Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Perasaan Asing Muncul


__ADS_3

Mark turun dari mobil dan untuk sesaat dia menghentikan langkahnya ketika melihat sosok Serena yang sedang menangis di depan makam ibunya...kesedihan itu seolah terkirim menyentuh hati Mark..pria itu masih ingat betul bagaimana ketika Serena menangis dan meraung ketika nyonya Flow di nyatakan meninggal...bahkan Serena sampai jatuh pingsan di depan matanya...hal itu sungguh membuat Mark menyimpan rasa sedih di hatinya..membayangkan nasib Serena yang memang malang., tentu saja...bagaimana ketika gadis itu menjadi begitu hancur karna kehilangan, tentu saja Mark bisa merasakan apa yang dia rasakan, karna memang Mark dan saudaranya telah kehilangan orang tua sejak usia masih muda, namun memang cara menghadapi rasa kehilangan pria dan wanita itu berbeda, para pria akan memakai logika kalau kematian adalah pasti...sisanya bagi yang masih hidup adalah terus menjalani kehidupan secara baik..


Mark sudah bisa melihat kematian di depan matanya karna pekerjaannya sebagai Dokter...sementara bagi Serena dia masih peralihan dari masa remaja menuju dewasa...jiwanya akan lebih terguncang...


''Serena...''suara Mark terdengar lembut di telinga Serena hingga gadis itu menoleh.


''Mark....cepat sekali datang,...''


Mark duduk di sisi makam dan tersenyum..


''Kau saja yang tidak menyadari kalau waktu sudah berlalu meninggalkan dirimu..hari sudah sore Serena..''ucap Mark dengan lembut.


Hening....


Serena tersenyum....ia baru sadar kalau ini sudah sore ketika melihat keadaan sekitarnya gadis itu hanya menggeleng...suasana yang tenang dan hatinya yang memang fokus memiikirkan Mami..hingga Serena benar-benar tidak menyadari kalau waktu berlalu dengan sangat cepat meninggalkannya..


''Aku menikmati waktu di sini Mark.''


''Aku mengerti itu aku tau kadang kau memang perlu waktu untuk berdamai dan mengiklaskan semuanya..

__ADS_1


''Aku lega....dan aku yakin Mami sudah bahagia di satu tempat di Surga...''


Mark mengangguk..


''Tentu....mari kita berharap ibumu menemukan kedamaian bagi jiwanya dan kau harus kuat Serena buat ibumu bangga padamu..''


Serena menatap Mark dengan pandangan yang berbeda..pria ini sungguh pria yang luar biasa baik..Serena sungguh merasa beruntung bisa bertemu dengan Mark yang telah menariknya dari kegelapan hidupnya..''


''Terimakasih Mark..'' Serena menatap pria itu dengan sangat dalam, hatinya menghangat seketika..


''Tentu...ayo pulang aku lapar sekali..''


Mark menoleh....


"Kau bisa masak Serena.."


"Yah.....munbkin mie instan."


"Bagus...kau harus mengikuti kelas masak...."

__ADS_1


Serena merengut...


"Makan mie lebih enak...aku sangat menyukainya dan tidak keberatan makan tiap hari.."


"Tidak baik untuk kesehatan Serena...kau harus merubah kebiasaanmu..."


"Ah...dasar aku lupa sedang berbicara dengan dokter." ucap Serena menhela nafas...


Mark tertawa ringan.....


Mark pun lebih dahulu berdiri dan mengulurkan tangannya pada Serena yang membeku menatap jemari Mark yang terulur kepadanya..


Serena lalu membalas uluran tangan Mark dengan hati yang berdebar....Mark lantas menuntunnya pulang.....meninggalkan makam..


Dalam hati Serena di penuhi bunga sekarang...mengapa ini sangat indah...bisakah dia merasakan getaran aneh di dalam dadanya,...Serena menurunkan pandangan menatap genggaman tangan mereka dengan erat..sungguh Mark memperlakukannya dengan baik dan manis..


''Masuklah nona Serena..''ucap Mark dengan hangat..


''Terimakasih tuan Mark.''balas Serena dengan senyuman manis..

__ADS_1


Gadis itu mengangguk patuh dan masuk ke dalam mobil sementara Mark terlihat begitu bahagia..keduanya bercanda sepanjang perjalanan dan tanpa sadar kalau mereka semakin dekat...


__ADS_2