
Marco menoleh dan dia terkejut ketika Mark menodongkan pistol di punggungnya..
''Bergerak atau aku akan meledakan punggungmu kakak kembarku..''
''Mark.......''
''Masuk ke dalam mobilku, kau juga Serena..''ucap Mark dengan senyuman dingin..
Serena pun mau tak mau masuk bersama Marco di bagian belakang mobil sementara itu Mark memborgol tangan Marco ke belakang punggung hingga dia tak bisa bergerak dan untuk Serena dia meminta gadis itu duduk bersamanya di depan..meski sedikit takut Serena akhirnya menurut..
Mobil melaju membelah jalan, sementara Marco mengeraskan wajahnya..dia tak pernah memperhitungkan jika Mark mampu melakukan ini kepadanya...
''Mark...hentikan mobilnya sebelum aku marah..''desis Marco mengancam di belakangnya..
Mark melirik dari cermin..
''Cih...kau pikir aku takut padamu Marco...kau telah menghancurkan kepercayaanku dengan merebut milikku dan aku tak akan pernah memaafkanmu..''
Marco tertawa dingin...
''Milikmu...dari awal Serena adalah milikku dan bukan milikmu Marko...dan aku hanya mengambil kembali milikku..''
Mendengar hal itu membuat Serena menoleh tajam..
''Bisakah kalian berdua berhenti...aku bukanlah barang...''
Mark menatap mata Serena yang terlihat sedih....
''Aku tau kau takut pada kakakku tapi Serena..tenang saja...semua sudah berakhir...''
Mark lalu memutar mobilnya sampai berhenti di sebuah padang rumput yang sunyi..
ia mematikan mesin mobil dan keluar dari sana dan mengeluarkan Marco...sementara Serena keluar dari mobilnya dengan cepat ia cukup takut jika mungkin Mark akan menyakiti Marco..
Tubuh Marco di dorong hingga ia terjatuh di rerumputan..
''Marco.....''ucap Serena ingin mendekat namun lenganya di cekal oleh Mark hingga keduanya bertatapan tajam...
''Serena....cukup...''
''Cukup,....apa kau akan membunuhnya...''tanya Serena histeris..
''Yah...aku akan menembak kepalanya aku....akan mengakhiri hidupnya karna apa..dia telah berani membohongiku Serena dia merebutmu, dia telah melukaiku...''
Serena menggeleng ketika Mark sungguh-sungguh dengan perkataannya...
''Aku mohon jangan pernah menembaknya Mark....''
''Apa maksudmu Serena..''tatap Mark dengan kesedihan yang tergambar jelas di wajahnya...
__ADS_1
Airmata Serena menetes...
''Apa yang di katakan Marco adalah benar...kalau aku telah menjadi miliknya sebelum kita bertemu...aku mengenalnya lebih dahulu lebih dari aku mengenalmu..'
''Apa maksudmu..Serena..''
''Yah....jangan bunuh dia aku mohon Mark...kami sudah menikah, meski aku membencinya aku tak bisa membiarkan kau membunuhnya....''
Kecewa..itulah yang tergambar jelas di mata Mark yah....dia tak bisa berkata apapun setelah mendengar ucapan Serena yang menyakitinya..sementara Marco terdiam di tempatnya ia menyipitkan matanya dengan tajam..
''Serena....baiklah, aku tak akan pernah membunuhnya demi kau tapi aku tetap tak akan pernah membiarkan kalian bersatu...apa kau dengar itu...''
Mark segera menarik tangan Serena lalu memberi borgol sementara untuk Marco ia tersenyum dingin...melempar kuncinya sedikit jauh.....
''Carilah kunci itu Marco...hanya itulah kebaikan terakhir yang bisa aku berikan kepadamu..''ucap Mark dengan tatapan beku...
''Mark...hentikan...Serena istriku...Mark.......'' teriak Marco begitu marah...
Namun ketika dia ingin beranjak bangun Mark mendekatinya dan menendang pria itu hingga terjatuh...Marco terlihat begitu hancur ketika tubuh Serena di seret masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat itu meninggalkannya dalam sekejap...
''Tidak...tidak......Serena..........''teriak Marco dengan mata yang basah...
*************
Sementara.......
''Maaf aku harus melakukan itu..''ucap Mark melirik borgol di tangannya..sementara Serena pun terdiam di tempat duduknya..
