Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Aku Lapar


__ADS_3

Arron membawa Miley ke sebuah restoran yang cukup mewah..pria itu meminta Miley memesan apapun yang dia inginkan...hingg a gadis itu menolak mentah-mentah...dia tak ingin memanfaatkan orang lain apalagi Arron sudah baik padanya..


''Aku makan dengan cukup, jangan membuang banyak makanan karna banyak yang lebih membutuhkan..''ucap Miley sambil menikmati makanannya..


Arron menyipitkan matanya, ucapan Miley terdengar tulus dan bukan terkesan ingin mengambil hati atau terlihat baik, gadis ini sangat unik, manis dan di beberapa saat dia tampil frontal...memang masih terlalu awal untuk menilai seorang Miley hanya saja Arron terkesan di pertemuan pertama mereka..dia semakin penasaran siapa sebenarnya gadis ini, dia terlihat terawat dan dari gadis kaya.


''Siapa sebenarnya dirimu Miley..asalmu, orang tuamu...''


Miley menghela nafas, ketika matanya berkaca-kaca,...siapa orang tuanya ibu sempat bilang bahwa mungkin dia bayi yang di buang karna hasil selingkuh atau mungkin hamil di luar nikah dan orang tuanya malu mengakuinya...jemari Miley sampai bergetar di piring..ia menumpuk kesedihan di dalam dadanya...


''Miley...''


''Aku tidak punya orang tua...aku sekarang berjuang sendiri demi hidupku...jadi aku sebatang kara tuan Arron..''tatap Miley dengan kesedihan yang berusaha di sembunyikan dari wajahnya, dan Arron bisa mengerti hal itu dan ia tak ingin membuat gadis ini semakin terluka entah mengapa..mereka baru saja bertemu.


''Baiklah mari bahas pekerjaan...aku baru saja membuka cafe itu setelah sekian lama, aku baru kembali dari luar negri..''


''Waow.....'' Miley menganggukan kepala..


Miley teringat ketika dulu orang tuanya ingin bepergian, dia selalu di tinggalkan olrh mereka dengan alasan dia harus belajar dan hanya membawa sang kakak, sekarang dia baru mengerti karna memang dia bukan anggota keluarga orang tuanya..jadi mereka menolaknya dengan halus dan membiarkan dia berpikir mereka mencintainya dengan memberi perhatian..


''Mengapa kau diam Miley..''


''Tidak aku baik-baik saja..''


''Baiklah..jadi aku punya beberapa perusahaanku dan salah satunya adalah perusahaan dengan sahabatku jadi aku tidak terlalu sering ke cafe dan aku memilih mempercayaimu Miley..'' ucap Arron tersenyum..


Miley mengangguk....


''Aku berjanji akan berkerja dengan baik..''


''Terimakasih Miley..''


''Jadi bagaimana dengan gajimu, berapa yang kau minta...''


Miley memutar bola matanya ke atas sembari menghitung dan hal itu sangat menggemaskan di mata Arron,...pria itu semakin terpana..


''Karna aku akan tinggal di cafe maka aku tak akan meminta banyak padamu...berikan saja sesuai dengan hasil cafe...jangan membuatmu rugi..''ucap Miley dengan polos...


Mendengar hal itu Arron tertawa...


''Jangan mengejekku, aku tak ingin menindasmu....aku punya uang jadi aku akan membayarmu Miley...agar kau bisa menabung..atau melanjutkan kuliah..''


''Tidak...aku tak bisa kuliah...aku tak mau..''


''Mengapa...aku akan membiayaimu..''

__ADS_1


Miley menggeleng...


''Kita baru saja saling kenal..jadi jangan terlalu percaya kepadaku, dan aku tak ingin memanfaatkan keadaanku untuk memeras seseorang, Tuhan akan marah padaku...''ucap Miley tersenyum lembut.


''Waww...kau sangat baik Miley, baiklah kita makan sekarang karna aku akan meninggalkanmu di cafe,...aku akan mengunjungi sahabatku di rumahnya..''


''Baiklah,....aku tak akan memperlambat mu..'Miley menurut..


*****************


Matteo memandang foto kecil Anna yang sangat manis...rambutnya pirang dan dia sangat manis...


''Apakah paman dan bibi punya foto yang unik yang sama dengan Anna...aku mungkin akan lebih mudah menemukan petunjuk..''


