Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Memperbaiki Keadaan


__ADS_3

Syakira benar-benar terkejut mendengar ucapan Rive tentang memperingatkan Miley..jantung Syakira berdebar kencang hingga ia gemetar tak membayangkan bagaimana mungkin Rive tega melakukannya pada seorang gadis muda yang bahkan tidak tau apapun...bahkan gadis itu seusia putri mereka Anna..bagaimana bisa Rive melakukannya..??


''Jadi maksudmu kau mengancam Miley...''ucap Syakira yang tak sadar ketika airmatanya menetes di wajahnya...


Rive tak menyangka apa yang dia lakukan akan menyakiti Syakira sedalam ini...


''Hanya sedikit peringatan Syakira..aku yakin...''


''Apa yang kau pikirkan Rive...dia adalah seorang gadis lugu dan sopan..dia bahkan sangat manis...mengapa kau tega...mengapa..''


''Aku minta maaf Syakira..karna aku terlalu marah..Lana bilang...''


''Lana...Lana...Lana....aku rasa sudah cukup kau membesarkan Lana seperti seorang putri..lihatlah kelakukannya sekarang Rive..dia bahkan tega memfitnah gadis tidak bersalah itu bahkan jika kau terus membelanya dia bisa melakukan apapun agar memuaskan ambisinya...''


''Syakira...apakah itu tidak terlalu berlebihan...''


''Tidak..kau mengasuhnya dengan berlebihan Rive..tapi sekarang tidak lagi..aku akan membuat Nala belajar untuk menghargai semua orang dan tidak berbohong...apa kau setuju denganku..''tatap Syakira tajam..


Walau dia adalah pria yang cukup keras dalam bersikap namun tetap saja..Rive tak bisa meremehkan kekuasaan Syakira untuk memutuskan sesuatu karna pada akhirnya insting seorang istri dan ibu selalu benar..


''Baiklah sayang aku akan menyerahkan Nala terserah apapun keputusanmu sayang...''


''Aku akan mengirimkannya ke asrama putri dan itu jauh dari kita...aku tak perduli kau setuju atau tidak..''


''Aku setuju kalau untuk kebaikannya..''balas Rive dengan cepat.


Syakira mencoba untuk menahan kesabarannya dia menatap mata Rive yang berkabut sedih..


''Apa yang kau katakan pada Miley hingga dia begitu murung bahkan dia menjaga jarak denganku...dia terlihat aneh pagi ini dan tidak bersemangat seolah ada banyak hal yang dia pikirkan..''


Rive berdehem ketika dia mencoba jujur, Rive mulai mengingat semua perkataannya yang kejam..pada Miley..


''Aku hanya bilang dia seperti seorang gadis manipulatif, bahwa aku dan Nala tak akan menghadiri pernikahannya nanti dan aa..aku mengatakan sesuatu yang cukup membuat Miley menangis..''


''Katakan Rive..''isak Syakira menjadi takut..


''Aku bilang dia anak pembawa sial..''


''Apa......'' jerit Syakira dengan mata melebar tak percaya...


Airmatanya menets begitu saja...


***********************


Amanda dan Miley keluar dari sebuah minimarket yang menjual aneka bahan barbeque nanti malam..namun ketika mereka hendak masuk ke dalam mobil..sebuah mobil lain berhenti dan Mattew keluar dari sana mendekati Miley dan Amanda..


''Kakak.......''


''Hai sayang..''balas Mattew mencium bibir Miley dan mengecup kening Amanda..


''Kalian baru pulang..''

__ADS_1


''Yah...nanti malam kita akan barbeque...bersama Mommy Syakira..''ucap Amanda antusias..


''Baiklah...aku akan pergi bersama kak Mileymu sebentar...ada sesuatu yang harus kami lakukan..''bisik Mattew mengedipkan matanya..


Miley sontak menatap Mattew...


''Melakukn apa...''


''Cincin pertunangan dan pernikahan...kita harus mencarinya sekarang karna waktu kita hanya sebenatar...jadi Miley..kau harus ikut sebentar,...biarkan Amanda pulang sendirian..''balas Mattew..


''Tapi kasihan Amanda...''ucap Miley protes...


''Kakak pergi saja...astaga aku bisa pulang sendiri....''ucap Amanda tersenyum..


''Baiklah hati-hati Amanda..''


Mereka lalu berpisah dan Amanda masuk ke dalam mobil, disitulah dia baru ingat kalau, dirinya meninggalkan ponselnya di cafe..