''Kau akan menyesal jika membunuhnya dokter Mark..''ucap Serena dengan airmata menggenang..
Mark menghela nafas..
''Maafkan aku..seharusnya aku tidak meninggalkanmu Serena...maafkan aku..''
Serena mengangguk penuh airmata..
''Semua sudah berlalu....kita tak bisa kembali kesana dan merubah keadaan...jadi katakan padaku apakah Marco akan mati disana..''
Mark menggeleng...para anak buahnya akan sampai dalam hitungan menit kau tenang saja...tapi yang harus kita lakukan adalah menyembunyikan dirimu...tapi sebelumnya aku ingin kita bicara Serena...''
Serena pun hanya mengangguk dia tak punya kekuatan untuk menolak sedikitpun...hal itu cukup membuat Mark sedih...
Mobil pun akhirnya menuju sebuah pelabuhan..disana sudah ada kapal milik Mark yang menunggu mereka...yah..mengapa Mark memilih jalur laut karna ia tau pasti Marco akan mencarinya melalui jalur udara yah..dia tau saudara kembarnya..pria itu pasti sangat marah...
Mark hanya tersenyum.......
Ketika sampai di pelabuhan, ia melepaskan borgol di tangan Serena dan mereka turun bersama...
''Mark.....kita mau kemana..''
__ADS_1
''Membebaskanmu Serena..''
''Apa maksudmu..''
Mark mendekati Serena dengan mata yang basah...ia lalu mengeluarkan sebuah paspor baru dan beberapa kunci dan kartu emas untuk Serena hingga Serena membeku..
''Mark....''
''Bibi Berta menunggumu di kapal..kau tidak melupakannya kan Serena...''ucap Mark dengan senyuman cerah di wajahnya..
Airmata Serena menggenang...
''Bibi Berta...''ulang Serena dengan rindu..
Sementara Mark mendekati Serena dan menyentuh pundak wanita muda itu dengan lembut...
''Aku minta maaf karna aku dan saudara kembarku telah menyebabkan kau kehilangan segalanya, kau sudah terlalu banyak menderita Serena..dan aku juga tak akan serakah dengan ingin memilikimu..aku sudah menikah dan akan segera punya anak..dan untukmu selagi kau belum memiliki anak dengan kakakku maka kau masih bisa lepas darinya..pergilah dan hidup baru Serena...aku minta maaf tak bisa menjagamu selama ini..''
Serena sungguh tak menyangka jika ternyata Mark bisa semanis ini bahkan masih memikirkan kebahagiaannya..
''Oh..Mark....aku tak bisa berkata apapun...aku..minta maaf karna aku pikir kau akan memaksaku dan melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan Marco..''
Senyuman di wajah Mark menguap...menjauhlah dan kelak jika kau bertemu dengannya larilah jangan sampai tertangkap oleh Marco karna disaat kau tertangkap olehnya maka kau tak akan pernah bisa melepaskan diri sementara aku....tak akan bisa melindungimu lagi..''ucap Mark dengan senyuman sedih di wajahnya..
Serena berjanji akan mengingat semua perkataan Mark dengan baik..dia tak akan menyia-nyiakan kebebasan yang di berikan oleh Mark kepadanya,..
''Terimakasih Mark...aku sungguh-sungguh berterimakasih kepadamu..''
''Hum....pergilah..kapal akan segera berangkat..''ucap Mark tersenyum..
Serena mendekat lalu menghambur untuk memeluk tubuh Mark dengan erat...
''Aku tak akan melupakan semua yang kau lakukan dokter Mark..terimakasih...semoga kau bahagia,...''bisik Serena lalu melambaikan tangan..
Sementara dari jauh bibi Berta melambaikan tangan ke arahnya...seperti melihat Maminya..Serena ikut melambaikan tangannya..
''Bibi Berta,.........''jeritnya dengan tangis yang pecah..
Serena berlari mendekati kapal dan memeluk bibi Berta dengan erat....
''Serena.......apa kabar anakku..''
''Bibi.....aku merindukanmu...mengapa bibi meninggalkan aku sendiri..''tangis Serena pecah....
''Maafkan bibi...''bisik Berta sedih...
Keduanya berpelukan erat....sementara,
Kapal pun mulai meninggalkan pelabuhan, meninggalkan Mark yang membiarkan airmatanya mengalir...yah..dia telah melakukan hal yang benar meski dia tau Marco akan membunuhnya....
__ADS_1