Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Mattew Dan Anna Yang Bahagia


__ADS_3

Hari yang sibuk untuk Mattew dan Anna...seharian ini mereka melakukan Metting bersama demi pernikahan besar yang akan di gelar dengan sangat mewah...Anna tak pernah merasa bahagia seperti hari ini hingga ia dan sampai meneteskan airmata karna bahagia bagaimana tidak..seluruh keluarga berbahagia dan menunggu hari besar yang akan di gelar di depan mata..yah...6 hari dari sekarang adalah hari yang pantas untuk melakukan pergelaran acara besar hari itu..


Setelah pertemuan penting itu..kedua keluarga mereka memutuskan menginap di Hotel begitu pun keduanya..karna besok pagi sekali mereka akan langsung Metting kedua mengenai acara pernikahan yang akan di gelar..


Anna tampak lelah sekali..hingga Mattew memijit bahu calon istrinya, dia berada di kamar Anna karna Anna mengalami pusing..


''Jangan stres mendekati hari pernikahan..''bisik Mattew dengan senyuman bahagia..


''Aku mengerti....aku hanya lelah..ada banyak acara yang harus kita lalu nanti..''


'Kedua orang tua kita tetap ingin melakukan upacara pernikahan dengan adat mereka masing-masing aku sungguh bingung...'' ucap Mattew tersenyum.


''Ikuti saja..kita harus melakukannya Mattew...oya apakah kau sudah menghubungi Amanda, Nathan juga Nala..''


''Nathan bilang mereka sedang berkumpul untuk berdiskusi..sesuatu..'


''Ada-ada saja,....oya apakah kau serius tentang Arron dan Amanda..''tanya Anna..


''Entahlah aku juga bingung sekarang..''ucap Mattew tersenyum...


''Biarkan saja dulu...mereka masih muda..''ucap Anna menyentuh bahu Mattew..


''Yah...Amanda masih sangat muda jadi..aku harap dia benar-benar memikirkan pendidikannya..''


''Amanda akan mengingat semua itu..''ucap Anna berusaha menepis pikiran buruk dari calon suaminya Mattew..


''Baiklah sayang..terimakasih atas segalanya,..dukunganmu adalah yang terpenting buatku..''


''Tentu saja...Amanda juga sudah menjadi adikku sendiri..jadi aku akan ikut melindunginya..''ucap Anna menenangkan..


''Baiklah...''


Mattew kemudian bergerak mendekati Anna dan memeluknnya..pria itu mengecup punggung Anna dengan lembut...


''Mattew..''


''Aku sedang merindukanmu saja sayang..''suara Mattew menjadi parau mendamba hingga Anna tersenyum..


Ia lalu mendekatkan wajahnya dan menatap mata Mattew,..lalu memberikan sebuah bungkusan kado yang terselip di dalam tas miliknya...


''Anna...''


''Bukalah...untukmu..'ucap Anna dengan mata yang berbinar...


Mattew mengerutkan kening..


''Apa ini sayang..''


''Coba bukalah...''


''Baiklah...aku belum berulang tahun...''


''Anggap saja kado pernikahan kita..''ucap Anna tersenyum..

__ADS_1


''Well...aku kalah dalam hal ini..wanita memang penakluk dunia..''


Anna tersenyum bangga, ia anggap itu pujian berharga...


''Yah...aku bangga menjadi wanita...''


Mattew mengangguk patuh..lalu segera membuka kado kecil persegi panjang itu di depan Anna yang tak sabar...dan ketika kotak kado itu terbuka..mata Mattew terbelalak lebar menyadari kalau kado itu adalah sebuah alat tespek yang di sembunyikan Anna darinya...pria itu mengangkat wajahnya dengan mata yang basah dan tersenyum bahagia...


''Anna...kau...hamil..''


''Yah...''balas Anna dengan mata berkaca-kaca.


Tanpa bicara..Mattew bangkit berdiri dan memeluk Anna dengan erat..mengangkat tubuh itu tinggi-tinggi dan membawanya ke udara..Mattew begitu senang dengan berita yang mampu mengguncang dunianya..


''Aku akan punya anak...anakku sedang bertumbuh dalam dirimu sayang..''


''Yah........karna itu aku tak ingin kau menyentuhku aku..''


''Aku akan menahan diriku sayang..demi anak kita...astaga...aku sangat mencintaimu Anna...terimakasih sayangku..''bisik Mattew dengan mata yang basah..


Airmata bening itu menetes di pipinya...hingga Anna kembali menghampiri Mattew yang terlihat meneteskan airmata bahagia..Anna menghapus airmata Mattew dan kembali menghambur memeluknya..