Astaga,....mana dia menunggu telp penting lagi..Amanda langsung meluncur menuju Cafe...tak berapa lama kemudian ia sampai juga di Cafe tepat di saat yang sama Arron keluar dari dalam Cafe..


''Amanda...''


''Kak Arron aku melupakan ponselku tadi..''


''Aaahh..itu ponselmu yah...maaf tadi ada telp jadi tak sengaja aku membaca pesannya..''


Wajah Amanda merah...


Arron mengangguk lalu mengulurkan tangannya mengambil ponsel milik Amanda di dalam saku jas miliknya dia lalu memberikannya kepada Amanda yang menunggu..


''Terimakasih...aku akan pergi...''


Amanda membalikan tubuhnya..


''Tunggu...jangan lakukan sesuatu yang akan membuatmu menyesal...nama baik orang tua dan kakakmu di pertaruhkan Amanda..''ucap Arron memberi peringatan..


Amanda menoleh dengan sinis...dia tak suka jika ada orang lain yang mencoba menjadi orang tua atasnya..


''Bagaimana kalau kau mengurus dirimu sendiri....kau bahkan terlalu tua untuk memiliki kekasih..seharusnya sudah punya 3 anak.....kakakku saja akan menikah..''ucap Amanda cukup ketus..


Hingga ia membakar seorang Arron...pria itu mendekati Amanda dan menatapnya tajam..


''Gadis kecil sepertimu tidak pantas untuk bicara kasar pada orang yang jauh lebih tua darimu..''


''Karna itu kau aku suruh mencari gadis sendiri..jika kau tidak mampu aku bisa mengenalkanmu pada temanku...tapi jangan pernah mengurusi hidupku...''ucap Amanda kesal..


Arron tertawa....


''Baiklah ide bagus..bagaimana kalau besok malam kita pergi bersama...aku kebetulan baru saja patah hati....''jawab Arron tajam..


Amanda tersenyum....

__ADS_1


''Baiklah..tak masalah bagiku membawa seorang kakak yang jomblo...sampai ketemu besok malam...''


''Aku akan menjemputmu bagaimana Amanda...''


''Tidak...kita bertemu disini saja..kau akan mengejutkan semua orang kalau kau menjemputku..kakak akan berpikir kita sedang menjalin hubungan..bukankah itu menggelikan...tak mungkin aku punya pacar seusia kakakku...itu terlalu tua bagiku..''ucap Amanda tersenyum manis di depan Arron hingga pria itu mengeraskan wajahnya..Amanda adalah gadis kecil yang menyebalkan..


''Pulanglah adik kecil..hari sudah hampir malam kau akan tersesat atau perlukah kakak sepertiku mengantarmu..''


'Ow...tidak usah..terimakasih kakak..''


Amanda melangkah pergi begitu saja hingga Arron hanya menggeleng sedikit terkejut mengapa dia malah meladeni gadis remaja itu..astaga..


Arron segera masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana....


*******************


Membuka pintu apartemen, dan Miley bersedekap sedikit kesal karna Mattew hanya berbohong tentang pemilihan cincin dan sebagainya..


Masih berdiri di depan ruang tamu..Miley mendengar tawa kecil dari belakangnya...


''Sayang maafkan aku...please..''


''Kau berbohong Mattew..''


''Cincinnya tetap tapi orang dari toko perhiasan akan mengantarnya kemari..kita tak harus kesana.''


Miley mengangguk lalu mendekati sofa merapikan beberapa bantalan sofa termasuk beberapa berkas yang tertinggal di atas meja...melihat hal itu Mattew hanya tersenyum..


menatap tubuh Miley dari belakang dengan rindu..


''Aku merindukanmu Miley..''


''Rindu..''ulang Miley terkekeh..


Miley berbalik dan membeku ketika Mattew membuka jasnya dan melemparkannya sembarangan..


Miley menghela nafas...sepanjang jalan tadi dia sudah memikirkan segalanya..tentang pernikahan mereka...tidak..ucapan tuan Rive kepadanya membuatnya terpukul dan tidak bisa melupakan pertakataan itu..bagaimana jika setelah menikah..ia akan menyebabkan kekacauan dalam keluarga Mattew...bukankah tuan Rive bilang dia adalah gadis pembawa sial...?


Jadi...saatnya memutuskan....Miley tak bisa tinggal....


gadis itu menatap Mattew yang sedang bergairah..tak ada salahnya dia memuaskan Mattew untuk yang terakhir...


''Kau menginginkanku yah...''


Miley tersenyum sembari melepas beberapa kancing dressnya...


Mattew mendekat dan meraihnya...


Skip yah....Puasa..............🤗🤗


__ADS_1


__ADS_2