
Tidak...dia tidak salah lihat, itu benar adalah Miley..gadis yang selama ini dia cari..tidak,...semakin dia menajamkan tatapannya semakin juga dia yakin gadis yang terluka itu adalah gadis yang telah mencuri hatinya..
Yah..Matteo menggertakan giginya, melihat Miley tergeletak di aspal dengan sangat menyedihkan sementara ada dua pria yang berdiri di depannya siap mengeksekusi gadisnya...tentu saja hal ini membangkitkan amarah dalam diri Matteo...karna itu Matteo tak ragu ketika mengambil pistol di dalam dasbor mobil dan segera keluar dari sana..
Betapa terkejutnya para pria itu menatap Matteo keluar dengan membawa pistol di dalam genggamannya...
pandangannya turun pada Miley yang sudah tergeletak tak berdaya di aspal, amarahnya memuncak saat itu juga..
Miley menoleh dan membeku melihat Matteo tampak marah..
''Siapa kau...''seru salah seorang dari dua pria itu pada Matteo..
Matteo tidak menjawab namun ia mengarahkan pistol pada pria yang telah menyakiti Miley..
''Apa yang kalian lakukan..''teriaknya murka...
Tanpa banyak bicara, Matteo menembak...
Duar..........
Miley yang melihat semua di depan matanya hanya membeku melihat kedua pria di depannya jatuh tersungkur di aspal dengan paha yang tertembak..
''Tidak...........''jerit Miley ketakutan..
Ia kembali menoleh pada Matteo yang tidak menyesal sama sekali ketika melakukannya pria itu mendekat...sementara kedua pria tadi sudah tak bisa bergerak..
Matteo mendekati salah satu dari mereka dan mencengkram ujung bajunya..
''Katakan padaku siapa yang meminta kalian melakukannya..katakan...''
''Tidak ada..''
Bughhh...
Matteo menghantam wajah pria yang masih tak mau mengaku itu cukup keras..hingga pria itu mengerang kesakitan..
kemudian untuk membuatnya mengaku, Matteo menemopelkan ujung pistol di luka tembak nya yang berdarah..dan menekannya disana hingga pria itu meraung menangis seperti anak kecil..
Matteo tersenyum dingin........
''Katakan padaku atau kau...tidak akan selamat...''
''Aa..aaampun aku akan bicara...''
''Bagus..katakan sekarang..''
Pria itu lalu bercerita tentang segalanya, orang tua yang menjual Miley juga perintah penangkapan yang di lakukan oleh tuan Barron..itulah yang menyebabkan mereka melukai Miley...
Matteo sangat terkejut mendengar kebenaran dari bibir pria di depannya..
''Jika kami kembali tanpa Miley, maka kami akan mati di tangan tuan Barron..''
Matteo tersenyum dingin...
__ADS_1
''Baiklah..kalian berdua akan bekerja padaku mulai sekarang, tapi kalian harus melakukan sesuatu untukku..jika berhasil bukan hanya aku mengampuni nyawa kalian tapi..kalian akan menjadi anak buahku dan tentunya dengan gaji yang besar..''
Kedua pria itu saling menatap....cukup tergiur dengan angka di atas cek yang di tunjukan Matteo..
''Tuan...kami akan mengabdi padamu..''tangis kedua pria itu menangis..
Mereka juga menatap Miley yang meringis, dari sekian juta manusia di dunia,..mengapa harus Matteo yang menolongnya,.....
Miley menjadi lemah..belum lagi kedua pria yang semula ingin memukulnya malah terus meminta maaf kepadanya... Miley menjadi tidak enak..
Matteo menelfon sebentar lalu ada beberapa mobil tiba disana...ia langsung menyerahkan kedua pria itu untuk di didik oleh anak buah kepercayaannya..mereka pun pergi..dan tinggalah Matteo dan Miley yang saling menatap..
Matteo mendekati Miley dan tersenyum,..
''Milikku,.....kita bertemu lagi..''
''Aku bisa bangun sendiri..''teriak Miley kesal..
Gadis itu mencoba bangun malah jatuh lagi karna sakit di lututnya...
ketika Matteo ingin membantu Miley menepis tangannya..
''Lepaskan aku..aku mau pulang...''
''Pulang..''tatapan Matteo membara..
''Yah...aku harus pulang lalu menurutmu apa....''
''Jangan mimpi...kau sudah hidup sebatang kara, kau juga adalah yatim piatu Miley...kita sudah tidur bersama jadi aku tak akan melepasmu..''
