menarik Serena dan menciuminya lalu jatuh di samping ranjang, tak lupa menarik tubuh Serena yang lelah ke dalam pelukannya...menikmati sisa gairah yang tertinggal dan pergi...
Serena hanya pasrah ketika Marco mendekapnya dan wajahnya di di dada pria yang secara tak sadar di benci dan di cintainya...
__ADS_1
Marco mendekap Serena dengan erat.,..
''Maukah kau memaafkan aku..''bisik Marco dengan senyuman di wajahnya...
Serena memejamkan matanya, dia bisa mendengar detak jantung Marco dari cepat dan berubah tertatur,...
''Aku benci kamu..jadi jangan terlalu percaya diri...cih...''bisik Serena di sela pelukannya..
Marco semakin merapatkan tubuh mereka, dia tau benar kalau Serena mulai pasrah atas hidupnya, atas kenyataan kalau Marco tak bisa di pisahkan dari seorang Serena..
''Bagus....aku hanya ingin memastikannya sayang, mari kita terus berperang karna aku suka berperang denganmu lalu berakhir dengan aktifitas seperti ini...sangat indah..''
Serena menengadah wajahnya dia mencibir..
''Jadi kau sedang..menantangku...''
Marco menurunkan pandangannya menatap wajah Serena yang memerah....
''Aku tidak pernah takut padamu..''
''Aku mengakuinya sayangku..dengarkan aku baik-baik,..mungkin kau sudah tak bisa bertemu lagi dengan Axel...''
''Hah....apa maksudmu...''jerit Serena tidak terima..
Marco tertawa kejam...
''Dia sudah pindah ke suatu tempat..''
''Kau tidak membunuhnya kan...''
''Ehem...tergantung....jika kau masih memikirkannya aku pasti tak akan sabar....jadi Serena..menyerahlah...berhentilah berpikir kau bisa lari dariku karna itu tak mungkin, aku lebih suka melihatmu membenciku seperti biasa namun kita bersama...aku masih punya stok kesabaran menghadapimu meski kau harus merelakan hatimu kalau semua anak-anakku akan mirip denganku..''bisik Marco melum** bibir Serena dengan lembut..
''Awas kau...'' bisik Serena masih melawan...
Namun akhirnya dia tersenyum ketika Marco kembali menariknya dalam pelukan....
''Aku mencintaimu Serena ..kau harus tau itu....aku tak akan bisa melepas mu ..jadi...sebagai gantinya aku akan menyerahkan hidupku kepadamu....hukum aku setiap hari Serena asal jangan pergi dariku..''bisik Marco tersenyum....
Serena meneteskan air matanya...entah bagaimana caranya lagi dia harus melepaskan diri dari Marco....yah mungkin kata Marco memang benar bahwa dia tidak akan pernah bisa lepas dari seorang Marco Antonio....
''Baiklah...relakan dirimu..''bisik Serena terkekeh....
♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1
15 tahun kemudian....
Kita akan masuk season ke dua..cerita tentang Matteo sang putra Mafia... cekidot 😘😘