
Nathan mengerutkan kening ketika Amanda berhenti di depan pagar rumahnya, Nathan hampir masuk ke dalam rumahnya sendiri namun langkahnya terhenti ketika melihat Amanda justru memutar tubuhnya, melewati Nathan begitu saja dan menghampiri mobilnya...
''Amanda mau kemana...kita baru saja kembali...''
Namun Amanda tidak menggubris teriakan Nathan kali ini hingga, pria itu lantas mendekati mobil Amanda namun terlambat baginya karna gadis itu sudah masuk ke dalam mobilnya dan menghidupkan mesin mobil dan sedetik kemudian, Amanda meninggalkan halaman parkir dengan cepat hingga Nathan menggertakan giginya...apa yang Amanda lakukan dia bahkan tidak melihat Nathan disini..
Nathan tak mampu menahan perasaannya..pria itu lantas kembali ke mobilnya, syukurlah rumah memang sedang sepi..dua keluarga besar itu sedang melakukan meting untuk hari besar kak Anna dan Mattew jadi tak ada yang melihat kedatangan mereka selain para pelayan yang tidak pernah ikut campur ke dalam masalah mereka..
Nathan dengan cepat ada di belakang mobil Amanda mengawasinya dengan penuh kecemasan...
sementara Amanda terlihat gusar, ingin cepat sampai di cafe, dan menemui Arron yang mungkin saat ini sedang kesal kepadanya..jalan di depannya gelap gulita namun Amanda melangkah dengan nekat...hingga sampai di tikungan, dia membeku ketika sebuah mobil menerobos jalannya dan menghalangi mobilnya yang sedang melaju hingga Amanda langsung mengerem mendadak mobilnya..gadis itu terkejut setengah mati...sedikit takut kalau-kalau itu orang jahat atau mungkin Tristan...
masih memegang stir mobil dengan gemetar...Amanda menajamkan tatapannya...namun sedetik kemudian ia menghela nafas menyadari yang datang bukanlah orang yang dia takuti melaikan Nathan..pria itu untuk apa membuntutinya...
Amanda mematikan mesin mobil dan membuka kaca mobilnya ketika melihat Nathan mendekati mobilnya...
Keduanya bertatapan tajam..
''Nathan...''
''Keluar dari mobilmu sekarang Amanda..''
Amanda mengangguk walau dia bingung, gadis itu membuka pintu mobil namun, seketika itu juga Nathan membenturkan tubuhnya di badan mobil dan menatapnya dengan tajam..
''Kau mau kemana malam-malam begini...apa kau lupa Tristan mungkin saja mengincarmu sekarang....kau bahkan pergi seperti orang yang kehilangan jiwa...''ucap Nathan dengan kesal..
Amanda memalingkan wajahnya dia tak ingin menatap mata Nathan yang terlalu tajam...Amanda tau kalau dia jujur pria ini akan sangat marah..
tapi Amanda tak perlu menyembunyikan perasaannya..
''Aku akan menemui Arron..''ucap Amanda mencoba jujur...matanya berkaca-kaca..
''Kau ingin menemui Arron...'' ulang Nathan tertawa kesal..
''Yah...aku ingin menemuinya dan aku pikir itu semua bukan urusanmu Nathan...''ucap Amanda kesal..
Nathan tertawa dingin...
''Apa kau sedang bercanda denganku Amanda..kau pikir aku akan membiarkanmu pergi...apa kau tidak bicara...'' teriak Nathan dengan suara menggelegar...
Amanda mendorong tubuh Alan seketika...hingga pegangan pria itu terlepas,...
''Pergilah jauh dariku Nathan..karna apa kau tak akan bisa menghalangiku..''
Amanda kemudian membalikan tubuhnya mencoba membuka pintu mobil dan ingin segera masuk namun...jemarinya malah di tarik paksa ke arah belakang hingga tubuhnya bertubrukan dengan Nathan yang terlalu marah..
''Dengarkan aku Amanda..sejak pertama kalinya kita bertemu aku sudah menyukaimu, aku sudah menunggumu kau tau itu,....tapi mengapa kau justru mencari Arron....''
''Lepaskan aku....Nathan apa yang kau lakukan..Nathan lepas..''jerit Amanda histeris...
__ADS_1
Namun senyum Nathan berbeda...
''Takdirmu adalah denganku Amanda...jadi aku tak akan pernah mengijinkanmu bersama siapapun selain....aku..''desis Nathan tegas.
''Kau sudah gila..jangan lupa kalau kita akan menjadi saudara...kau akan menjadi kakakku..''
''Aku tak ingin menjadi kakakmu Amanda....teriak Nathan dengan suara lantang...aku tak ingin menjadi saudaramu karna kita tidak sedarah...sinar mata Nathan membara dan hal itu membuat Amanda ketakutan...ketika pria itu mendekatinya....Amanda menghela nafasnya yang terasa sesak..
''Nathan...jangan menakutiku Nathan sadarlah...kau membuatku takut...''
Namun tangisan Amanda tidak membuat Nathan bergeming..pria itu lantas mendekatkan wajahnya sepasang tangan kekarnya menjebak di antara tubuh Amanda dan menekannya disana..hingga gadis itu tak bisa bergerak...
''Kau yang memaksaku melakukan ini Amanda..''