Tawa Matteo terdengar menakutkan di mata Miley...gadis itu menolak kedekatan mereka namun, siapa yang bisa menolak Matteo..tidak bisa..tidak seorang pun bisa..
Pria itu mengangkat tubuh Miley dengan mudah dan membawanya masuk ke dalam mobil...dan ketika Miley ingin membuka pintu Mobil semuanya terlambat karna Matteo sudah mengunci otomatis pintu mobil..
'''Aaarrggghhhh....ada apa denganmu apa kau sudah gila..''
''Yah..aku sedang menggila sekarang jadi sebaiknya kau diam atau aku akan menyentuhmu tak perduli kau dalam keadaan terluka..''desis Matteo mengancam..
'Hoh...kau psikopat gila..''
''Dan kau sudah ku pilih menjadi korbanku Miley..jadi kau tak bisa lari sayangku, bisakah kau membayangkan psikopat gila yang marah di drama-drama..''
Matteo mendekatkan wajahnya, Miley melebarkan matanya..mulutnya terbuka seperti sedang tercekik dengan pernyataan mengerikan dari Matteo...
Pria itu menaikan sudut bibirnya...
''Kau milikku dan tau kah kau aku hampir melewati batas gilaku karnamu....dan kau pikir aku akan melepaskanmu...tidak akan...''
Usai berkata...
Matteo mendekat dan melum** bibir Miley yang semula terbuka karna terkejut dan menekannya sedikit kuat..ciuman Matteo benar-benar ahli menggilas bibir Mileya dengan sangat panas..ini adalah ciuman kerinduan yang selama ini tertumpuk..wajar bukan..??
Matteo memutuskan menyudahi ciuman ini menyadari Miley masih syok dan terluka..ciuman itu terlepas dan Matteo bisa melihat tatapan beku Miley...padanya mungkin dia kagum dengan ciuman......
__ADS_1
''Pria mesum...apakah setiap kali melihat gadis kau menjadi nafsu..''
Dengan enteng Matteo tertawa...
''Tidak juga..aku punya banyak pilihan wanita..asal kau tau..''
''Lalu mengapa kau mengejarku..''
Matteo berdehem..
''Kau ingin tau yang sebenarnya..''
''Tentu saja pria mesum...''
Matteo tidak tersinggung dengan kata-kata pedas yang keluar dari bibir gadis yang baru saja dia cium itu, malah Matteo merasa gemas...mengapa Miley sangat-sangat cantik dan imut, Matteo baru menyadarinya..mereka begitu dekat sekarang..
''Kau tau itu karna aku hanya sangat bernafs* ketika dekat denganmu sayang...kau adalah gadis luar biasa kau perawan pertama yang membuatku....nikm**,....kau....''
''Cukup...mengapa kau bicara dengan tidak tau malunya.''wajah Miley merah padam karna malu..
''Mengapa aku harus malu di depanmu Miley...kita sudah pernah berbagi ranjang bersama...jadi menyerahlah...karna kau tak bisa lepas dariku..''desis Matteo tersenyum menang..
Miley menghela nafas...mengapa bukan Arron saja yang menyelamatkan dirinya..??
**********
Nala akhirnya sampai di depan rumahnya dengan berjalan kaki, sementara di depan rumah sudah berdiri Mommy dan Daddy menatapnya..
Gadis itu berkeringat dengan sangat banyak...dia sungguh kelelahan..wajahnya pucat dan mengalami dehidrasi...
''Mommy....Daddy,.....''
''Bagaimana rasanya berjalan kaki sejauh ini Nala..''
Airmata Nala berguguran...dia tak mampu menahan rasa sedihnya..
''Mommy..rasanya lelah sekali...''
Airmata Syakira menetes di wajahnya..
''Yah..mungkin saat ini apa yang kau alami sedang di alami oleh kakakmu Anna di luar sana..kau tau betapa menyakitkannya hati Mommy ketika kau mengatakan hal itu tadi....''
Nala mengangkat wajahnya..
''Mommy....''
''Mommy melahirkan kakakmu dan sempat mengalami hilang ingatan, kau tak tau betapa menderitanya Mommy ketika menghadirkan kakakmu Anna ke dunia...penuh perjuangan...jadi jangan pernah mengatakan hal itu tentang kakakmu sendiri Nala....sampai akhir hidup kami, tetap saja kami akan mencari Anna..''sambung Rive dengan gertakan gigi..
Nala mengangguk penuh airmata..
''Maafkan aku Mommy...Daddy....aku tak akan melakukannya lagi....'' isak Nala menyesal....
__ADS_1