Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Bertemu Di Club


__ADS_3

Miley berhenti di depan sebuah Club malam, hal yang tak pernah dia lakukan selama ini adalah dia tak pernah mengikuti teman-temannya untuk datang dan menghabiskan masa mudahnya dengan bersenang-senang..


Namun ketika dia mendengar kalau dengan teganya Ayah memintanya menikah dengan pria tua yang bahkan sudah punya istri...Miley merasa seperti dia di hianati oleh orangtuanya sendiri..selama ini dia menjaga dirinya dengan begitu baik hingga menghindari pergaulan bebas namun, nyatanya dia malah terjebak oleh perjodohan gila yang di lakukan ayahnya..


Jadi Miley memutuskan untuk bersenang-senang dengan hidupnya....gadis itu melangkahkan kakinya menuju pintu masuk namun, dia di cegat disana...oleh seorang petugas yang menahan langkahnya...


Miley berdehem gugup...


''Berapa usiamu nona kecil...''


Miley berdehem ketika dia melihat sosok pria yang begitu tinggi dan sedang menatapnya tajam...


''Usiaku...hum...20 tahun..''ucap Miley berbohong..


Pria itu bersedekap menatap Miley sekali lagi dan membuat gadis itu semakin gugup...


''Baiklah siapa namamu..''


''Hani...''


''Hani....baiklah kalau begitu masuklah sekarang..''ucap pria itu terpana melihat kecantikan Miley yang membius..


Miley akhirnya lega, dia melangkah masuk ke dalam gedung yang tampak remang oleh cahaya lampu warna warni yang menyilaukan...Miley langsung terbatuk-batuk oleh asap rokok yang memenuhi ruangan, matanya terasa perih...terlalu banyak orang di dalam hingga mereka melangkah sembari berdesakan. Miley akhirnya berhasil masuk ke dalam ruangan tengah dan mendapatkan sedikit udara lebih banyak..gadis itu tersenyum melihat ada banyak gadis seusianya yang tengah menari di lantai dansa, mereka tertawa dengan suara yang renyah...Miley pun terhibur..ia memandang ke sekelilingnya dan mengangguk, dia mengerti sekarang mengapa banyak anak muda yang ada disini rupanya mereka mencari hiburan di tengah penatnya aktifitas yang membuat mereka stres, Miley masih berdiri dengan tatapan bahagia melihat teman-teman sebayanya menari..


Miley kemudian memutuskan untuk duduk, dan mulai memesan minuman.....


''Aku minta orange jus..yang dingin..''ucap Miley pada wanita yang sedang melayani di meja bar...


''Maaf...apakah kau serius memesan itu nona...''ucap gadis pelayan dengan kerutan di dahinya..


Miley mengangguk tanpa ragu...


''Tentu saja aku menginginkannya...apakah itu menjadi masalah nona.''


''Tidak..hanya saja aku pikir kau memesan Bir atau sesuatu yang lebih berat..''


''Aku tidak minum dan jujur ini pertama kalinya aku kemari....hanya ingin mencoba...''


''Dan kau tertarik..''sambung gadis di depannya sambl meletakan segelas orange juss di atas meja tempat Miley duduk..


Miley tertawa pelan dan gadis itu mengulurkan tangannya..


''Namaku Anora....panggil saja Nora..''


Nora mengulurkan tangannya dan membuat Miley akhirnya juga mengulurkan tangannya...mereka bersalaman...

__ADS_1


''Bersenang-senanglah Miley....semoga kau suka tempat ini..''


Sambil meneguk jus jeruk, Miley mengangguk tersenyum...


''Yah terimakasih Nora..''


********


Sementara itu...


Di luar ruangan, beberapa mobil mewah berhenti di club yang sama, dengan tempat Miley datangi, Matteo pun turun dari mobil di ikuti oleh kedua kaki tangannya, Erik dan Dani...


''Apa kalian yakin dia berada disini...''


''Tentu saja Metteo, gadis itu di dalam sana...''


Matteo tersenyum dingin...


''Rupanya selama ini dia bersembunyi di balik topeng gadis baik-baik yah...''


''Mungkin saja ini pertama kalinya datang..''sambung Dani..


Namun kata-katanya menguap ketika mendapat tatapan membunuh dari Matteo dan Erik..