Bibir Nathan semakin dekat hingga Amanda rasanya ingin pingsan...
''Nathan....''
Nafas mereka terasa hangat hingga sedetik kemudian bibir Nathan melum** bibir Amanda dengan panas...membiarkan Amanda meronta namun tak bisa...Nathan begitu kuat sementara Amanda tidak berdaya..
Bibir Nathan menggilas bibir Amanda dengan begitu manis dan mencecapnya dengan penuh hasrat...sementara bagi Amanda dia sangat marah,,...tak pernah dia bayangkan kalau Nathan akan melakukan hal nekat padanya dia bahkan tak bisa menghindar karna cengkraman Nathan begitu kuat...
Nafas Amanda terengah-engah ketika Nathan menyudahi ciumannya hingga tubuh Amanda goyah,...pria itu lantas mendekap Amanda yang rapuh dan memeluknya..
Airmata Amanda menetes di wajahnya, sementara Nathan menatap mata Amanda yang memerah...
''Kau adalah milikku Amanda apa kau dengar itu...kau harus tau kalau aku...tak akan melepasmu sampai kapanpun...''desis Nathan dengan gertakan gigi..
''Silahkan saja...aku ingin tau...bagaimana reaksi mereka...mungkin saja setelah kakak menikah maka kita berdua akan di nikahkan karna itu...aku perlu penyerahan dirimu Amanda..''
Usai berkata...
Nathan membawa tubuh Amanda masuk ke mobilnya sementara mobil Amanda di bawa pulang oleh supir yang telah di hubungi oleh Nathan..mereka menuju apartemen...
****************
Amanda terkejut ketika sesampainya di Apartemennya, Nathan segera menariknya ke atas ranjang dan membuka satu persatu kancing kemejanya..
''Nathan..kau sudah gila..apa yang akan kau buktikan,...aku mohon padamu..lepaskan aku...''
Nathan menaikan sudut bibirnya...mendekati Amanda yang begitu menggodanya..harumnya tubuh Amanda membuat pria itu mabuk...dan Nathan tak akan menundanya...
''Aku tak akan melepaskanmu Amanda...''
Srakk....
Dress yang di pakai oleh Amanda terkoyak dan jatuh sampai ke pinggang...Nathan tidak melepaskan kesempatan..bibir panasnya melum** bibir Amanda dan menggilasnya tanpa ampun..sementara itu kedua jemarinya mulai menyentuh permukaan pa yu da ra Amanda dan meremasnya dengan gemas..tak lama setelah itu..giliran bibir Nathan yang mulai mengul** pa yu da ra Amanda yang menegang dan menghis****nya tanpa ragu...tubuh Amanda menekuk..airmatanya menetes, berusaha meronta menepis ciuman Nathan yang menggila...ia sangat membenci Nathan..terlalu benci hingga tak ada ruang di hatinya bagi pria ini.
Amanda meronta hingga ia tak bisa bergerak sedikitpun..dari cengkraman posesif Nathan yang begitu kuat...Nathan terlanjur terbakar dan ia tak punya cara memandamkann api dalam dirinya selain dengan memiliki Amanda dengan utuh..
__ADS_1
Pria itu terus mencumbu pa yu da ra Amanda yang ranum dan bermain disana,...hingga gadis itu merintih...
''Aku benci padamu...aku benci...''jerit Amanda dengan suara gemetar...
Mata Nathan berkabut dan sedetik kemudian dia menatap mata Amanda yang tersiksa..
''Aku tak akan melarikan diri dari kebencianmu Amanda..perlu kau tau aku mencintaimu dan akulah yang akan mendapatkanmu.....''
Sesaat kemudian Amanda menjerit keras, ketika Milik Nathan bergerak memasukinya dengan paksa menerobos miliknya hingga ia hampir pingsan karna ketakutan...
Amanda mengigit bibirnya sampai hampir berdarah...ia sungguh terluka dan semua itu karna Nathan.....
''Tidak............''jerit Amanda dengan perasaan yang hancur...
Sementara Nathan membeku di tempatnya...
jantungnya berdesir pelan ketika menatap Amanda dari atasnya...gadis yang sangat cantik ini adalah sepenuhnya miliknya...
*********************
Nala duduk sampai hampir tengah malam di depan Cafe...ia sedikit bersalah karna telah menyebabkan kekacauan pada sahabat calon kakak iparnya..Kak Anna akan membunuhnya..
Tak lama kemudian...Pintu Cafe terbuka dan gadis itu menoleh...
''Arron.......''
Arron mendekati Nala dengan tatapan kesal...
''Apa kau tidak punya malu masih menunggu sampai tengah malam.''
''Aku hanya ingin bertanggung jawab....bisakah kau melihat aku gadis yang baik..''
''Gadis baik..'' Arron tertawa kesal..
''Baiklah gadis baik...kau ingin bertanggung jawab...''
''Yah...''
''Kalau begitu bersihkan Cafe ini sampai bersih..aku akan mengawasimu..''
''Apa...'' jerit Nala tak terima...
Arron membalikan tubuhnya dan melangkah lebih dahulu menuju Cafe,..
sementara Nala mengerang kesal..
Pria itu...awas dia..hoh,...mengapa harus bersih-bersih di tengah malam..? batin Nala tak terima..namun sekali lagi dia tak punya pilihan..
__ADS_1
********************