Rive menatap Matteo dengan anggukan kepala,


''Beruntungnya paman sempat mengukir inisial nama kami bertiga...dan semoga itu belum hilang di kaki Anna..dan juga ada kalung yang mengukir huruf A, mungkin kalung itu sudah hilang.''


''Inisial nama dan kalung...''


''Yah...RAS...''ucap Rive tampak terpukul..


Matteo mengerutkan kening..mengapa dia seperti pernah melihat huruf itu di kaki seseorang tapi dia bahkan tidak ingat lagi...


''Tentu..paman percaya padamu Matteo..''


Keduanya saling melemparkan senyum...Matteo lalu pamit dari rumah sang paman Rive lalu berjalan kaki menuju rumahnya sendiri hingga ia menemukan mobik sang sahabat mendekatinya...dan berhenti persis di depannya..


Kedua pria itu saling melemparkan senyuman...pria di dalam mobil lantas keluar dari sana dengan senyuman yang cerah..


''Apa kabar sahabatku Matteo..''


''Arron...selamat datang kembali..'


Keduanya lantas berpelukan...


''Sudah lama kita tidak bertemu..''


''10 Tahun dan kau berubah menjadi pria tampan..''


''Dan kau pun begitu..''balas Matteo tertawa....


''Ayo masuk kita bicara di dalam..''


''Baiklah..''

__ADS_1


I*******************I


Miley sudah selesai membersihkan cafe,karna besok pagi dia akan membukanya...


Tuan Arron mempercayakan dirinya sebagai pengelola Cafe..dia tidak sendiri namun ada beberapa pelayan perempuan dan lelaki...malam ini Miley melangkah naik menuju lantai dua di kamar barunya...ini adalah pertama kalinya dia tidur di luar rumah..dan mungkin untuk waktu yang lama...


Miley tidak langsung tidur namun dia membuka tas dan mengambil surat pemberian sang bibi yang mengasuhnya...wanita itu meninggalkan uang yang cukup, hal itu membuat hati Miley menghangat...


gadis itu mulai membaca isi surat..


Dear Miley sayang..


Maaf bibi menulis surat saja karna tidak sanggup mengungkapkan kebenaran di depanmu, bibi tau semua ini akan terjadi dan lega karna kau akhirnya tau asal usulmu..


Miley....bibi adalah orang yang terlah bekerja selama 30 tahun di rumah tuan Benyamin dan salah satu yang di percaya, malam itu 15 tahun lalu tuan Benyamin membawamu yang terus menangis..kau sangat cantik, bersih dan terawat dan hal itulah yang membuat bibi yakin kau pasti di culik dari sebuah keluarga yang mencintaimu, namun tuan Benyamin malah bilang kau di temukan di jalan..bibi tidak percaya..


Miley....jaga dirimu, ingat jangan percaya pada siapapun..kau punya orang tua, dan bibi mendoakanmu agar kau menemukan orang tuamu....kalungnya bahkan bibi masih simpan..inisial A entah mungkin itu namamu yang sebenarnya...kau juga punya ukiran inisial di kakimu...


Miley pakai kalung itu agar takdir Tuhan mempertemukan kembali dengan orang tuamu...


maafkan bibi karna tak bisa lagi menjagamu...


Ketika surat itu selesai di baca, airmata Miley menetes di wajahnya..gadis itu menangis dengan begitu keras, ia begitu terpukul menyadari ayah begitu kejam padanya,...Miley bahkan harus terpisah dari orang tua kandungnya,..meski ada kalung dan inisial nama di kakinya namun bagaimana menemukan orang tuanya..itu sangat sulit..


dengan gemetar Miley mengambil sebuah kalung emas dari dalam amplop dan menatapnya nanar...ukiran huruf A adalah namanya tapi siapa...


Miley tertunduk lesu...semua seakan gelap di depannya..


Bagaimana hidupnya sekarang..?


*****


''Kau punya pegawai cafe yang baru..''tanya Matteo heran, karna Arron tak sembarang menerima seorang gadis...


Arron tersenyum malu-malu..


''Dia gadis yang istimewa...kurasa aku menyukainya di pandangan pertama..'


''Waah...aku tiba-tiba ingin ke cafe mu..dan siapa namanya..'' tanya Matteo penasaran.


Arron berdehem...


''Namanya...''


__ADS_1


__ADS_2