''Ayo kita masuk...aku tak sabar untuk berpesta,....''desis Matteo lalu melangkah masuk, beberapa bodyguard sudah tau dirinya mereka lalu memberi hormat sembari membuka jalan untuk dirinya..


Semakin malam semakin ramai saja...hal itu yang membuat waktu berlalu tanpa terasa....Miley mulai menikmati suasana di dalam ruangan ini dan tak ingin beranjak dari sana...dia tak menyadari bahwa tak jauh darinya ada sepasang mata tajam yang menatapnya penuh minat...


''Orange juss mu habis,....bagaimana kalau kau mencoba bir...''tawar Nora...


''Tidak lupakan aku takut...''


''Bir sangat ringan kok...ayo, aku akan menemanimu minum...''


Miley tampak ragu tapi dia sangat penasaran akan rasanya...gadis itu menatap gelas yang berisi minuman berbusa itu dengan senyuman..


''Tapi....apakah ini rasanya enak...''


''Yah cobalah...''


Miley akhirnya mengangguk dan mengambil gelas bir berukuran besar itu dan meneguknya sedikit namun...ia langsung meletakan kembali gelas itu dan memunta*hkan semua isinya..rasa pahit yang aneh langsung menyapanya..


''Aaarrggghh...tidak enak sekali...''bisik Miley menggeleng keras dia tak ingin mencoba lagi...


Serena lalu memejamkan matanya, ia masih merasa pahit yang tertinggal di mulutnya..

__ADS_1


tak lama kemudian, datang Matteo bersama dua temannya duduk di depan Miley yang masih terlihat mual...


''Aku ingin minumanku seperti biasa Nora..''ucap Matteo tak melepaskan padangan dari Miley yang begitu manis di ruangan ini..


Dia seperti seorang putri yang sedang tersesat,...


''Maaf...tapi apakah kita saling mengenal...''ucap Miley cukup ketus melihat Matteo...


Dan hal itu rupanya di luar dugaan Matteo..tentu saja...gadis ini cukup kasar, untuk ukuran wajahnya yang lembut..


Nora berdehem....ia mulai takut, tentu saja semua orang tau siapa Matteo Antonio...kemarahannya mampu membuat club malam mereka tutup...jadi Nora heran mengapa Miley harus memilih lawan yang salah...


''Kau cukup kasar...tapi aku ingin mentraktirmu nona...''


''Aku Miley...panggil namaku saja...''


''Namaku Matteo Antonio dan kau bisa memanggilku Matteo saja..''


''Baiklah...itu cukup..''balas Miley dingin...


''Baiklah Miley...bagaimana kalau kita minum aku akan mentraktir lalu kita berdansa sepuasnya disini..''


Miley tampak acuh, pria ini pasti pria hidung belang yang biasa memesan para gadis...yah hal itu tergambar jelas di wajahnya..punya banyak uang dan mulai bersikap sombong, dan hal itu mengingatkan Miley dengan pria tua yang di jodohkan sang ayah...lihatlah cara menatap mereka...sangat menjengkelkan seolah dunia berada di dalam genggaman tangan mereka..


Miley membanting gelas jus lalu membayarnya...


''Aku akan pergi sekarang jadi,....nikmatilah pestanya tuan Matteo..''


Miley melangkah ingin keluar darin sana namun...lengannya terhentik ketika Matteo menahannya...


Entah bagaimana bisa emosi langsung menguasai Miley dengan cepat, gadis itu membalikan tubuhnya dan mengarahkan tangannya..


Plak......


Matteo terkejut, tidak hanya dirinya namun beberapa anak buahnya dan hampir seluruh penghuni club malam ini cukup terkejut dengan keberanian gadis ini menampar pria paling berbahaya di dunia...Matteo tersenyum dingin...


''Apa yang kau lakukan ini Miley...''


''Kau pasti berpikir aku gadis murahan..tidak...aku bahkan bisa membayar berapapun gadis yang kau inginkan untuk memuaskan nafsu hinamu..''ucap Miley tajam..


Miley tak menyadari dia telah menyalakan kilatan api di mata Matteo...gadis ini sudah berani menghinanya..beraninya dia...


Matteo mendekat dan membenturkan tubuh Miley di tembok...


''Kau bilang aku hina....ah....kau terlalu berani Miley..'' desis Matteo tersinggung...

__ADS_1



__ADS_2