''Aku juga baru mengetahuinya sayang....apa kau senang..''


''Aku mencintaimu dan aku sangat senang..''balas Mattew kembali mencium hampir seluruh wajah Anna hingga Anna hanya terkekeh geli..


Mereka kembali saling memeluk dengan erat sampai puas, hingga akhrinya karna rasa khawatirnya, Mattew membimbing Anna duduk kembali di atas sofa..


''Apa yang kau inginkan sekarang..''


''Katakan saja Anna..''


''Aku ingin tidur dalam pelukanmu...''


Mendengar hal itu Mattew hanya tersenyum pasrah, tentu saja itu mudah di lakukannya kan..lagi pula hanya tidur dan memeluk istrinya...Matteo bahkan akan melakukan apapun untuk anaknya..


''Baiklah sayangku..kemarilah kita berbaring di ranjang sekarang..''


Mattew mendekat namun...mendapat penolakan dari Anna..


''Mengapa kau...melarangku..''


'Kau belum mendengar semuanya..''


Mattew mencoba bersabar..


''Katakan padaku..apa maumu sayang..''


Anna memutar bolamatanya dengan gemas dan tersenyum lembut...


''Anna...mengapa ekspresimu begitu,..''


''Kau harus tidur menggunakan gaun tidur milikku dan memelukku..''

__ADS_1


''Apa....maksudmu adalah aku memakai baju wanita..''


''Yah..lalu kau boleh memakai parfum milikku lalu tidur dan memelukku..''


''Bukankah kau sangat kejam..''


'Tidak...aku tidak kejam...demi anak kita...sayang..''pinta Anna tersenyum...


Mattew tak punya pilihan benar-benar tidak punya karna..Anna menatapnya dengan penuh kegelisahan bahwa Mattew harus menuruti keinginannya..


''Bagaimana kalau orang tua kita melihat aku seperti ini...aku yakin mereka akan berpikir ulang tentang pernikahan kita..bagaimana dengan keinginan yang lain..''Mattew mulai membujuk..


Anna mendadak cemberut dan memasang eskspresi sedih..


''Aku kan cuma memintamu untuk menurutiku sebentar...kita bisa mengunci pintu..''ucap Anna melangkah ke arah pintu kamar dan menguncinya..


Mattew memejamkan matanya...


''Baiklah..baik aku akan melakukan apapun demi anakku..''


Mattew akhirnya menyerah lalu mendekati Anna dan menunduk sebentar lalu mengecup permukaan perut Anna yang mulai terlihat..


''Anakku..apakah benar kau ingin Papa melakukannya untukmu..''


''Ya...Pah....''bisik Anna terkekeh..


Matteo berdiri tegak dan mendekati Anna yang tampak menggemaskan dan lucu..dia cantik dengan wajah yang bercahaya...hal itu membuat Matteon gemas dan mencium bibir Anna..melum**nya cukup panas..lalu melepaskannya atau dia akan meledak..


''Aku akan menghukummu nanti..''


''Itu nanti namun sekarang giliranku bukan..''


''Baiklah ayo cepat naik ke ranjang...aku sudah lelah..''ucap Anna dengan sedikit tekanan..


''Anna....''


Mau tak mau Mattew melangkah naik ke atas ranjang dan berbaring dengan Anna yang memakai kemeja kebesaran milik Mattew...mereka bertukar peran...


Hingga beberapa saat kemudian pintu kamar Hotel di ketuk...Mattew yang memang masih mengantuk lalu bangkit dari ranjang dengan setengah mata yang tertutup dia juga sangat lelah..mendekati pintu kamar dan segera membukanya..


''Tu...tuan...''sang pelayan yang datang membawa makanan siang begitu terkejut hingga ia harus di tenangkan beberapa saat..


''Ternyata kau....ayo masuk taruh saja makanannya di atas meja...''ucap Mattew masih terlihat cuek, dia belum sadar karna di bangunkan tiba-tiba..


''Tuan memakai baju nyonya..''pelayan itu tertawa pelan hingga akhirnya Mattew baru sadar yang di tertawakan pelayan ini adalah dirinya..


Mattew segera berdehem..


''Pergi dari sini dan jangan coba-coba ceritakan apa yang kau liat apa kau mengerti..''


''Tentu saja...tuan...aku akan menahan diriku..''ucap pelayan itu lalu berlari dari kamar dengan cepat..


Sementara Mattew hanya mengerang, seumur hidup inilah hari terlucunya..bahkan ia merasa aneh dengan dirinya sendiri..

__ADS_1


''Astaga semua ini demi anakku..''bisik Mattew tersenyum lembut menyadari Anna tertidur pulas...


__ADS_2